Wasit Inter Vs Juventus Dapat Ancaman Pembunuhan Imbas Kartu Merah Pierre Kalulu
Kartu merah yang diberikan wasit Federico La Penna terhadap Pierre Kalulu pada laga Inter Milan vs Juventus di Liga Italia 2025-2026 berbuntut panjang.
Federico La Penna mengeluarkan kartu kuning kedua untuk Pierre Kalulu setelah dianggap melanggar Alessandro Bastoni dalam laga Inter Milan kontra Juventus di San Siro, Minggu (15/2/2026).
Pada pertandingan tersebut, Juventus kalah dramatis 2-3 dari Inter. Sentuhan ringan Kalulu di dada Bastoni dinilai sebagai pelanggaran serius oleh La Penna, tanpa adanya tinjauan VAR.
Kartu merah itu memaksa Juventus bermain dengan 10 orang dan mengubah jalannya pertandingan. Seusai laga, ketegangan berlanjut di lorong stadion hingga melibatkan sejumlah petinggi klub.
Baca juga: Drama Inter vs Juventus Berlanjut, Spalletti Respons Komentar Chivu dan Bela Bastoni
La Penna bahkan menjadi bulan-bulanan Luciano Spalletti, Damien Comolli, hingga Giorgio Chiellini yang bergiliran memberikan protes kerasa kepadanya.
Tak berakhir di situ, belakangan muncul kabar jika keputusan kartu yang diberikan La Penna terhadap Kalulu membuat nyawanya terancam.
Bek Juventus Pierre Kalulu menerima kartu merah pada pertandingan akbar pekan ke-25 Serie A Inter Milan vs Juventus yang bergulir di Stadion Giuseppe Meazza, Milan, pada Minggu (15/2/2026) dini hari WIB.
La Penna Dapat Ancaman Pembunuhan
Media asal Italia La Repubblica menampilkan ruang halaman depan berisi kabar yang mengejutkan tentang Federico La Penna.
Wasit yang memimpin laga Inter vs Juventus itu telah menerima ancaman kematian dalam beberapa jam terakhir.
"'Jangan keluar rumah'. Wasit Inter-Juventus diancam akan dibunuh ," demikian judul berita di kotak bagian bawah halaman dikutip dari Tutto Mercato Web.
Baca juga: Presiden Inter Beppe Marotta Serang Balik Juventus, Sindir Chiellini
Sementara itu, La Penna telah mengajukan pengaduan ke Kepolisian setelah menerima banyak pesan kebencian dan ancaman kematian terhadap dirinya dan keluarganya, termasuk istri dan dua putrinya yang masih kecil.
La Penna menyertakan bukti yang didokumentasikan berupa pesan-pesan seperti "Aku akan menembakmu," "Aku akan membunuhmu," "Kami akan mencarimu, kami tahu di mana kamu tinggal."
Baca juga: Alasan Bos Wasit Serie A Tunjuk La Penna Pimpin Inter vs Juventus
Wakil Presiden Asosiasi Wasit Kutuk Ancaman La Penna
Wakil Presiden Asosiasi Wasit, Francesco Massini dalam sebuah wawancara telepon dengan ANSA mengutuk keras ancaman pembunuhan terhadap sang wasit.
Menurutnya, perbuatan itu jauh dari batas kesopanan dan sportivitas dalam hal olahraga.
"Apa yang terjadi pada Federico La Penna melampaui setiap batas kesopanan dan sportivitas."
"Seorang wasit yang harus takut akan keluarganya, istrinya, dan anak-anak perempuannya, karena keputusan yang dibuat di lapangan adalah sesuatu yang seharusnya membuat semua orang marah, tanpa terkecuali," kata Massini.
Baca juga: Capello Sebut Bastoni Tipu Wasit Inter Vs Juventus, Kecewa oleh Chivu
Massini mengatakan jika perbuatan itu sudah jauh dari aspek olahraga dan mengarah pada perbuatan yang lebih serius.
Ia menegaskan jika La Penna akan mendapat perlindungan dari otoritas wasit terutama terhadap perbuatan yang dianggap bersinggungan dengan unsur pidana.
"Ketika batas itu dilanggar, kita tidak lagi terlibat dalam olahraga: kita terlibat dalam sesuatu yang jauh lebih serius."
"Sebagai AIA, kami jelas dekat dengan Federico dan akan mengevaluasi setiap tindakan yang mungkin untuk melindunginya, seperti yang kami lakukan untuk semua wasit kami yang telah menjadi sasaran tindakan tercela dan relevan secara pidana."
Tag: #wasit #inter #juventus #dapat #ancaman #pembunuhan #imbas #kartu #merah #pierre #kalulu