Bukan Cuma Pelari, Sepatu Lari Juga Perlu Recovery
Fenomena pelari yang berganti-ganti sepatu demi performa ternyata bukan sekadar tren. Sepatu lari juga membutuhkan waktu pemulihan atau recovery, sama seperti tubuh pelari itu sendiri.
Dalam keterangannya saat membahas kehadiran resmi Xtep di Indonesia pada Kamis (22/1/2026), Coach Tedjo menegaskan bahwa penggunaan satu sepatu lari secara terus-menerus setiap hari justru berisiko, baik bagi sepatu maupun bagi pelarinya.
“Tidak hanya pelari, sepatu juga butuh recovery. Tidak disarankan satu sepatu dipakai setiap hari. Selain merusak sepatu, itu justru bisa menyebabkan cedera,” ujar Coach Tedjo.
Ia menjelaskan bahwa midsole sepatu—terutama yang digunakan untuk performa tinggi—membutuhkan waktu untuk kembali ke bentuk optimal setelah dipakai berlari.
Jika dipaksakan dipakai setiap hari, daya pantul dan stabilitas sepatu bisa menurun, yang akhirnya berdampak pada risiko cedera pelari.
Pilih Sepatu Sesuai Kebutuhan
Coach Tedjo juga menyoroti kebiasaan pelari pemula yang tergoda tren FOMO (fear of missing out) dengan langsung menggunakan sepatu carbon plate.
Menurutnya, hal tersebut sering kali mengabaikan prinsip dasar lari yang sehat.
“Lari itu buat sehat, bukan mencari penyakit. Jangan melihat orang lain, karena target setiap orang berbeda,” tegasnya.
Ia menyarankan agar pelari memahami fungsi sepatu yang digunakan. Untuk latihan harian, sepatu harian adalah pilihan terbaik.
Sementara sepatu carbon plate sebaiknya hanya digunakan untuk latihan tertentu seperti tempo run, threshold run, atau saat lomba.
Bahkan untuk pelari berpengalaman dengan pace cepat, penggunaan sepatu carbon biasanya dibatasi.
“Pelari pace kencang biasanya pakai carbon dalam 7 hari hanya 2 kali. Daily run-nya tetap pakai sepatu daily,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Coach Tedjo mengapresiasi kehadiran Xtep yang kini resmi membuka toko di Jakarta.
Dia mengaku telah mencoba beberapa seri Xtep, termasuk Xtep X160 dan X160 Pro. Sepatu X160 Pro pernah ia gunakan saat berlomba half marathon (HM) dengan pace 3 menit per kilometer.
“Foam-nya sangat aman, responsif, dan pantulan plate-nya bagus. Cocok untuk pelari yang mau race FM dan HM,” ungkapnya.
Menurut Direktur XRUN, Dandy Ariesandy, XTEP memiliki keunikan dibandingkan brand sepatu lari lainnya.
Salah satunya, dengan mendirikan Xtep Running Club yang memberikan service untuk pelari di segala level.
Di antaranya, memberikan pelatihan untuk pelari pemula atau ke pelari elite agar bisa memecahkan rekor.
“Dengan ini, kami menciptakan integrasi yang dalam dengan dunia lari dan komunitasnya,” tegas Dandy.
Terkait persaingan bisnis sepatu lari, Dandy mengatakan, pihaknya melihat bisnis sepatu lari ini akan tetap berkembang seiring dengan bertambahnya kesadaran akan hidup sehat.
Saat ini, lari bukan hanya olah raga tapi sudah menjadi bagian dari lifestyle hidup dan juga berkomunitas.
“Kami berharap ke depannya, XTEP akan menjadi bagian dari lifestyle masyarakat Indonesia dan menjadi salah satu pilihan utama untuk keperluan aktivitas olah raga terutama lari dan juga aktivitas sehari-hari,” katanya.
Tag: #bukan #cuma #pelari #sepatu #lari #juga #perlu #recovery