Masuki Seri 2, MilkLife Soccer Challenge Perluas Jangkauan hingga Kalimantan
Turnamen sepak bola putri usia dini MLSC 2025–2026 Seri 2 tambah dua kota baru di Kalimantan, Samarinda dan Banjarmasin. (Istimewa)
17:43
20 Januari 2026

Masuki Seri 2, MilkLife Soccer Challenge Perluas Jangkauan hingga Kalimantan

–Turnamen sepak bola putri usia dini MilkLife Soccer Challenge (MLSC) 2025–2026 memasuki Seri 2 dengan menambah dua kota baru di Kalimantan. Samarinda dan Banjarmasin resmi masuk kalender, membuat total kota penyelenggara kini menjadi 12. Penambahan ini mendapat dukungan penuh dari Bayan Peduli.

Seri 2 melanjutkan geliat pembinaan yang sebelumnya bergulir di sejumlah kota, termasuk Semarang dan Tangerang. Sejak awal digagas bersama Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife, turnamen ini konsisten menyasar kelompok umur KU-8, KU-10, dan KU-12.

Tren partisipasi pun terus menanjak. Pada Seri 1 2024 tercatat 5.163 peserta, meningkat menjadi 10.051 siswi di Seri 2 2024. Memasuki Seri 1 musim 2025–2026, jumlahnya melonjak hingga 17.492 peserta dari berbagai daerah.

Program Director MLSC Teddy Tjahjono menegaskan, kontinuitas menjadi kunci pembinaan. Kepastian kalender kompetisi membuat atlet, orang tua, dan sekolah melihat sepak bola putri sebagai jalur yang serius dan berkelanjutan.

”Seri 2 kami gelar untuk memastikan kesinambungan kompetisi. Konsistensi ini penting agar pembinaan berjalan berjenjang,” ujar Teddy Tjahjono.

Ekspansi ke Samarinda dan Banjarmasin disebut strategis untuk memperluas basis pembinaan di luar Jawa. Apalagi, MLSC kini diperkuat kehadiran Jacksen Ferreira Tiago sebagai Head Coach bersama Timo Scheunemann.

Dukungan di Kalimantan datang dari Bayan Peduli yang selama ini aktif menggelar berbagai kejuaraan olahraga nasional. Direktur PT Bayan Resources Tbk Merlin menilai, MLSC sejalan dengan komitmen CSR Bayan Group dalam pengembangan atlet muda, khususnya sepak bola putri.

”Antusiasme peserta, keterlibatan sekolah, hingga lahirnya SSB putri baru menjadi indikator positif. Melalui Bayan Peduli, kami ingin memperkuat ekosistem sepak bola putri di Kalimantan,” kata Merlin.

Dampak berantai MLSC juga dirasakan di tingkat akar rumput. Founder sekaligus Head Coach SSB None Mude Leonardo Sedubun menyebut, jumlah atlet putri di SSB-nya melonjak dari 20 menjadi sekitar 100 sejak MLSC digelar. Menurutnya, turnamen berjenjang memberi motivasi latihan karena atlet memiliki tujuan kompetisi yang jelas.

Salah satu peserta, Zilda Afna Syaqila, mengaku antusias menyambut Seri 2. Juara KU-12 Jakarta Seri 1 2025–2026 bersama SDN Kunciran 4 sekaligus top scorer dengan 30 gol itu menilai MLSC menjadi wadah penting untuk mengasah teknik dan evaluasi permainan.

Selain format 7 lawan 7 untuk KU-10 dan KU-12, MLSC juga menghadirkan Festival SenengSoccer bagi KU-8 serta Skill Challenge. Program ini akan ditutup dengan MLSC All-Stars yang mempertemukan talenta terbaik tiap kota. All-Stars 2025–2026 dijadwalkan berlangsung Juni 2026 di Supersoccer Arena dengan format baru 9 lawan 9.

Dengan perluasan ke Kalimantan, MLSC diharapkan semakin memperkokoh fondasi sepak bola putri nasional dan membuka jalur pembinaan yang lebih merata bagi talenta muda Tanah Air.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah

Tag:  #masuki #seri #milklife #soccer #challenge #perluas #jangkauan #hingga #kalimantan

KOMENTAR