Pendapatan Presiden FIFA Gianni Infantino Tembus Rp100 Miliar
– Pendapatan Presiden FIFA Gianni Infantino mencatat rekor tertinggi dalam sejarah organisasi sepak bola dunia tersebut sejak didirikan pada 1904.
Berdasar dokumen terbaru, total remunerasi yang diterima Gianni Infantino pada 2024 mencapai 6,133 juta dolar AS (sekitar Rp103,5 miliar).
Sejak menjabat sebagai presiden FIFA pada 2016, Infantino tercatat mengalami lonjakan pendapatan.
Memasuki satu dekade memimpin FIFA, akhir tahun ini Infantino bersiap memimpin Piala Dunia ketiganya yakni edisi 2026 yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Berdasar Laporan Pajak Amerika Serikat
Angka pendapatan fantastis ini terungkap via laporan surat kabar Perancis, Le Monde yang terbit pada 15 Januari 2026.
Mereka merujuk pada dokumen "Form 990" atau deklarasi pajak FIFA yang dilaporkan kepada Layanan Pendapatan Internal (IRS) Pemerintah Federal Amerika Serikat pada 12 November 2025.
Meski bermarkas di Swiss, FIFA rutin melaporkan pendapatan dan pengeluarannya kepada otoritas AS sejak Juni 1994.
Hal ini terkait dengan status FIFA sebagai organisasi yang mengelola aset dan kegiatan internasional di wilayah hukum Amerika Serikat.
Peningkatan Pendapatan Gianni Infantino
Presiden FIFA Gianni Infantino memberikan sambutan sebelum suasana pengambilan undian untuk turnamen playoff antarkonfederasi Piala Dunia 2026 dan playoff Eropa di Home of FIFA, Zurich, Swiss, pada Kamis (20/11/2025).
Peningkatan pendapatan Gianni Infantino terjadi secara bertahap.
Merujuk Le Monde, ketika pertama kali menggantikan Sepp Blatter pada 2016, gaji awal Infantino sebesar 1,5 juta dolar AS.
Namun, angka tersebut meningkat tajam jadi 2,954 juta dolar AS sejak ia terpilih kembali dalam kongres organisasi pada tahun 2023.
Penyelenggaraan turnamen besar juga berdampak langsung pada pundi-pundi sang presiden.
Laporan Le Monde menyebut bahwa Infantino dapat tambahan bonus sebesar 1,77 juta euro (sekitar Rp30 miliar) di ajang Piala Dunia 2022 di Qatar.
Peluang Menjabat Hingga 2031
Selain soal pendapatan, masa depan Gianni Infantino di FIFA juga jadi sorotan.
Sesuai regulasi terbaru, seorang presiden memiliki batas waktu memimpin maksimal 12 tahun (tiga periode).
Namun, masa jabatan pertama Infantino yang dimulai pada 2016 tidak dihitung secara penuh oleh Dewan FIFA karena hanya berlangsung selama tiga tahun (menggantikan sisa masa jabatan presiden sebelumnya).
Hal ini memberi celah bagi pria asal Swiss tersebut untuk tetap menjabat hingga tahun 2031, apabila ia kembali terpilih pada pemilihan tahun 2027 mendatang.
Tag: #pendapatan #presiden #fifa #gianni #infantino #tembus #rp100 #miliar