Media Italia Bahas Dugaan Brahim Diaz Sengaja Gagalkan Penalti di Final Piala Afrika
- Brahim Diaz gagal mengeksekusi penalti di Final Piala Afrika 2025 Senegal vs Maroko. Media Italia mengupas teori bahwa kegagalan penalti itu adalah kesengajaan.
Sepak bola terasa kejam bagi Brahim Diaz dan pemain-pemain Maroko yang berada di pihak yang kalah dalam partai final Piala Afrika 2025 di Stadion Prince Moulay Abdellah, Rabat, Minggu (18/1/2026).
Bagaimana tidak? Maroko punya kans emas menutup laga dengan kemenangan melalui sepakan penalti Brahim Diaz di detik-detik terakhir duel.
Akan tetapi, apa mau dikata sepakan penalti ala panenka Brahim Diaz bisa dibaca oleh kiper Senegal, Edouard Mendy, persis pada menit ke-90+24.
Media-media Italia, di antaranya Sport Italia, Il Mattino, dan Corriere dello Sport sama-sama menyorot soal penalti Brahim Diaz itu.
Teori yang beredar menyebut bahwa Brahim Diaz dengan sengaja membuang kesempatan bikin gol melalui penalti.
Il Marocco sbaglia il rigore...di proposito??
Dopo il caos in campo, Brahim Díaz si presenta dal dischetto davanti a Mendy e tira così il rigore. #sportitalia #brahimdiaz #afcon2025 pic.twitter.com/Ag9dmhBEeZ
— Sportitalia (@tvdellosport) January 18, 2026
Dalam video cuplikan yang diunggah di media sosial, SportItalia menyorot bagaimana tak ada satu pun pemain Senegal berselebrasi ketika sepakan Brahim Diaz ditangkap oleh Mendy.
"Mari kita putar ulang rekamannya, seperti yang kini sudah diketahui, Senegal meninggalkan lapangan setelah hadiah penalti diberikan kepada Maroko. Terjadi protes dan keributan, dengan hanya (Sadio) Mane yang tetap berada di lapangan," tulis Il Mattino.
Ya, sebelum Brahim Diaz mengambil penalti, kericuhan memang sempat terjadi. Pemain Senegal merasa tak sependapat dengan keputusan wasit asal Kongo, Jean-Jacques Ndala, yang memberikan penalti setelah berkonsultasi dengan VAR (Video Assistant Referee).
Sejumlah pemain Senegal bereaksi keras dan beberapa di antaranya memilih meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes.
Senegal sempat mogok main dan bisa saja kena sanksi kalah 0-3 akibat aksi tersebut.
Namun, situasi akhirnya mereda setelah Sadio Mane, turun tangan membujuk rekan-rekannya agar kembali ke lapangan dan melanjutkan pertandingan.
Il Mattino lantas menyorot kejadian saat Brahim Diaz berkomunikasi dengan rekan setimnya sebelum mengambil penalti.
"Semuanya bermula ketika kamera menangkap Brahim Diaz berbicara dengan rekan-rekan setimnya di tim nasional dengan tangan menutup mulut."
"Muncul rumor tentang kemungkinan adanya kesepakatan antara dirinya dan Mane: membuat Senegal kembali ke lapangan, menyelamatkan reputasi kompetisi, dan sengaja gagal mengeksekusi penalti," tulis Il Mattino lagi.
"Konon, yang mendukung tesis ini adalah rapat pemain Maroko di tengah lapangan sebelum eksekusi penalti serta tidak adanya selebrasi dari para pemain Senegal saat Mendy melakukan penyelamatan (yang mudah, sangat mudah)," tulis media yang didirikan di Kota Napoli itu.
Gelandang Senegal, Pape Gueye, merayakan golnya di samping bek Maroko, Achraf Hakimi, setelah pertandingan final Piala Afrika 2025 antara Senegal dan Maroko di Stadion Pangeran Moulay Abdellah di Rabat pada 18 Januari 2026.
Senegal Tentukan Kemenangan di Extra Time
Soal dugaan kesengajaan Brahim Diaz membuang kans mencetak gol via titik putih juga diangkat media Italia yang berbasis di Kota Roma, Corriere dello Sport.
"Sejak saat itu pertandingan berubah: waktu normal berakhir dan tak lama setelah dimulainya babak perpanjangan waktu, gol penentu dicetak oleh Pape Gueye," tulis Corriere dello Sport menyinggung gol semata wayang kemenangan Senegal yang lahir pada menit ke-94 masa extra time.
"Terasa seperti sebuah skenario film, tetapi ada satu “namun”… Mengapa kamera menyorot Brahim Diaz berbicara dengan pelatih kepala dan rekan-rekannya dengan tangan menutup mulut."
"Sehingga memicu kecurigaan, apakah ia telah menjalin kesepakatan dengan Mane untuk membuat Senegal kembali ke lapangan, sengaja gagal mengeksekusi penalti, dan memperebutkan final serta trofi secara jujur di babak perpanjangan waktu."
Penyerang Maroko bernomor punggung 10, Brahim Diaz, penyerang Senegal bernomor punggung 10, Sadio Mane, dan kiper Maroko bernomor punggung 1, Yassine Bounou berpose dengan penghargaan mereka setelah pertandingan final Piala Afrika 2025 antara Senegal dan Maroko di Stadion Pangeran Moulay Abdellah di Rabat pada 18 Januari 2026.
Brahim Diaz Menangis
Terlepas dari teori itu, Brahim Diaz merasakan kesedihan luar biasa ketika wasit meniup peluit tanda final Piala Afrika 2025 berakhir, dengan Senegal memastikan kemenangan 1-0.
Eks pemain AC Milan dan Man City itu tampak betul-betul terpukul dan tak bisa menahan tangis.
“Sepak bola terkadang kejam dan hari ini kami kalah," tutur pelatih Maroko, Walid Regragui dilansir dari France 24.
"Kami tahu bahwa di partai final Anda hanya mendapat sedikit peluang dan harus memanfaatkannya,” kata Regragui.
“Penalti di detik-detik terakhir itu sebenarnya bisa mengantarkan kami meraih gelar, tetapi itu tidak terjadi."
"Kami bisa membicarakannya berjam-jam, namun saya berharap skuad ini bisa kembali dengan lebih kuat," tutur pelatih berkepala plontos itu.
Tag: #media #italia #bahas #dugaan #brahim #diaz #sengaja #gagalkan #penalti #final #piala #afrika