Saat Brahim Diaz Menangis Usai Maroko Gagal Juara Piala Afrika 2025...
Penyerang Maroko bernomor punggung 10, Brahim Diaz, penyerang Senegal bernomor punggung 10, Sadio Mane, dan kiper Maroko bernomor punggung 1, Yassine Bounou berpose dengan penghargaan mereka setelah pertandingan final Piala Afrika 2025 antara Senegal dan Maroko di Stadion Pangeran Moulay Abdellah di Rabat pada 18 Januari 2026.(AFP/PAUL ELLIS)
13:56
19 Januari 2026

Saat Brahim Diaz Menangis Usai Maroko Gagal Juara Piala Afrika 2025...

- Laga puncak Piala Afrika 2025 antara Senegal vs Maroko menyisakan momen emosional bagi penyerang tuan rumah, Brahim Diaz.

Brahim Diaz terlihat meneteskan air mata usai laga berakhir setelah dirinya gagal mengeksekusi penalti pada menit-menit akhir waktu normal.

Kegagalan pemain Real Madrid itu jadi titik balik yang membuat Maroko harus merelakan gelar juara kepada tim tamu dalam final Piala Afrika 2025 di Stadion Prince Moulay Abdallah, Rabat, Senin (19/1/2026) dini hari WIB.

Drama Penalti di Menit Akhir

Pertandingan final berjalan alot tanpa gol sampai memasuki masa tambahan waktu babak kedua. Maroko mendapat peluang emas melalui titik putih setelah wasit meninjau VAR.

Namun, proses eksekusi penalti ini sempat tertunda selama sekitar 15 menit karena para pemain Senegal melakukan aksi protes dengan meninggalkan lapangan.

Setelah situasi mereda dan pemain Senegal kembali, Brahim Diaz maju sebagai eksekutor penalti.

Ia memilih teknik tendangan Panenka untuk menaklukkan kiper Edouard Mendy. Sayang, tendangannya meluncur lemah dan mudah terbaca oleh Mendy.

Skor Senegal vs Maroko 0-0 bertahan sampai peluit akhir waktu normal berbunyi, sehingga laga berlanjut ke babak tambahan waktu.

Akhir Perjuangan Maroko

Kegagalan penalti itu harus dibayar mahal karena Senegal justru mampu mencetak gol kemenangan pada menit ke-94 lewat Pape Gueye. 

Maroko yang berharap memutus dahaga gelar selama 50 tahun terpaksa melihat lawan merayakan kemenangan di kandang mereka sendiri.

Usai laga, penjaga gawang Senegal, Edouard Mendy, memberi komentar mengenai percakapannya dengan Diaz sebelum penalti diambil.

"Apa yang kami katakan satu sama lain? Itu rahasia kami. Kami melakukannya bersama dan kami kembali bersama, itulah yang terpenting. Kami bisa bangga malam ini," ujar Mendy, dikutip dari The Independent.

Komentar Pelatih Maroko

Meski gagal dalam penalti di laga final, Brahim Diaz sebenarnya tampil produktif sepanjang turnamen.

Ia diganjar penghargaan sepatu emas atau pencetak gol terbanyak dengan koleksi lima gol. Gol-gol tersebut ia cetak sejak fase grup sampai babak perempat final saat melawan Kamerun.

Saat menerima penghargaan dari Presiden FIFA Gianni Infantino, Brahim Diaz masih tampak menangis.

Adapun terkait kegagalan menendang penalti yang dilakukan Diaz, pelatih Maroko, Walid Regragui, memahami situasi sulit tersebut.

"Dia memiliki banyak waktu jeda sebelum mengambil penalti, itu pasti mengganggunya. Tapi kita tidak bisa mengubah apa yang sudah terjadi. Begitulah cara dia memilih untuk mengambil penalti tersebut. Kita perlu melihat ke depan sekarang," kata Regragui.

Tag:  #saat #brahim #diaz #menangis #usai #maroko #gagal #juara #piala #afrika #2025

KOMENTAR