Bojan Hodak Soroti Dua Hal yang Mengganjal Persib di Paruh Pertama
Pelatih Persib Bandung Bojan Hodak dalam sesi konferensi pers jelang laga Super League 2025-2026, tepatnya pekan ke-13 melawan Dewa United. (KOMPAS.com/ADIL NURSALAM)
12:07
16 Januari 2026

Bojan Hodak Soroti Dua Hal yang Mengganjal Persib di Paruh Pertama

- Persib Bandung menutup paruh pertama Super League 2025-2026 dengan status pemuncak klasemen. Tim asal Kota Bandung itu mengoleksi 38 poin dari 17 laga, hasil 12 kemenangan, dua hasil imbang, dan tiga kekalahan.

Persib unggul tipis satu poin dari Borneo FC Samarinda di posisi kedua. Catatan tersebut menempatkan Persib sebagai juara paruh musim, namun pelatih Bojan Hodak menilai masih ada hal yang perlu dibenahi.

Bojan Hodak mengakui pencapaian timnya layak diapresiasi. Persib mampu konsisten bersaing di papan atas sejak awal kompetisi Super League 2025-2026.

Meski demikian, pelatih asal Kroasia itu belum sepenuhnya merasa puas dengan performa tim.

Menurut Hodak, Persib masih memiliki ruang untuk tampil lebih baik. Beberapa situasi di lapangan menjadi catatan khusus, terutama momen-momen krusial yang berdampak langsung pada perolehan poin.

Hal ini membuat staf pelatih tetap melakukan evaluasi meski posisi tim sedang berada di atas.

“Lihat, kami jadi nomor satu di liga, saya merasa senang dan puas. Tapi disamping itu kami masih bisa lebih baik. Kami beberapa kali gagal memanfaatkan penalti, ada lima kali kami melewatkannya tanpa gol,” kata Hodak, dilansir dari laman I-League.

Masalah Penalti dan Gol di Menit Akhir

Salah satu hal yang mengganjal bagi Hodak adalah kegagalan Persib dalam mengeksekusi penalti.

Situasi ini terjadi di beberapa laga dan membuat tim kehilangan peluang meraih poin maksimal. Hasil imbang melawan PSIM serta kekalahan dari Persita menjadi contoh laga saat penalti tidak berbuah gol.

Kekacauan di pertahanan Persija Jakarta, penyerang Persib Bandung Uilliam Barros mengambil keuntungan pada laga pekan ke-17 Super League 2025-2026, Minggu (11/1/2026) di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). KOMPAS.com/ADIL NURSALAM Kekacauan di pertahanan Persija Jakarta, penyerang Persib Bandung Uilliam Barros mengambil keuntungan pada laga pekan ke-17 Super League 2025-2026, Minggu (11/1/2026) di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

Selain itu, Hodak juga menyoroti gol kebobolan di menit-menit akhir pertandingan. Meski Persib tercatat sebagai tim dengan jumlah kebobolan paling sedikit, momen tersebut tetap menjadi perhatian.

Bojan Hodak menilai situasi seperti ini perlu diantisipasi sebelum memasuki putaran kedua kompetisi.

“Kami kebobolan di beberapa di menit-menit akhir dalam 2-3 pertandingan bikin kami kehilangan poin. Tapi kami juga memenangkan pertandingan di menit-menit akhir,” ulas pelatih asal Kroasia ini.

Fokus Menjaga Tren Positif

Persib berupaya menjaga tren positif setelah meraih kemenangan atas Persija Jakarta.

Selain fokus di Super League 2025-2026, Persib juga bersiap menghadapi babak 16 besar AFC Champions League Two 2025-2026. Jadwal padat membuat persiapan tim harus berjalan seimbang.

Hodak menilai performa tim sejauh ini sudah berada di jalur tepat, baik di kompetisi domestik maupun Asia. Namun, ia kembali menekankan pentingnya peningkatan di beberapa aspek permainan.

“Sejauh ini kami bermain dengan baik dan berada di posisi nomor satu, di liga dan di fase grup ACL 2. Ini pertanda bagus, tapi masih bisa lebih baik,” ucap Hodak.

Tag:  #bojan #hodak #soroti #yang #mengganjal #persib #paruh #pertama

KOMENTAR