Asah Kemampuan Pegolf Putri di Indonesia Women's Open
–Event golf untuk atlet putri di Indonesia masih terbilang minim. Hal itu pula yang dirasakan pegolf Kristina Natalia Yoko. Dia begitu gembira untuk mengikuti Indonesia Women's Open (IWO) yang bakal diselenggarakan di Damai Indah Golf-BSD Course pada 30 Januari hingga 1 Februari.
Dia menjadi salah satu andalan dari tuan rumah usai lolos cut pada debut IWO 2025. Yoko berharap bisa menorehkan prestasi yang lebih baik lagi di ajang ini.
Bagi Yoko, IWO bukan hanya sekadar pergelaran golf internasional. Dia melihat bahwa IWO bisa menjadi barometer kemampuan para pegolf putri Indonesia di panggung dunia.
”Ini bukan hanya soal pertandingan, melainkan sebuah langkah awal untuk mendorong semakin banyaknya turnamen golf khusus ladies di masa depan. Untuk aku pribadi, IWO adalah milestone besar,” ucap Yoko.
”Ini menjadi titik penting dalam perjalanan karir aku sebagai pegolf profesional. Di IWO aku harap bisa membawa kualitas permainan terbaik dan sekaligus berkontribusi untuk kemajuan ladies pro Indonesia,” jelas Yoko.
Pada musim 2026 ini, PGI dan AGLF mendapatkan co-sanction dengan KLPGA Dream Tour. Sebanyak 120 pegolf terbaik akan bertarung. Mereka di antaranya atlet-atlet elite dari KLPGA Dream Tour dan pegolf-pegolf teratas yang mewakili lebih dari 12 negara di kawasan Asia-Pasifik, termasuk kontingen Indonesia yang sangat kompetitif.
Sebanyak 50 pegolf profesional putri top Korea akan turun dan berkompetisi dengan pemain-pemain terbaik dari seluruh kawasan Asia-Pasifik di BSD Course. Sementara itu, sebagai tuan rumah, PGI akan memberikan kesempatan kepada 30 pemain Indonesia untuk ikut bersaing dalam memperebutkan trofi IWO edisi kedua.
Tidak hanya para profesional putri Indonesia, PGI pun membuka kesempatan bagi para amatir terbaik Tanah Air untuk menjajal kemampuan mereka di level kompetisi putri yang lebih ketat. Bianca Naomi Laksono, pegolf amatir yang mendapatkan kesempatan langka di turnamen profesional putri termahal di Indonesia ini.
”Ini merupakan peluang bagus untuk mengasah kemampuan saya dan menakar seberapa jauh saya bisa bersaing dengan para pegolf bagus dari dalam dan luar negeri,” ujar peraih medali perunggu di SEA Games 2025 itu.
Turnamen yang digelar Asia Golf Leaders Forum (AGLF) serta di-co-sanctioned Persatuan Golf Indonesia (PGI) dan Korean Ladies Professional Golf Tour (KLPGT) tersebut menyodorkan total hadiah sebesar US$600.000 (sekitar Rp 10 miliar). Nilai hadiah turnamen ini mengalami peningkatan dua kali lipat dibandingkan debutnya pada tahun lalu.
Dengan peningkatan total hadiah ini, IWO 2026 menjadi turnamen golf profesional putri termahal di Sirkuit Asia Pasifik. IWO 2026 akan menjadi pembuka Asia-Pacific Circuit (APAC Circuit) series tour 2026 setelah Taiwan Mobile Ladies Open pada Desember 2025. Menggantikan Women's Asia Circuit dan Ladies Asia Golf Tour (LAGT) yang telah berhenti, APAC Circuit ini memiliki peran penting dalam mengembangkan golf putri di wilayah Asia-Pasifik.
”Setelah debutnya berlangsung sukses pada 2025, Indonesia Women’s Open 2026 kembali akan kami adakan pada akhir Januari ini. Kami optimistis IWO akan memberikan boost bagi perkembangan golf putri di Indonesia, selain juga menjadi ajang kompetisi bagi para pegolf wanita Asia Pasifik dalam menampilkan permainan terbaiknya. Mimpi saya adalah menjadikan IWO ini sebagai the largest and the biggest ladies tournament in Southeast Asia dalam 5 tahun ke depan,” kata C.K. Song, Chairman Indonesia Women’s Open.
Persatuan Golf Indonesia (PGI) menjadi pemegang lisensi pergelaran Indonesia Women’s Open, yang merupakan satu-satunya national open untuk event profesional wanita di Tanah Air. Berada dalam kalender Asia Pacific Circuit, IWO merupakan hasil kerja sama PGI dengan AGLF yang akan berlangsung selama 3 tahun. IWO 2026 menjadi tahun kedua dari kemitraan strategis ini.
Ketua Umum Pengurus Besar PGI Japto Soerjosoemarno berharap dengan adanya turnamen profesional internasional bergengsi ini, para pegolf putri Indonesia memiliki kemampuan bersaing setara dengan pemain-pemain internasional.
”Tentunya, dengan debut IWO pada 2025 kemarin, para pegolf kita bisa mengambil lebih banyak pelajaran untuk bisa menghadapi persaingan dalam level internasional di IWO 2026 ini,” kata Japto Soerjosoemarno.
Frengky Rosadrian P., Division Head Retail Funding Division Bank Tabungan Negara (BTN) menegaskan komitmen mereka untuk turut terlibat dalam pengembangan golf putri di Indonesia. Di musim ini, turnamen golf putri termahal di Indonesia tersebut sekarang resmi bernama Indonesia Women’s Open presented by BTN.
”BTN percaya bahwa pengembangan atlet perempuan adalah bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia Indonesia di bidang olahraga,” kata Frengky Rosadrian.
Tag: #asah #kemampuan #pegolf #putri #indonesia #womens #open