Saham Elnusa (ELSA) Sentuh Rekor Tertinggi Sejak IPO 2008, Apa Penopangnya?
PT Elnusa Tbk (Elnusa), Subholding Upstream Pertamina yang berkontribusi mendukung aktivitas hulu migas Pertamina Group.(Dok. Pertamina)
09:16
24 Februari 2026

Saham Elnusa (ELSA) Sentuh Rekor Tertinggi Sejak IPO 2008, Apa Penopangnya?

– Saham PT Elnusa Tbk (ELSA) menembus level tertinggi sepanjang sejarah sejak melantai di bursa, memicu pertanyaan pasar mengenai faktor fundamental yang menopang penguatan tersebut.

Pada perdagangan Rabu (4/2/2026), saham Elnusa ditutup di level Rp 770, yang merupakan all time high (ATH) saham Elnusa.

Sebagai informasi, Elnusa sendiri IPO pada 2008, atau 18 tahun lalu, dengan harga penawaran perdana Rp 400 per saham.

Secara year to date, saham ELSA telah menguat lebih dari 40 persen. Kenaikan itu terjadi di tengah meningkatnya minat investor terhadap emiten jasa energi yang dinilai memiliki fundamental kuat dan portofolio bisnis terdiversifikasi.

Baca juga: Saham Elnusa (ELSA) Tembus Rp 550, Tertinggi dalam 8 Tahun

Kinerja Operasional Jadi Penopang

Corporate Secretary Elnusa, Rustam Aji, mengatakan penguatan saham tidak lepas dari konsistensi kinerja operasional perseroan sepanjang 2025.

“Sepanjang 2025, Elnusa mampu menjaga kesinambungan kinerja melalui penguatan operational excellence, penerapan teknologi yang tepat guna, serta budaya keselamatan kerja yang konsisten di seluruh lini bisnis,” ujar Rustam dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa (24/2/2026).

Di segmen jasa hulu migas terintegrasi, Elnusa menyelesaikan sejumlah proyek seismik di berbagai wilayah kerja utama. Proyek ini menjadi bagian penting dalam mendukung eksplorasi dan pengembangan migas, sekaligus menjaga kesinambungan pendapatan.

Baca juga: Dukung Transisi Energi, Elnusa Petrofin Terlibat dalam Green Terminal Tanjung Sekong

Pada lini Oil Field Services, perseroan merampungkan lima sumur HWU-150K di wilayah kerja Pertamina EP Cepu dengan penerapan standar HSSE tanpa insiden keselamatan. Sementara pada bisnis engineering, procurement, construction & operation maintenance (EPC-OM), Elnusa menuntaskan proyek EPC Booster Pump lebih cepat dari jadwal dan memperoleh kontrak baru di lingkungan Pertamina Group.

Kontribusi juga datang dari anak usaha di bidang distribusi dan logistik energi, yang mencatat pertumbuhan volume penyaluran bahan bakar sebesar 29 persen serta memperoleh 42 proyek baru sepanjang 2025. Capaian tersebut memperkuat posisi perseroan dalam rantai pasok energi nasional sekaligus memperluas basis pendapatan berulang.

Di segmen jasa penunjang migas, ekspansi dilakukan melalui layanan OCTG di Aljazair serta keterlibatan dalam proyek survei seismik 3D di perairan Songkhla, Thailand. Bisnis data dan warehouse management juga mengelola 253 kontrak aktif dengan tingkat utilisasi aset mencapai 95 persen.

Baca juga: Elnusa Percepat Eksplorasi Migas Timur Indonesia Awal 2026

Strategi Pertumbuhan 2026

Memasuki 2026, Elnusa mengusung arah strategis bertajuk “Rediscover Technology and Innovation Edge”. Strategi ini berfokus pada penguatan operational excellence berbasis inovasi, efisiensi biaya melalui pendekatan cost leadership, serta integrasi sinergi di dalam ekosistem Elnusa Group dan Pertamina Group.

Manajemen menilai fondasi fundamental yang terbangun sepanjang 2025 menjadi modal untuk menjaga kinerja jangka panjang. Dengan kombinasi diversifikasi bisnis, disiplin operasional, dan ekspansi selektif, perseroan berupaya mempertahankan kepercayaan investor di tengah dinamika industri energi.

Sebagai informasi, PT Elnusa Tbk merupakan anak usaha PT Pertamina Hulu Energi yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina dan bergerak di bidang jasa energi terintegrasi, mulai dari jasa hulu migas, distribusi dan logistik energi, hingga jasa penunjang migas.

Tag:  #saham #elnusa #elsa #sentuh #rekor #tertinggi #sejak #2008 #penopangnya

KOMENTAR