Jeff Bezos Soroti Ketimpangan AS, Usul Bebaskan Pajak Warga Berpenghasilan Rendah
- Pendiri Amazon Jeff Bezos mengusulkan agar separuh warga Amerika Serikat dengan penghasilan terendah tidak lagi membayar pajak penghasilan federal.
Pernyataan itu disampaikan Bezos saat wawancara dengan CNBC dalam program Squawk Box, Rabu (21/5/2026).
Menurut Bezos, kelompok masyarakat berpenghasilan rendah hanya menyumbang sebagian kecil penerimaan pajak pemerintah, sehingga pembebasan pajak tidak akan terlalu membebani fiskal negara.
“Saya rasa seharusnya bukan 3 persen,” kata Bezos merujuk pada kontribusi pajak kelompok bawah.
“Saya rasa seharusnya nol,” lanjut dia.
Baca juga: Amazon Caplok Globalstar Rp 197 T, Perketat Persaingan dengan Starlink
Berdasarkan data Tax Foundation yang mengutip Internal Revenue Service (IRS), 1 persen warga AS dengan penghasilan tertinggi membayar sekitar 38 persen dari total pajak penghasilan federal.
Sebaliknya, separuh kelompok pembayar pajak terbawah hanya menyumbang sekitar 3 persen.
Rata-rata penghasilan kelompok bawah tersebut sekitar 54.000 dollar AS per tahun atau sekitar Rp 956,9 juta, dengan kurs Rp 17.721 per dollar AS.
Sementara kelompok 1 persen teratas memiliki pendapatan minimal 676.000 dollar AS per tahun atau sekitar Rp 11,98 miliar.
Baca juga: Jeff Bezos Sebut Bubble AI Tak Perlu Ditakuti, Ini Alasannya
Bezos menilai kelompok pekerja berpenghasilan menengah bawah tidak semestinya dibebani pajak penghasilan.
“Kita seharusnya tidak meminta perawat di Queens ini untuk mengirim uang ke Washington,” kata Bezos sambil memberi contoh pekerja kesehatan dengan penghasilan 75.000 dollar AS per tahun atau sekitar Rp 1,33 miliar.
“Mereka seharusnya mengirimkan permintaan maaf kepadanya. Itu benar-benar tidak masuk akal,” lanjut dia.
Bezos, yang menurut Forbes memiliki kekayaan sekitar 269 miliar dollar AS atau sekitar Rp 4.766 triliun, mengatakan dirinya mendukung perubahan kebijakan tersebut, meski belum menjelaskan mekanisme detailnya.
Perdebatan soal pajak orang kaya
Usulan Bezos muncul ketika sejumlah negara bagian yang dipimpin Partai Demokrat mulai mempertimbangkan kenaikan pajak bagi kelompok kaya.
Di tingkat federal, Senator Demokrat Corey Booker juga mengusulkan rancangan undang-undang Keep Your Pay Act.
Aturan itu mengusulkan pendapatan pertama hingga 75.000 dollar AS atau sekitar Rp 1,33 miliar per rumah tangga dibebaskan dari pajak penghasilan federal.
“Tidak adanya pajak penghasilan atas pendapatan pertama sebesar 75.000 dollar AS yang diperoleh keluarga akan menjadi perubahan besar bagi pekerja,” kata Booker.
“Pemotongan pajak ini akan segera memberikan lebih banyak uang di kantong Anda setiap bulan untuk mengatasi biaya pengeluaran sehari hari yang tinggi,” lanjut dia.
Beban kelompok bawah relatif kecil
Menurut analisis Tax Foundation, rata-rata tarif pajak penghasilan federal di AS pada 2023 sebesar 14,1 persen.
Kelompok 1 persen terkaya membayar tarif rata-rata 26,3 persen, sementara separuh kelompok terbawah hanya membayar sekitar 3,7 persen.
Rata-rata rumah tangga kelompok bawah membayar pajak penghasilan sekitar 913 dollar AS per tahun atau sekitar Rp 16,1 juta.
Namun setelah memperhitungkan berbagai kredit pajak, sekitar 40 persen rumah tangga berpenghasilan rendah di AS sebenarnya sudah tidak membayar pajak penghasilan sama sekali.
Ketimpangan ekonomi makin disorot
Komentar Bezos juga mencerminkan kekhawatiran soal ketimpangan ekonomi di AS.
Banyak ekonom menyebut kondisi saat ini sebagai “ekonomi berbentuk K”, yakni situasi ketika kelompok kaya terus menikmati kenaikan aset dan pendapatan, sementara kelompok menengah bawah makin tertekan oleh inflasi.
Kenaikan harga bensin akibat perang Iran memperburuk situasi tersebut karena rumah tangga miskin mengalokasikan proporsi pendapatan lebih besar untuk energi dan transportasi.
“Saya pikir yang terjadi adalah seperti kisah dua ekonomi,” kata Bezos.
“Ada banyak orang di negara ini yang benar benar sejahtera, tetapi ada juga banyak orang di negara ini yang sedang berjuang,” lanjut dia.
Perdebatan soal keadilan pajak
Isu apakah orang kaya membayar pajak secara adil terus menjadi perdebatan besar di AS.
Kelompok konservatif menilai sistem pajak AS sudah cukup progresif karena warga kaya menanggung porsi pajak terbesar.
Data Tax Foundation menunjukkan kelompok 1 persen teratas menyumbang sekitar 21 persen total pendapatan nasional, tetapi membayar hampir 38 persen pajak penghasilan federal.
Namun kelompok progresif menilai angka tersebut belum mencerminkan keseluruhan sistem pajak.
Mereka menyoroti banyak miliarder membayar tarif efektif lebih rendah melalui celah hukum, keuntungan modal, serta struktur investasi tertentu.
Laporan Yale University Budget Lab tahun 2024 menemukan sebagian wajib pajak super kaya hanya membayar tarif efektif sekitar 3 persen, sementara yang lain mencapai 45 persen.
Selain itu, kelompok berpenghasilan rendah dinilai lebih terbebani pajak konsumsi dan pajak gaji seperti Jaminan Sosial.
Pajak Jaminan Sosial AS sendiri hanya dikenakan sampai batas pendapatan 184.500 dollar AS atau sekitar Rp 3,26 miliar per tahun.
Artinya, setelah melewati batas tersebut, warga super kaya tidak lagi membayar kontribusi tambahan Jaminan Sosial.
Tag: #jeff #bezos #soroti #ketimpangan #usul #bebaskan #pajak #warga #berpenghasilan #rendah