Saham Teknologi China Menguat, Lenovo Melonjak 16 Persen
Ilustrasi saham.(SHUTTERSTOCK/FEYLITE)
15:28
22 Mei 2026

Saham Teknologi China Menguat, Lenovo Melonjak 16 Persen

 Saham saham China menguat pada perdagangan Jumat (22/5/2026).

Meski begitu, pasar masih berada di jalur pelemahan mingguan selama dua pekan berturut turut akibat aksi ambil untung di sektor teknologi.

Penguatan pasar kali ini ditopang reli saham teknologi. Sentimen positif terutama datang setelah laporan keuangan Lenovo melampaui ekspektasi analis.

Indeks saham unggulan China CSI300 naik 0,7 persen saat jeda perdagangan siang. Namun, indeks ini masih diperkirakan turun hampir 1 persen secara mingguan.

Kinerja tersebut menjadi yang terburuk dalam hampir dua bulan terakhir.

Indeks Shanghai Composite juga naik 0,5 persen setelah sehari sebelumnya mencatat penurunan terbesar sejak Maret.

Di Hong Kong, indeks Hang Seng menguat 1,2 persen. Penguatan dipimpin saham teknologi setelah Lenovo melonjak 16 persen.

Baca juga: Besok Rebalancing FTSE Russel, Bursa RI Terancam Anjlok Imbas Saham Big Caps Dihapus

Reli AI masih jadi penopang utama

Pasar saham China sepanjang tahun ini banyak ditopang optimisme terhadap kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Antusiasme investor terhadap AI membantu meredam kekhawatiran soal perlambatan ekonomi China yang lebih luas.

BNP Paribas menyebut ekspektasi pendapatan perusahaan di China dan sejumlah negara Asia meningkat tajam. Namun, kenaikan tersebut dinilai sangat bergantung pada sektor teknologi.

“Ini, bagaimanapun, bukanlah cerita yang berbasis luas tetapi hampir seluruhnya didorong oleh siklus super teknologi,” tulis BNP Paribas dalam risetnya.

Bank tersebut memperingatkan reli teknologi berpotensi menjadi sumber risiko baru bagi pasar regional.

“Dalam jangka pendek, itu tetap satu satunya cerita,” lanjut laporan tersebut.

Goldman Sachs juga menilai ekonomi China kini bergerak dalam dua arah berbeda.

Sektor teknologi tumbuh sangat cepat. Sebaliknya, sektor industri tradisional atau ekonomi lama masih menghadapi tekanan.

Baca juga: IHSG Sesi 1 Ditutup Menguat Tipis, 3 Saham Big Caps Masih Tertekan

Harga energi mulai jadi tantangan

Goldman Sachs menilai konflik Timur Tengah dan kenaikan harga energi mulai memberi tekanan pada ekonomi China.

“Konflik Timur Tengah yang sedang berlangsung dan harga energi yang lebih tinggi telah berdampak negatif pada ekonomi China,” tulis Goldman Sachs.

Meski begitu, bank investasi asal AS tersebut menilai ekonomi China masih cukup tangguh menghadapi lonjakan harga minyak.

“Ekonomi China sejauh ini lebih fleksibel dari yang diperkirakan dalam beradaptasi dengan harga minyak yang lebih tinggi,” lanjut mereka.

Goldman juga meminta investor mencermati perkembangan ekspor China yang selama ini menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi.

Selain itu, mulai muncul sinyal pemulihan di sektor properti, terutama di kota kota besar.

Saham chip kembali melonjak

Saham teknologi China kembali bangkit setelah sempat terkoreksi tajam sehari sebelumnya.

Indeks ChiNext di Shenzhen, yang banyak diisi perusahaan startup dan teknologi, melonjak 2 persen.

Indeks elektronik CSI juga naik 2 persen.

Di Hong Kong, indeks teknologi Hang Seng Tech menguat 2 persen.

Indeks saham produsen chip bahkan melonjak hampir 4 persen.

Kondisi ini menunjukkan investor masih melihat sektor teknologi sebagai penopang utama pasar saham China, meski tekanan terhadap ekonomi secara keseluruhan belum benar benar hilang.

Tag:  #saham #teknologi #china #menguat #lenovo #melonjak #persen

KOMENTAR