Pelatihan Penguatan Moderasi Beragama Mulai Menyasar ASN di Luar Kemenag
Kepala Balitbang-Diklat Kemenag Suyitno memberikan sambutan pada pelatihan Instruktur Nasional PMB 2024 di Ciputat. (Hilmi/Jawa Pos)
14:08
13 Mei 2024

Pelatihan Penguatan Moderasi Beragama Mulai Menyasar ASN di Luar Kemenag

 

–Upaya pemerintah meningkatkan penguatan moderasi beragama (PMB) semakin luas. Kali ini tidak hanya menyasar aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Agama (Kemenag). Tetapi juga ASN di kementerian dan lembaga lain. 

Seperti pada kegiatan pelatihan Instruktur Nasional (Inas) PMB 2024 di Ciputat, Banten, pada Minggu (12/5). Total pelamar mencapai 1.325 orang. Namun yang lolos seleksi mengikuti pelatihan sebagai Inas PMB hanya 60 orang.

Kepala Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan Balitbang Diklat Kemenag Mastuki menyampaikan, apresiasi atas partisipasi peserta dalam pelatihan itu. Peserta pelatihan mewakili berbagai agama. Mulai dari Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Buddha, dan Konghucu.

”Para peserta juga mencerminkan keberagaman jenis kelamin dan latar belakang lembaga, dengan sejumlah besar peserta berasal dari luar Kementerian Agama,” kata Mastuki. 

Menurut Mastuki, para peserta mewakili berbagai lembaga. Seperti Balai Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan HAM, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, BBGP Jawa Barat, BNPT Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Barat, Kesbangpol, Lembaga Administrasi Negara, Kementerian Dalam Negeri, dan Pusdiklat Aparatur Perdagangan. Para peserta itu, telah diberikan mandat tugas oleh pimpinan masing-masing lembaga. 

Mastuki menyoroti perbedaan signifikan dalam kepesertaan pelatihan. Pelatihan kali ini dibandingkan dengan pelatihan sebelumnya, lebih banyak peserta dari luar Kementerian Agama.

Warisan Dokumenter P3GI Masuk MOWCAP UNESCO, Pj Gubernur Adhy: Ini Dedikasi Jawa Timur bagi Bangsa Indonesia

”Hal ini sesuai dengan rencana dan rencana tindakan implementasi Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2023,” imbuh Mastuki. 

Dalam laporannya, peran organisasi kemasyarakatan keagamaan juga ditekankan sebagai calon instruktur nasional. Bersama dengan instruktur nasional yang sudah ada. Seperti Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia, Generasi Muda Konghucu Indonesia, Gereja Kristen Pasundan, dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah. 

Pelatihan yang dilaksanakan secara maraton dari 11 hingga 20 Mei. Melibatkan tahap praktik analisis fenomena sosial keagamaan di lokasi-lokasi seperti Gereja Kristen Indonesia Yasmin, dan Masjid Imam bin Hambal di Bogor. Workshop akhir akan dipimpin tim Alisa Wahid. Kemudian juga dari berbagai narasumber terkemuka seperti Prof. Sahiron, KH Nahai, dan Lukman Hakim Saifudin. 

”Dengan keberhasilan peserta yang lulus, kami berharap dapat memperkuat barisan instruktur nasional moderasi beragama,” kata Mastuki.

Kepala Balitbang-Diklat Kemenag Suyitno mengatakan, pelatihan Inas PMB angkatan IV dan V 2024, merupakan pelatihan level tertinggi. Pelatihan itu berlandas pada kebutuhan negara atau kebutuhan institusi. 

”Pada pelatihan ini akan penyamaan persepsi dalam menanamkan moderasi beragama kepada para dosen, aktivis, organisasi masyarakat, dan para pejabat eselon II pada kementerian dan lembaga,” kata Suyitno.

Dia menjelaskan dengan menitikberatkan pada kebutuhan institusi, pelatihan ini dianggap sebagai langkah terdepan dalam upaya memperkuat moderasi beragama di Indonesia. Nanti dilakukan pretest dan diakhiri dengan posttest untuk mengukur kognitifnya, supaya tidak ada miss perception

Selain teori, pelatihan Inas PMB juga melibatkan studi lapangan sebagai studi empiris untuk memahami secara langsung kehidupan moderasi beragama dalam berbagai konteks. Agar ketika ada kasus serupa, para instruktur itu memiliki pemahaman yang mendalam terhadap karakteristik dan mampu mengatasi.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah

Tag:  #pelatihan #penguatan #moderasi #beragama #mulai #menyasar #luar #kemenag

KOMENTAR