



Pilkada Mamberamo Tengah Rusuh, Kapolres AKBP Rahman Kena Panah di Pipi Kiri, 94 Warga Alami Luka Panah
- Kapolres Mamberamo Tengah AKBP Rahman terkena panah di bagian pipi kiri. Akibat panah pula, seorang warga bahkan terluka persis di mata kanannya.
Semuanya buntut kerusuhan terkait pilkada yang terjadi di Mamberamo Tengah, Papua Pegunungan, dan Puncak Jaya, Papua Tengah. Di Puncak Jaya, seorang warga lainnya juga terkena panah di kaki kiri. Lalu, satu korban lainnya terkena sabetan senjata tajam di dada.
Total 113 orang tercatat menjadi korban kerusuhan antardua kelompok di Puncak Jaya yang berlangsung sejak Rabu (27/11). Sebanyak 40 rumah dan satu honai juga dibakar.
Mengutip Cenderawasih Pos, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Papua Tengah menyatakan, dari 113 warga terluka, 18 di antaranya harus dirujuk ke Kota Jayapura dan Mimika. Sementara itu, Polda Papua menyebut, dari keseluruhan korban, 94 di antaranya terluka akibat panah.
Kabidhumas Polda Papua Kombespol Ignatius Benny Ady Prabowo mengatakan, penyebabnya adalah perebutan suara dari sistem noken. Sistem tersebut digunakan khusus untuk sejumlah kabupaten di Papua Tengah dan Papua Pegunungan.
”Masyarakat dari Distrik Irimuli tidak setuju. Akhirnya situasi pecah,” jelas Benny.
Ketegangan di Papua Pegunungan
AKBP Rahman. (Humas Polda Papua)
Sementara itu, di Kabupaten Mamberamo Tengah, terjadi vandalisme oleh massa pendukung salah satu calon bupati yang menuntut agar Pj bupati Mamberamo Tengah tidak boleh ada di kantor Panitia Pemilihan Daerah (PPD) Distrik Kobakma. Sebab, mereka curiga terjadi intervensi dalam proses pemungutan suara.
Saat situasi tegang, Kapolres Mamberamo Tengah AKBP Rahman terkena panah yang tembus di bagian pipi kanan. Kemarin dia sudah ditangani di RS Bhayangkara Kota Jayapura. Sebelumnya, dia dirawat di RSUD Lukas Enembe, Mamberamo Tengah.
Benny tidak menjelaskan kronologi kericuhan yang membuat AKBP Rahman terluka. Korban diduga hendak mengamankan aksi massa saat terkena anak panah.
Mengenai penyebab massa bertindak rusuh, Benny menyebut karena ada dugaan intervensi dalam proses pemungutan suara. ”Dugaannya seperti itu. Ada intervensi dan akhirnya kubu yang tidak terima melakukan protes hingga terjadi keributan antarmassa pendukung dan Kapolres ikut menjadi korban,” kata Benny.
Karumkit RS Bhayangkara Jayapura Kompol Adhika Nur membenarkan bahwa AKBP Rahman kini ditangani di rumah sakit yang dia pimpin. ”Saat ini kondisinya sudah sadar dan sedang dirawat di ruang rawat inap,” ungkap Adhika. (kar/rel/ade/c19/ttg)
Tag: #pilkada #mamberamo #tengah #rusuh #kapolres #akbp #rahman #kena #panah #pipi #kiri #warga #alami #luka #panah