Menkes Minta RS dan Klinik Jujur Isi Sensus Ekonomi: Jangan Takut Data Dipakai untuk Pajak
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (Suara.com/Lilis)
13:40
11 Juni 2026

Menkes Minta RS dan Klinik Jujur Isi Sensus Ekonomi: Jangan Takut Data Dipakai untuk Pajak

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta seluruh pelaku usaha di sektor kesehatan, mulai dari rumah sakit, puskesmas, klinik, apotek, laboratorium, hingga praktik dokter mandiri, untuk berpartisipasi dalam Sensus Ekonomi 2026 dan menyampaikan data secara jujur.

Permintaan itu disampaikan Budi saat memberikan sambutan dalam pembukaan sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 bersama Badan Pusat Statistik (BPS).

Menurut Budi, data yang akurat dibutuhkan pemerintah untuk menyusun kebijakan yang tepat bagi industri kesehatan. Karena itu, ia meminta para pelaku usaha tidak khawatir data yang disampaikan akan digunakan untuk kepentingan lain, termasuk perpajakan.

“Data ini dijamin kerahasiaannya, jadi gak usah takut-takut, 'saya jualannya 1 triliun, cuma kalau nanti saya masukin saya dikejar pajak. Soalnya saya laporinnya ke pajak cuma 600 miliar'. Udah itu gak ada hubungannya," ucap Budi kepada para perwakilan RS dan klinik yang hadir di kantor Kemenkes, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Menurut Budi, ketidakakuratan data justru dapat merugikan pelaku usaha sendiri karena pemerintah berpotensi menyusun kebijakan yang tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

Ilustrasi Rumah Sakit. Menghapus sistem kelas rawat inap dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan menggantinya dengan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) satu ruang perawatan, menuai gelombang penolakan. (Unsplash)Ilustrasi Rumah Sakit. (Unsplash)

Data yang akurat juga diperlukan untuk memahami kapasitas dan kebutuhan industri kesehatan dalam negeri sehingga kebijakan yang dihasilkan dapat mendukung pertumbuhan sektor tersebut.

“Kalau kita punya data yang benar, kita bisa mengambil kebijakan yang benar. Untuk sama-sama tumbuh. Kalau data yang masuk yang salah, kita ambil kebijakannya nanti juga jadi salah," ucap Budi.

Dalam kesempatan itu, Budi meminta asosiasi sektor kesehatan mengerahkan seluruh anggotanya untuk berpartisipasi dalam pendataan yang dilakukan BPS.

Ia menyebut terdapat sekitar 3.200 rumah sakit, 10.000 puskesmas, 15.000 klinik, 12.000 apotek, 6.000 laboratorium, serta ribuan praktik dokter mandiri yang diharapkan ikut dalam Sensus Ekonomi 2026.

Menurutnya, hasil pendataan tersebut akan menjadi salah satu dasar pemerintah dalam menyusun regulasi yang dapat mendorong pertumbuhan industri kesehatan sekaligus mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional.

Editor: Bella

Tag:  #menkes #minta #klinik #jujur #sensus #ekonomi #jangan #takut #data #dipakai #untuk #pajak

KOMENTAR