Nadiem Buka-bukaan soal Grup Whatsapp “Mas Menteri Core Team”, Bantah Dipakai Bahas Chromebook
Eks Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim menjalani persidangan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (11/5/2026)(KOMPAS.com/Fristin Intan Sulistyowati )
14:18
11 Mei 2026

Nadiem Buka-bukaan soal Grup Whatsapp “Mas Menteri Core Team”, Bantah Dipakai Bahas Chromebook

Eks Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, menjelaskan pembentukan grup WhatsApp yang menjadi sorotan dalam persidangan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (11/5/2026).

Dalam persidangan, jaksa penuntut umum (JPU) menyinggung keberadaan grup "Mas Menteri Core Team" dan "Education Council", disebut telah dibentuk sebelum Nadiem dilantik menjadi menteri.

Kedua grup tersebut beranggotakan sejumlah teman Nadiem, tiga di antaranya adalah Jurist Tan, Najeela Shihab, dan Fiona Handayani.

Baca juga: Nadiem Makarim Bantah Masih Terlibat di Gojek Setelah Jadi Menteri

Ketiga nama tersebut diketahui pernah bekerja di Yayasan Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (PSPK).

Menanggapi hal itu, Nadiem membantah asumsi bahwa grup tersebut dibentuk untuk membahas pengadaan Chromebook maupun proyek tertentu di Kemendikbudristek.

“Begitu kagetnya saya pada saat kasus ini dimulai, bahwa diumumkan oleh pihak Kejaksaan bahwa di dalam grup WhatsApp tersebut sebelum menjadi menteri sudah dibahas mengenai pengadaan TIK atau Chromebook, yang ternyata tidak terjadi sama sekali dan tidak ada chat-nya,” ujar Nadiem.

Nadiem menjelaskan grup tersebut dibentuk setelah dirinya mendapat informasi memiliki peluang kuat menjadi Menteri Pendidikan.

Baca juga: Momen Dokter Jelaskan Kesehatan Nadiem Makarim di Sidang Korupsi Chromebook

“Saya pertama kali bertemu dengan Fiona, Najelaa, bahkan Ibam, itu semuanya pada saat saya sudah diberikan informasi bahwa saya ada kemungkinan besar akan dilantik menjadi Menteri Pendidikan,” kata Nadiem.

Ia mengaku mulai mencari sosok-sosok yang dianggap memiliki kompetensi di bidang pendidikan dan pemerintahan.

“Kalau saya orang yang bertanggung jawab, kalau saya orang yang ingin mempersiapkan diri, tentunya saya harus mencari pakar-pakar orang di bidang pendidikan maupun di bidang pemerintahan,” ucapnya.

“Siapa nama-nama itu? Ya itu orang-orang dalam grup itu,” lanjut Nadiem.

Menurut Nadiem, grup tersebut dibentuk untuk membahas arah kebijakan pendidikan secara umum, bukan pengadaan proyek tertentu.

“Di dalam grup tersebut kami membahas garis-garis besar kebijakan-kebijakan yang pada saat ini dianggap bisa mengatasi permasalahan terbesar dalam kebijakan dalam sistem pendidikan kita,” ujarnya.

Baca juga: Lusa Dioperasi, Nadiem Makarim Tetap Jalani Sidang Kasus Chromebook Hari Ini

Ia juga menegaskan pembahasan di dalam grup lebih banyak berkaitan dengan kurikulum dan strategi digitalisasi pendidikan.

“Di dalam chat itu terang benderang tersebut bahwa kita membahas kurikulum, kita membahas strategi digitalisasi,” kata Nadiem.

“Apa itu digitalisasi? Itu adalah pembangunan aplikasi, dan lain-lain,” sambungnya.

Dalam persidangan, Nadiem juga menyebut mayoritas anggota grup memiliki latar belakang pendidikan dan pemerintahan dengan reputasi yang baik.

“Dari latar belakang pendidikan, pemerintahan, dan juga reputasi yang sangat bersih dan sangat idealis, mereka dikumpulkan di dalam grup itu,” ujar Nadiem.

“Jadi itulah alasannya kenapa grup itu dibangun,” tambahnya.

Tag:  #nadiem #buka #bukaan #soal #grup #whatsapp #menteri #core #team #bantah #dipakai #bahas #chromebook

KOMENTAR