Dokter Myta Tak Dapat Libur Selama Magang di RS Jambi, Anggota DPR: Ini Perbudakan!
- Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Chaniago mengecam dugaan eksploitasi dokter magang dr Myta Aprilia Azmy, yang disebut tidak pernah mendapatkan hari libur selama menjalani internship di RSUD KH Daud Arif, Jambi.
Irma bahkan menyebut kondisi yang dialami dr Myta sudah menyerupai “perbudakan” dan meminta kasus tersebut dibawa ke jalur hukum, apabila hasil investigasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terbukti benar.
“Dokter kok tidak cerdas. Coba tempatkan dirinya di posisi almarhum. Ini sudah bukan sekadar kelalaian, tapi ini sudah ‘perbudakan’ jatuhnya, dan wajib dibawa ke jalur hukum,” kata Irma, saat dihubungi, Jumat (8/5/2026).
Politikus Partai Nasdem itu menilai harus ada pihak yang bertanggung jawab, apabila dokter pembimbing maupun manajemen rumah sakit terbukti membiarkan dokter magang bekerja melampaui batas hingga berdampak fatal.
Baca juga: Dorongan Evaluasi Jam Kerja Dokter Magang Usai Kasus dr Myta di Jambi
“Perlu ada sanksi hukum pidana, karena korbannya meninggal akibat kerja paksa,” ujar Irma.
Irma juga mempertanyakan fungsi dokter pembimbing dan manajemen rumah sakit dalam mengawasi beban kerja dokter megang.
“Tentu dengan kejadian ini kami mempertanyakan di mana dan apa fungsi dokter pembimbing dan manajemen Rumah Sakit. Jika hasil investigasi tersebut benar, maka harus ada yang bertanggung jawab dan wajib dibawa ke jalur hukum karena sudah terjadi korban jiwa,” kata Irma.
Menurut dia, kasus meninggalnya dr Myta harus menjadi peringatan keras bagi rumah sakit maupun dokter pendamping di mana pun, agar tidak lagi mengabaikan kesehatan dokter muda.
“Ini harus jadi preseden bagi semua rumah sakit dan para dokter pembimbing. Ada kewajiban dokter pembimbing untuk memperhatikan kesehatan dan jam kerja, jangan malah dimanfaatkan,” pungkas Irma.
Diberitakan sebelumnya, meninggalnya seorang dokter magang lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri), dr. Myta Aprilia Azmy, menyisakan pilu sekaligus pertanyaan besar bagaimana kondisi kerja dokter muda di lapangan.
Baca juga: Pekan Depan, Komisi IX DPR Panggil Kemenkes Bahas Kasus Meninggalnya Dokter Myta
Mulai magang Agustus 2025, Myta diduga diberikan beban kerja berlebih dan perlakuan tidak manusiawi selama bertugas hingga akhirnya ia sakit dan tutup usia, pada Jumat (1/5/2026).
Dia menjalani tugasnya sebagai dokter magang (internship) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KH Daud Arif, Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi.
Pada Agustus 2025, Myta mengikuti medical check up (MCU) sebelum menjalani magang dan hasil pemeriksaan dinyatakan kondisinya sehat.
Pada 27 April 2026, Myta dilarikan RSUP Dr Mohammad Hoesin Palembang dan dirawat di ruang isolasi infeksi sebelum akhirnya ke ICU karena kondisi napasnya semakin berat.
Setelah menjalani perawatan intensif selama beberapa hari, Myta dinyatakan meninggal dunia pada 1 Mei 2026 akibat kondisi paru-paru berat.
Setelah melakukan investigasi mendalam, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan penyebab kematian Myta yang berawal dari sakit demam, batuk dan pilek, akibat dugaan kerja yang berlebihan.
Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Kemenkes Yuli Farianti mengungkapkan bahwa dokter internship di Kuala Tungkal, termasuk dr Myta, diketahui tidak pernah mendapatkan hari libur.
Baca juga: Pesan Suara Terakhir Dokter Myta Sebelum Meninggal: Aku Enggak Kuat...
“Hari libur minimal itu satu hari libur setiap minggu. Kalau kejadian di Kuala Tungkal, tidak pernah ada hari libur, Sabtu sampai Minggu mereka masuk,” kata Yuli dalam konferensi pers di Kantor Kemenkes, Jakarta Selatan, Kamis (7/5/2026).
Menurut Yuli, para dokter magang tetap diminta melakukan visite bangsal selama 2-3 jam pada hari Minggu, yang seharusnya menjadi waktu libur.
Yuli menuturkan, aturan jam kerja dokter magang sebenarnya maksimal 40 jam per minggu atau delapan jam per hari dan toleransi penambahan waktu 20 persen.
Namun, kata dia, toleransi tambahan jam kerja itu kerap disalahgunakan oleh dokter pendamping dengan alasan untuk mengejar capaian kinerja.
“Pendamping selalu memberikan reason kepada anak-anak internship, ini supaya kinerja kamu tercapai gitu. Nah, oleh karena itu anak-anak sepertinya ditakut-takutkan seperti itu, akhirnya mereka mengerjakan,” kata Yuli.
Tag: #dokter #myta #dapat #libur #selama #magang #jambi #anggota #perbudakan