Menko Polkam Minta Daerah Waspadai Karhutla Jelang Kemarau 2026
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago(tengah) didampingi Menteri Kehutanan Raja Juli (kanan) dan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) RI, Dudung Abdurachman, usai menghadiri apel siaga karhutla di Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (6/5/2025). (KOMPAS.com/AJI YK PUTRA)
11:02
8 Mei 2026

Menko Polkam Minta Daerah Waspadai Karhutla Jelang Kemarau 2026

- Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago, meminta pemerintah daerah mempercepat langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjelang musim kemarau 2026.

Dalam hal ini, pemerintah mengaktifkan kembali Desk Koordinasi Penanggulangan Karhutla 2026.

Menurut Djamari, langkah itu dilakukan untuk memperkuat koordinasi antarkementerian, lembaga, dan pemerintah daerah dalam pengendalian karhutla, mulai dari pemantauan hingga evaluasi kebijakan.

“Seluruh komponen bangsa harus terus memperkuat kesiapsiagaan, meningkatkan mitigasi, dan membangun kerja sama yang solid agar karhutla dapat ditekan hingga ke titik minimal,” kata Djamari, dikutip dari laman resmi Kemenko Polkam, Jumat (8/5/2026).

Baca juga: Tren Karhutla di Sumsel Turun, Menko Polkam: Jangan Bangga, Ini Kejadian Berulang

Ia mengatakan South Sumatra menjadi salah satu wilayah yang rawan karhutla karena memiliki lahan gambut dan riwayat kebakaran yang berulang.

Kondisi itu, kata dia, diperparah dengan prediksi musim kemarau yang datang lebih awal tahun ini.

Ia mengacu pada prakiraan BMKG yang menyebut musim kemarau di Sumatera Selatan mulai terjadi pada Mei 2026 dengan kondisi lebih kering.

Puncak musim kemarau diperkirakan berlangsung pada Agustus.

Baca juga: BMKG Prediksi Jawa Barat Masuk Kemarau Mei 2026, BPBD Waspadai Kekeringan dan Karhutla

Karena itu, Djamari meminta kepala daerah di wilayah rawan karhutla segera mengaktifkan posko siaga, memperkuat patroli terpadu, memetakan daerah rawan, serta menyiapkan personel dan peralatan.

“Jangan menunggu api membesar. Seluruh daerah rawan karhutla harus bergerak lebih awal, lebih cepat, lebih terpadu, dan lebih tegas agar potensi karhutla dapat dicegah sejak dini,” tegasnya.

Baca juga: KSP Dudung: Masyarakat-Pemerintah Satu Komando untuk Tangani Karhutla

Djamari juga meminta masyarakat ikut terlibat dalam pencegahan karhutla, termasuk melaporkan titik api maupun aktivitas pembakaran lahan.

Menurut dia, keterlambatan penanganan satu titik api bisa memicu kebakaran yang lebih luas saat musim kemarau.

Tag:  #menko #polkam #minta #daerah #waspadai #karhutla #jelang #kemarau #2026

KOMENTAR