Sumur Bor Terus Bertambah, Air Bersih Mengalir di Wilayah Terdampak Bencana Sumatera
- Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera terus menambah fasilitas sumur bor untuk menopang kebutuhan air bersih bagi penyintas bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).
Berdasarkan data Satgas PRR per 31 Maret 2026, dari 1.490 sumur bor yang akan dibangun di tiga daerah terdampak, 958 di antaranya telah selesai dibangun dan 548 lainnya sedang dalam proses pembangunan.
Di Aceh, sebanyak 728 dari 1.091 sumur bor telah rampung dibangun. Di Sumut, realisasinya mencapai 135 dari 218 sumur bor, sedangkan di Sumbar sebanyak 95 dari 181 sumur bor telah selesai dibangun.
Baca juga: Atasi Lubang Raksasa 3 Hektare di Aceh Tengah, Pemerintah Bangun Sumur Bor dan Irigasi Tetes
Capaian tersebut meningkat signifikan dibandingkan data yang dihimpun pada 1 Maret 2026. Sebelumnya, tercatat baru 369 sumur bor yang dibangun di Aceh, 84 sumur bor di Sumut, dan 21 sumur bor di Sumbar.
Percepatan pembangunan sumur bor di tiga daerah terdampak tidak terlepas dari kerja sama lintas sektor pemerintah, antara lain Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD), Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Baca juga: Jelang Ramadhan, Mahasiswa STIK 83 Bangun 12 Sumur Bor di Aceh
Pentingnya pembangunan sumur bor
Sumur bor merupakan sarana dan prasarana krusial penunjang kebutuhan air bersih bagi penyintas bencana untuk memenuhi keperluan sehari-hari, mulai dari konsumsi, memasak, mandi, hingga menunjang aktivitas ibadah.
Ketua Satgas (Kasatgas) PRR Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian mengatakan bahwa percepatan pembangunan sumur bor penting dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar penyintas bencana.
Langkah tersebut bertujuan mencegah munculnya krisis kesehatan serta membantu pemulihan kehidupan penyintas bencana Sumatera.
Tito juga mengapresiasi kolaborasi lintas sektor yang telah bergotong royong membangun fasilitas air bersih.
Baca juga: Bantu Korban Galodo, Jaringan Air Bersih 4,1 Km Dibangun di Agam
Menurutnya, kebutuhan air bersih menjadi hal mendesak mengingat jaringan air dan sanitasi mengalami kerusakan akibat bencana longsor dan banjir yang melanda Sumatera pada akhir 2025.
"Terima kasih banyak kepada PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), Danantara, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), (telah menginisiasi) pembuatan sumur bor dan mandi cuci kakus (MCK)," ujar Tito dalam siaran persnya, Selasa (31/3/2026).
Untuk MCK, lanjut dia, telah tersedia 80 persen. Meski demikian, masih diperlukan banyak sumur bor karena sejumlah jaringan pipa air minum putus akibat banjir dan longsor.
Pernyataan tersebut disampaikan Tito dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri terkait Perkembangan Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Provinsi Aceh, Sumut, dan Sumbar di Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Jakarta, Jumat (27/2/2026).
Baca juga: Hadiri Rakortas Tingkat Menteri, Mendagri Uraikan Peran Pemda dalam Pelaksanaan PSEL
Tag: #sumur #terus #bertambah #bersih #mengalir #wilayah #terdampak #bencana #sumatera