Anggota DPR Sentil Menpar: Kementerian Jangan Kayak Event Organizer
- Anggota Komisi VII DPR RI Yoyok Sudibyo mengingatkan Kementerian Pariwisata tidak terjebak pada kegiatan seremonial dan penyelenggaraan acara semata selayaknya event organizer (EO).
Hal itu disampaikan Yoyok saat menyoroti arah kebijakan Kementerian Pariwisata yang dinilainya belum sepenuhnya berfungsi sebagai mesin ekonomi nasional dalam rapat kerja bersama Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Rabu (4/2/2026).
“Jangan pula kementerian Ibu itu nantinya malah justru, mohon maaf nih ya, kayak sebagai EO saja itu lho. Jadi semacam event organizer nasional gitu. Luar biasa gemanya, cuma enggak sampai lagi ke pelaku-pelaku wisata yang ada di bawahnya,” kata Yoyok di Gedung DPR RI.
Yoyok mengakui sektor pariwisata kerap diklaim sebagai penyumbang devisa dan penyerap tenaga kerja yang besar.
Baca juga: Rapat di DPR, Menpar Beberkan Manfaat 154 Penghargaan di Sektor Pariwisata
Namun, dia menilai kebijakan yang dijalankan sepanjang tahun lalu masih memiliki banyak celah kekurangan.
“Cuman kebijakan-kebijakan yang Ibu ambil tahun kemarin, itu kan masih banyak celah dan bolongnya, Bu, dan saya harapkan di 2026 nanti, kebijakan yang Ibu ambil ini semestinya merupakan kebijakan sebagai mesin ekonomi,” ujar dia.
Menurut Yoyok, penyerapan anggaran ke depan harus benar-benar menyentuh pelaku wisata di tingkat bawah, bukan justru habis untuk kegiatan internal kementerian.
“Penyerapan anggaran yang akan datang ini harus benar-benar sampai ke pelaku wisata ke bawah, Bu. Jangan sampai malah habis anggaran yang digunakan ke dalam kementerian Ibu sendiri atau bahkan yang paling tinggi levelnya misalkan ada seminar sana-seminar sini,” kata Yoyok.
Baca juga: Menpar Bantah Isu Bali Sepi Wisatawan, Kunjungan Tembus 12,2 Juta pada 2025
Dia kemudian menyinggung banyaknya obyek wisata milik pemerintah daerah dan desa wisata yang gagal berkembang, meski dibangun dengan dana negara.
“Ibu tahu enggak data pemda yang punya obyek wisata yang pada bangkrut? Duit negara lho itu. Ibu tahu enggak desa wisata yang dibuat oleh dana desa yang habis? Duit negara lho itu,” ujarnya.
Setelahnya, Yoyok mencontohkan pengelolaan obyek wisata Umbul Ponggok di Klaten, Jawa Tengah, yang dinilainya berhasil memberi manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat desa.
“Ibu tahu enggak Umbul Ponggok? Satu obyek wisata bisa ngasih dividen seluruh KK yang ada di desa itu. Pernah enggak Ibu buat seminar desa suruh ngomong, untuk memimpin seminar. Ini contoh, Bu,” kata dia.
Selain soal anggaran, Yoyok juga mengkritik persoalan mahalnya harga tiket transportasi yang dinilai menghambat pertumbuhan pariwisata nasional.
Baca juga: Menpar Disindir Lagi karena Jawab Pertanyaan Anggota DPR Lewat Medsos
“Faktanya tiket sekarang mahal bangetlah dan tidak bisa digunakan untuk menunjang pariwisata. Itu fakta, Bu,” ujar Yoyok.
Dia menambahkan, meski pembangunan infrastruktur terus dilakukan, masih banyak akses menuju obyek wisata yang kondisinya rusak, ditambah persoalan perizinan yang rumit serta fasilitas pendukung yang tidak memadai.
“Infrastruktur oke sudah banyak. Faktanya kan masih terlalu banyak infrastruktur yang ke obyek wisata yang rusak, Bu. Izin masih ribet, fasilitas penunjang ini malah hancur-hancuran, Bu, terutama WC dan lain sebagainya,” kata dia.
Di samping itu, Yoyok juga menyoroti aspek keamanan pariwisata yang dinilai belum menjadi perhatian serius Kementerian Pariwisata, khususnya terkait peran polisi wisata.
“Satu pun Ibu tidak menyinggung tentang polisi wisata. Masih ada enggak sih itu? Kalau polisi wisata itu diajukan, saya yakin efeknya akan lebih bagus, Bu,” ujar Yoyok.
Baca juga: Bantah Disemprot DPR, Menpar Widiyanti: Kami Baik-baik Saja
Dia menyinggung sejumlah insiden kecelakaan di kawasan wisata, seperti kecelakaan jip di Bromo hingga pengalamannya mengikuti ajang internasional UTMB di Danau Toba.
“Di Bromo itu jip nyemplung sudah berapa, Bu? Saya baru ngikuti event internasional di Toba, Bu. Waktu saya ikut UTMB di Toba, kacau. Ini fakta,” kata Yoyok.
Di akhir pernyataannya, Yoyok menyampaikan penilaian pribadinya terhadap kinerja Menteri Pariwisata sejauh ini.
“Kalau saya boleh menilai 100, nilai secara ujian benar semua kan 100, saya menilai Ibu masih 50,” jelas Yoyok.
Meski demikian, dia tetap mendorong Widiyanti untuk memanfaatkan kapasitas dan jejaring lintas kementerian guna memperbaiki sektor pariwisata nasional.
“Ini kalau Ibu gunakan, pakai untuk bisa menembus seluruh kementerian yang ada hubungannya dengan Ibu, ini kan sangat luar biasa,” pungkasnya.
Tag: #anggota #sentil #menpar #kementerian #jangan #kayak #event #organizer