55 Hari Bencana Sumatera, Dompet Dhuafa Tembus Dusun Terisolasi di Linge 
Perjuangan tim Dompet Dhuafa dan Is Pusakata saat menerjang Sungai Kalaili demi mengantar amanah bantuan di Linge, Aceh Tengah, Selasa (20/1/2026). (DOK. Humas Dompet Dhuafa)
10:04
29 Januari 2026

55 Hari Bencana Sumatera, Dompet Dhuafa Tembus Dusun Terisolasi di Linge 

-  Bayangkan hidup selama 55 hari tanpa cahaya lampu, tanpa air bersih, dan akses jalan yang terputus total dari dunia luar. Itulah realitas pahit yang masih dialami warga Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, hingga Selasa (20/1/2026).

Koordinator Respon Banjir Sumatera di Aceh Tengah Barqu mengatakan, timnya harus menyeberangi Sungai Kalaili untuk mencapai Dusun Jamat. 

“Padahal dari sini sudah sekitar satu jam lagi kami sampai di lokasi,” ungkapnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (29/1/2026). 

Konvoi tim Dompet Dhuafa bersama musisi Is Pusakata tiba di Dusun Jamat, Kecamatan Linge, sekitar pukul 19.30 WIB.

Perjalanan tersebut memakan waktu hampir 10 jam, dimulai sejak pukul 10.00 WIB dari Pos Satelit Dompet Dhuafa di Takengon.

Sepanjang perjalanan, tim menghadapi berbagai kondisi ekstrem, mulai dari badan jalan yang amblas, lumpur dan batu sisa longsor, hingga harus menerjang Sungai Kalaili.

Baca juga: Bantu Pemulihan Penyintas Bencana, Dompet Dhuafa Resmikan 5 Unit Rumtara di Aceh Tamiang

“Kendala menyeberangi sungai ini juga luar biasa karena melawan arus sungai dan batunya besar-besar, armada ambulans kami juga sempat tertahan batu besar,” jelas Barqu.

Di lokasi tersebut, tim Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa turut membantu evakuasi dua armada truk pembawa bantuan kemanusiaan yang terhambat di tengah sungai.

Tim medis Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa juga merespons cepat seorang relawan yang terluka akibat menginjak paku saat proses evakuasi.

“Perjuangan luar biasa melintasi sungai ini. Namun, ini semua demi upaya menyampaikan amanah bantuan para donatur Dompet Dhuafa bagi penyintas di Dusun Jamat. Bagi kami, masyarakat di sini lebih luar biasa menjalani kehidupan di sini,” kata Barqu.

Sebagai informasi, kunjungan tim Dompet Dhuafa di Linge menandai hari ke-55 pascabencana hidrometeorologi yang terjadi pada 26 November 2025.

Baca juga: Dorong Semangat Pemberdayaan, Dompet Dhuafa Laporkan Capaian Kinerja di Gelaran Indonesia Humanitarian Summit 2025

Dusun-dusun di wilayah pedalaman Linge hingga kini masih jauh dari pulih akibat kerusakan infrastruktur yang parah dan terputusnya banyak akses darat.

Kondisi itu membatasi mobilitas dan aktivitas warga yang mayoritas bermata pencaharian sebagai petani.

Salah satu penyintas banjir bandang di Dusun Jamat, Hendra, mengungkapkan desanya masih gelap karena listrik belum kembali menyala sejak banjir terjadi.

“Mencekamlah, bantuan mesin genset itu baru tiba dua minggu kemudian. Air pun sama, masih kotor sampai sekarang sejak awal banjir. Lahan pertanian dan rumah kami juga hancur kena longsor,” ungkapnya. 

Sahabat baik dapat mengambil peran dalam memperkuat solidaritas kemanusiaan bagi para penyintas banjir bandang di Sumatera. 

Baca juga: Konsisten Jaga Kepercayaan Publik, Dompet Dhuafa Catat Capaian Gemilang pada 2025

Setiap donasi akan membantu menyediakan berbagai kebutuhan hingga pemulihan jangka panjang. Salurkan bantuan terbaikmu melalui tautan berikut.

Tag:  #hari #bencana #sumateradompet #dhuafa #tembus #dusun #terisolasi #linge

KOMENTAR