BGN Akui Sejumlah Dapur MBG Cianjur Belum Sesuai Standar, Apa Sebabnya?
Badan Gizi Nasional (BGN) kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke empat dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (20/1/2026) dini hari.(KOMPAS.com/HARYANTI PUSPA SARI)
19:14
20 Januari 2026

BGN Akui Sejumlah Dapur MBG Cianjur Belum Sesuai Standar, Apa Sebabnya?

- Badan Gizi Nasional (BGN) mengakui sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat belum sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam pelaksanaan program MBG. Apa sebabnya?

Tenaga Ahli Investigasi BGN, Herman Susilo mengatakan, hal ini terjadi berkaitan dengan fase percepatan pembangunan dapur pada awal tahun 2025.

“Ini dapur yang berdiri di awal-awal tahun ya, yang bulan Januari 2025 itu dapur percepatan. Kalau sekarang (dapur SPPG) harus sesuai SOP,” kata Herman usai melakukan sidak di sejumlah SPPG di Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (20/1/2026).

Berdasarkan pantauan Kompas.com, Herman dan tim BGN masih menemukan lantai dapur yang belum sesuai SOP. Selain itu, lantai dapur masih basah dan licin.

Herman meminta agar seluruh lantai di dapur SPPG harus berlantai epoxy agar tidak licin dan terhindar dari potensi bakteri.

“Lantai di-epoxy agar tidak licin sehingga menjamin keamanan kerja, Ini lantainya licin dan agak basah,” ujarnya.

Herman juga meminta agar seluruh alat masak tidak menggunakan bahan kayu dan menggantinya dengan bahan logam antikarat atau stainless.

“Kenapa harus stainless? Karena bahan kayu bisa berjamur. Jadi ini tolong diganti,” tuturnya.

Perintah perbaikan dua pekan

Lebih lanjut, Herman mengingatkan keempat dapur SPPG untuk melakukan memperbaiki lantai dan tata pengelolaan ruang penyimpanan selama dua pekan.

“Itu dalam dua pekan harus selesai kalau belum selesai, kita akan keluarkan surat penutupan sementara,” ucap dia.

Tag:  #akui #sejumlah #dapur #cianjur #belum #sesuai #standar #sebabnya

KOMENTAR