6 Fakta Bripda Rio: Desersi Usai Selingkuh dan KDRT, Kabur Jadi Tentara Bayaran Rusia
Bripda Rio desersi, ketahuan gabung tentara bayaran di Rusia [Ist]
10:36
18 Januari 2026

6 Fakta Bripda Rio: Desersi Usai Selingkuh dan KDRT, Kabur Jadi Tentara Bayaran Rusia

Baca 10 detik
  • Bripda Muhammad Rio, personel Satbrimob Polda Aceh, terbukti desersi dan bergabung sebagai tentara bayaran di Rusia berdasarkan pesan WhatsApp.
  • Rio meninggalkan Indonesia melalui Soekarno-Hatta pada Desember 2025, melalui China sebelum akhirnya tiba di zona konflik Rusia.
  • Sebelum desersi, Rio memiliki riwayat pelanggaran etik berat termasuk perselingkuhan dan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Kasus desersi Bripda Muhammad Rio, personel Satbrimob Polda Aceh, menjadi perbincangan hangat setelah dirinya teridentifikasi bergabung dengan unit militer tentara bayaran di Rusia.

Kepolisian telah mengumpulkan berbagai fakta krusial yang memperkuat bukti pelanggaran berat serta kepergiannya ke luar negeri.

Berikut adalah fakta-fakta lengkap terkait perjalanan Bripda Muhammad Rio dari kedinasan Polri hingga menuju garis depan pertempuran di Rusia:

1. Bukti Digital via Pesan WhatsApp

Keterlibatan Rio sebagai tentara bayaran terdeteksi secara langsung melalui pesan WhatsApp yang ia kirimkan sendiri pada Rabu, 7 Januari 2026.

Pesan tersebut ditujukan kepada jajaran internal Satbrimob Polda Aceh, termasuk pihak Provos dan PS Kasubbagrenmin.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Joko Krisdiyanto mengungkapkan bahwa pesan tersebut berisi dokumentasi foto dan video.

"Isi pesan WhatsApp tersebut berupa dokumentasi foto dan video yang menunjukkan bahwa yang bersangkutan telah bergabung dengan divisi tentara bayaran Rusia, serta menggambarkan proses pendaftaran hingga nominal gaji yang diterima dalam mata uang rubel yang dikonversi ke rupiah," kata Joko dalam keterangannya, Sabtu (17/1/2026).

2. Jejak Perjalanan Internasional via China

Berdasarkan data manifes penumpang dan paspor yang dikantongi polisi, Rio meninggalkan Indonesia melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada 18 Desember 2025.

Ia tercatat terbang menuju Shanghai, China, sebelum melanjutkan perjalanan ke Hainan pada 19 Desember 2025, dan akhirnya menuju Rusia.

3. Riwayat Pelanggaran Kode Etik dan KDRT

Kepergian Rio bukan tanpa latar belakang masalah. Sebelum desersi, ia tercatat memiliki rekam jejak indisipliner yang buruk.

Rio pernah tersandung kasus perselingkuhan hingga nikah siri yang membuatnya dijatuhi sanksi mutasi demosi selama dua tahun di Yanma Brimob pada Mei 2025.

Selain itu, Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah menyebut Rio juga pernah dihukum dua kali dalam perkara Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

4. Proses Desersi dan Pencarian Gagal

Rio mulai meninggalkan kedinasan tanpa izin pimpinan sejak 8 Desember 2025. Tim Provos sempat melakukan pencarian fisik ke rumah pribadi dan rumah orang tuanya, namun hasilnya nihil.

Pihak kepolisian juga telah melayangkan dua kali surat panggilan resmi pada akhir Desember 2025 dan awal Januari 2026, yang semuanya diabaikan oleh yang bersangkutan.

5. Pemecatan Secara Tidak Hormat (PTDH)

Melihat akumulasi pelanggaran yang dilakukan, Kapolda Aceh menegaskan bahwa Rio sudah tidak layak lagi menjadi bagian dari institusi Polri. Sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) digelar secara in absentia pada tanggal 8 dan 9 Januari 2026.

Hasilnya, Bripda Muhammad Rio resmi diberhentikan sebagai anggota Polri karena terbukti melakukan desersi dan pelanggaran kode etik berat.

6. Penempatan di Garis Depan Perang

Informasi yang berkembang menyebutkan bahwa saat ini Bripda Rio telah berada di Rusia dan diduga ditempatkan di garis depan dalam konflik bersenjata melawan Ukraina.

Kapolda Aceh menyatakan tidak mengetahui secara pasti apa motif utama di balik keputusan nekat mantan anggotanya tersebut untuk terjun ke medan perang sebagai tentara bayaran.

Editor: M Nurhadi

Tag:  #fakta #bripda #desersi #usai #selingkuh #kdrt #kabur #jadi #tentara #bayaran #rusia

KOMENTAR