Menlu Sugiono Akui Sulit Komunikasi ke Iran di Tengah Gelombang Protes, tetapi Kondisi WNI Aman
Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengakui adanya kendala komunikasi dengan pihak di Iran di tengah gelombang protes dan demonstrasi yang terjadi di negara tersebut.
Kendati demikian, pemerintah memastikan kondisi sebagian besar Warga Negara Indonesia (WNI) di Iran masih relatif aman.
"Komunikasi agak sulit ke Iran," kata Sugiono usai Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026 di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Rabu (14/1/2026).
"Tapi dari informasi terakhir yang saya terima, karena kebanyakan Warga Negara Indonesia di Iran itu adalah pelajar yang terkonsentrasi di (kota) Qom dan Isfahan. Laporan yang sampai ke saya, tentu saja ini juga kita lihat dinamikanya, ya tidak banyak WNI yang terdampak," jelas dia.
Meski begitu, Sugiono mengimbau kepada WNI yang berada di Iran agar tetap waspada, memerhatikan perkembangan situasi, dan menghindari titik demonstrasi.
"Saya juga sudah menyampaikan kepada Dubes (Duta Besar) kita di Teheran untuk mempersiapkan langkah-langkah jika sewaktu-waktu evakuasi itu perlu dilakukan," jelas dia.
Diberitakan sebelumnya, Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Republik Indonesia (RI) menjelaskan situasi terkini demonstrasi rakyat yang melanda negaranya, serta penyebab aksi unjuk rasa itu terjadi.
Dalam siaran pers yang diterima Kompas.com pada Rabu (14/1/2026), Kedubes Iran menyampaikan bahwa aksi massa terjadi menyusul fluktuasi nilai tukar.
Pada Minggu (28/12/2025), demo Iran mulanya pecah di Ibu Kota Teheran yang dilakukan serikat pekerja dan ekonomi, terdiri dari beberapa pengusaha dan pedagang.
"Unjuk rasa itu diadakan dengan motif mata pencarian dan sebagai reaksi dampak negatif fluktuasi mata uang terhadap kegiatan bisnis dan daya beli," jelas Kedubes Iran.
"Tuntutan utama mereka adalah untuk mengembalikan stabilitas pasar dan menerapkan langkah-langkah ekonomi yang efektif."
"Unjuk rasa itu sejak awal bersifat umum. Unjuk rasa berlangsung damai, berorientasi pada serikat pekerja dan tuntutan. Para pengunjuk rasa berusaha menyampaikan tuntutan dengan tenang tanpa mengganggu ketertiban umum," lanjutnya.
Disebutkan pula bahwa Iran berpegang teguh pada hukum dan praktik hak kebebasan berekspresi serta berunjuk rasa secara damai, juga mengakui hak-hak ini dalam kerangka konstitusi dan komitmen internasional, termasuk Kovenan Internasional tentang Hak-hak Sipil dan Politik (ICCPR).
Kedubes Iran turut mengeklaim, semua otoritas dan lembaga terkait memperhatikan tuntutan damai dan sah dari warga negara, menggunakan kapasitas yang dimiliki untuk menangani dan menindaklanjuti tuntutan.
"Dalam konteks ini, tidak ada tindakan yang diambil terhadap para pengunjuk rasa damai," imbuhnya.
Tag: #menlu #sugiono #akui #sulit #komunikasi #iran #tengah #gelombang #protes #tetapi #kondisi #aman