Persiapan Haji 2026: Petugas Didiklat Sebulan, Diwanti-wanti Tak Cuma ''Nebeng'' Haji
Ilustrasi haji 2026. (KOMPAS.COM/MOH.ANAS)
08:26
9 Januari 2026

Persiapan Haji 2026: Petugas Didiklat Sebulan, Diwanti-wanti Tak Cuma ''Nebeng'' Haji

- Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) terus berupaya memaksimalkan persiapan pelaksanaan ibadah haji 1447 Hijriah atau 2026 Masehi.

Dalam agenda Media Briefing di Asrama Haji Jakarta, Kamis (8/1/2026), Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf menyatakan, persiapan ibadah haji 2026 yang hampir rampung.

Salah satu yang dipersiapkan Kemenhaj ialah kesiapan petugas haji 2026 yang bakal menjalani diklat semi-militer terlebih dahulu sebelum terjun melayani jemaah.

Para petugas haji nantinya akan mengikuti pola pelatihan intensif selayaknya "masuk barak" untuk membentuk karakter, disiplin, kesiapan fisik, dan mental pelayanan.

Pelatihan ini melibatkan berbagai instrumen lintas sektor, mulai dari TNI, Polri, hingga tenaga kesehatan sebagai bagian dari penguatan sistem pembinaan petugas haji yang profesional dan berdaya tahan tinggi di lapangan.

Pelatihan ke depan akan terfokus pada Binjas (pembinaan jasmani) sebagai faktor penunjang utama dengan kesehatan sebagai aspek yang paling fundamental.

Pelatihan sebulan

Petugas haji akan mengikuti pendidikan dan latihan (diklat) selama satu bulan di Asrama Haji Jakarta, Pondok Gede, Jakarta Timur, mulai 10 Januari 2026.

"Petugas haji akan kita siapkan selama satu bulan di sini. Selama satu bulan ini, tentu banyak hal yang akan saya sampaikan," kata Irfan, di Asrama Haji Jakarta, Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (8/1/2026).

Para petugas haji akan dilatih mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan pelaksanan haji, mulai dari persiapan fisik hingga aturan agama.

Gus Irfan, sapaan akrab Irfan, menyebutkan bahwa ada 179 fasilitator dari unsur TNI hingga Polri yang akan membina para petugas haji selama kurang lebih sebulan menjalani diklat.

"Pertama itu persiapan fisik, kedua pemahaman tentang tugas yang akan mereka lakukan di Saudi. Kemudian juga ketiga kita berikan juga sedikit fikih tentang haji, kita juga berikan sedikit tentang bahasa Arab standar yang Insya Allah akan memberikan manfaat buat para petugas," kata dia.

90 persen kerja fisik

Menyusul adanya diklat semi-militer itu, Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI Dahnil Anzar Simanjuntak pun mengingatkan para petugas haji untuk mempersiapkan kebugaran fisik selama diklat.

Sebab, kata dia, 90 persen kerja petugas haji melibatkan ketahanan fisik karena akan melayani jemaah di Tanah Suci.

"90 persen kerja petugas haji itu kerja fisik, bahkan kami sering menyebutnya, saya sering menyebut kerjanya 25 jam, jadi tidak berhenti, termasuk MCH (Media Center Haji)," kata Dahnil, di Asrama Haji Jakarta, Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (8/1/2026).

Selama diklat semi-militer sebulan nanti, petugas haji akan menjalani pelatihan secara fisik, termasuk menjalani simulasi puncak haji.

"Petugas haji secara fisik tentu dipersiapkan. Waktunya agak panjang, ada simulasi, simulasi Masyair, simulasi di Tanah Haram dan sebagainya," ucap dia.

Dengan pekerjaan yang melibatkan fisik, Kemenhaj memperingatkan jika tidak siap dengan konsekuensinya, maka tidak perlu menjadi petugas haji.

"Ada para dokter juga yang protes, 'ini pelatihannya lama sekali', ya kalau begitu Anda enggak siap, enggak usah ikut, karena yang mau jadi petugas haji itu ngantri jutaan orang," kata dia.

Tidak ada lagi "nebeng" haji

Dahnil mengakui, Kemenhaj menerima kritikan dari publik terkait komitmen pelayanan haji yang diberikan oleh petugas haji dari mulai pemberangkatan hingga kepulangan.

Ia memastikan, kini petugas haji di bawah kewenangan Kemenhaj akan fokus melayani jemaah, bukan hanya sekadar "nebeng" agar bisa berhaji.

"Jadi, kami ingin pastikan semua petugas haji itu orientasi utamanya itu adalah pelayanan jemaah, bukan nebeng naik haji," ujar Dahnil.

Kemenhaj ingin memastikan para petugas haji mampu menunjukkan integritas dan kekompakan saat menjalankan amanah Presiden Prabowo Subianto di Tanah Haram, Madinah, dan Mekkah.

Oleh sebab itu, ia meminta para petugas haji meluruskan dulu niatnya untuk memberi pelayanan kepada jemaah.

"Kami ingin memperbaiki itu semuanya dengan pendekatan-pendekatan kerja tim yang kuat," kata Danil.

Ini yang menjadi alasan Kemenhaj mengusung diklat petugas haji selama sebulan dengan konsep semi-militer yang melibatkan unsur TNI dan Polri.

"Kami ingin mengadaptasi nilai-nilai kedisiplinan kerja tim yang kuat dari militer," tutup Dahnil.

Tag:  #persiapan #haji #2026 #petugas #didiklat #sebulan #diwanti #wanti #cuma #nebeng #haji

KOMENTAR