Prabowo Ingin Kirim Murid Sekolah Kedinasan Pulihkan Wilayah Banjir Sumatera
Presiden Prabowo didampingi Mendagri Tito Karnavian tinjau jembatan bailey di Garoga, Tapsel, Sumut, 31 Desember 2025.(Puspen Kemendagri)
15:02
3 Januari 2026

Prabowo Ingin Kirim Murid Sekolah Kedinasan Pulihkan Wilayah Banjir Sumatera

- Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto mempertimbangkan mengirimkan murid dari sekolah kedinasan pemerintah untuk mempercepat proses pemulihan bencana banjir dan longsor di Sumatera.

Wacana ini disampaikan Prabowo usai mendengarkan rencana Tito untuk menerjunkan ribuan murid atau praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) ke Aceh Tamiang.

“Beliau sempat menyampaikan, melontarkan ide bahwa, ‘Bagus juga ya kalau seandainya semua sekolah kedinasan sampai saya akan kirim ke sana’. Kata beliau begitu,” ujar Mendagri Tito Karnavian dalam konferensi pers pelepasan praja IPDN ke Aceh Tamiang di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (3/1/2026).

Rencana ini didengar Tito ketika ia sedang berbincang intens dengan Prabowo di sela kunjungan ke lokasi bencana beberapa waktu yang lalu.

Saat itu, Prabowo mencontohkan ada beberapa sekolah dinas yang murid-muridnya bisa ditugaskan ke lokasi bencana untuk mempraktikkan ilmu yang dipelajari sekaligus menjadi perpanjangan tangan pemerintah untuk membantu masyarakat.

“Misalnya, sekolah kedinasan di bidang perhubungan, itu untuk melihat bagaimana sistem perhubungan bandara ada yang terdampak enggak pelabuhan ya termasuk pelabuhan-pelabuhan kecil,” kata Tito.

“Kemudian, dari ada sekolahnya KKP untuk menangani daerah-daerah pesisir yang ada nelayan terdampak mungkin,” lanjutnya.

Tito mengatakan, Prabowo cukup antusias atas ide ini.

“Nah, itu banyak sebetulnya sekolah kedinasan kita, beliau (Prabowo) sampai berpikir, Wah ini bisa juga ini sekolah kedinasan lain juga kirim ke sana dengan spesialisasi kemampuan masing-masing sekaligus menerapkan ilmunya mereka,” imbuh Tito.

Mendagri Tito Karnavian melepas ratusan praja IPDN untuk membantu mempercepat pemulihan pemerintahan dan pelayanan publik pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, di Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Banten (3/1/2026).DOK. PUSPEN KEMENDAGRI Mendagri Tito Karnavian melepas ratusan praja IPDN untuk membantu mempercepat pemulihan pemerintahan dan pelayanan publik pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, di Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Banten (3/1/2026).

Mendagri kirim praja IPDN ke Aceh Tamiang

Hari ini, Kemendagri mulai memberangkatkan praja IPDN untuk mendorong pemulihan Aceh Tamiang.

Hingga 5 Januari 2026 nanti, diperkirakan akan ada 1.132 praja IPDN yang ditugaskan untuk membantu proses pemulihan pemerintah daerah di Aceh Tamiang.

Para praja dibekali dengan beberapa peralatan, termasuk sekop dan cangkul, untuk membantu membersihkan lumpur yang masih merendam kantor kabupaten dan pemerintahan lainnya.

“Satu adalah membangkitkan pemerintahan terutama kabupaten dulu. Bersih-bersih di sana. Maka mereka membawa alat, senjata mereka alat pembersih, sekop ya, kemudian cangkul,” kata Tito.

Selain membantu membersihkan kantor kabupaten, praja IPDN ini juga ditugaskan untuk membantu aparatur setempat untuk memulihkan pelayanan publik di desa-desa.

“Lebih dari 200 di sana yang belum beroperasional. Dukcapil, layanan publik yang lain, itu harus bisa dihidupkan,” lanjut Tito.

Penugasan ini akan berlangsung selama kurang lebih satu bulan.

Jika dibutuhkan, penugasan yang dianggap sebagai kuliah kerja nyata (KKN) ini bisa diperpanjang periodenya.

Adapun penugasan ini masuk dalam kurikulum para praja IPDN.

Tag:  #prabowo #ingin #kirim #murid #sekolah #kedinasan #pulihkan #wilayah #banjir #sumatera

KOMENTAR