AHY soal Penanganan Bencana: Pemerintah Bekerja Secara Serius dan Bertanggung Jawab
- Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengapresiasi kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan pemerintahan dalam penanganan bencana di sejumlah daerah.
Partai Demokrat menilai, pemerintah telah lewat kementerian/lembaga terkait telah menunjukkan komitmennya dalam melindungi masyarakat dan mempercepat pemulihan.
"Di tengah situasi yang tidak mudah, Partai Demokrat menilai pemerintah tetap bekerja secara serius, terukur, dan bertanggung jawab," ujar AHY dalam keterangan tertulisnya, Rabu (24/12/2025).
Kehadiran negara, kata AHY, terlihat lewat upaya evakuasi, pemenuhan kebutuhan dasar korban, penanganan lanjutan pasca bencana, hingga pemulihan infrastruktur.
Partai Demokrat sendiri juga telah menyalurkan bantuan ke sejumlah wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
AHY melanjutkan, Partai Demokrat mengingatkan pentingnya menjaga suasana kebangsaan yang kondusif.
"Kritik tentu merupakan bagian dari demokrasi, namun tidak sepatutnya menutup mata terhadap kerja nyata pemerintah atau dimanfaatkan untuk membangun narasi yang menyesatkan publik," ujar AHY.
Oleh karena itu, Partai Demokrat mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat sinergi dan saling mendukung dalam menghadapi tantangan nasional.
Solidaritas politik, khususnya partai-partai koalisi pemerintahan, sangat dibutuhkan agar pemerintah dapat bekerja secara optimal dalam membantu masyarakat terdampak bencana.
"Partai Demokrat meyakini bahwa fokus utama saat ini adalah keselamatan rakyat, percepatan pemulihan, serta menjaga stabilitas nasional. Dengan kerja sama yang kuat antara pemerintah dan seluruh kekuatan bangsa, Indonesia mampu melewati masa sulit ini dengan baik," ujar AHY.
BANJIR SUMATERA: Petugas Kementerian Kehutanan dan Dinas Kehutanan Provinsi Aceh mengambil sampel kayu gelondongan yang terbawa arus luapan Sungai Tamiang, di area pasantren Islam Terpadu Darul Mukhlishin, Desa Tanjung Karang, Aceh Tamiang, Aceh, Jumat (19/12/2025). Kemenhut telah mengirim tim verifikasi dan membentuk tim investigasi gabungan bersama Polri untuk menelusuri asal-usul kayu gelondongan yang ditemukan pascabencana banjir di Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Provinsi Aceh.
1.112 Orang Meninggal Dunia
Sementara itu, jumlah korban jiwa akibat banjir dan tanah longsor Sumatera mencapai 1.112 orang, per Selasa (23/12/2025).
"Hari ini menjadi 1.112 jiwa dari tiga provinsi, yang artinya bertambah enam jiwa dari hari kemarin," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam konferensi pers daring, Selasa.
Sebanyak 176 orang masih dinyatakan hilang dan saat ini masih terus dilakukan pencarian oleh Tim SAR Gabungan yang berada di tiga provinsi, di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
"Untuk korban hilang kita mendapat tambahan satu nama, sehingga hari ini terdapat 176 jiwa yang masih terus dilakukan pencarian dan pertolongan oleh Tim SAR Gabungan di tiga provinsi," jelas Abdul.
Untuk jumlah pengungsi, per hari ini masih ada 498.447 jiwa yang masih tinggal di posko pengungsian.
Dari jumlah tersebut, ada beberapa pengungsi yang sudah kembali ke rumah dan sebagian mereka memilih tinggal di rumah kerabat untuk sementara waktu.
"Ini terus kami dukung kebutuhan makanan dan non-permakanannya sehingga benar-benar saudara kita yang saat ini masih berada di titik-titik pengungsian maupun sudah kembali ke rumah," ujar Abdul.
Tag: #soal #penanganan #bencana #pemerintah #bekerja #secara #serius #bertanggung #jawab