Menlu Sugiyono Lepas 124 Ton Bantuan Kemanusiaan ke Myanmar
Bantuan untuk korbam gempa bumi Myanmar. (humas Kementerian Luar Negeri).
03:48
6 April 2025

Menlu Sugiyono Lepas 124 Ton Bantuan Kemanusiaan ke Myanmar

–Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono melepas bantuan kemanusiaan dari Pemerintah Indonesia termasuk 16 ribu paket senilai Rp 2,5 miliar bantuan dari Baznas untuk penyintas bencana gempa bumi Myanmar. Bantuan tersebut diberangkatkan dari Pangkalan TNI AU Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, pada Kamis (3/4).

"Bantuan kemanusiaan ke Myanmar sesuai arahan Presiden Indonesia Prabowo Subianto," ujar Menlu Sugiono.

Dia mengatakan selain dari Baznas, pemerintah Indonesia juga bersinergi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Palang Merah Indonesia (PMI), Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertanian, serta lembaga resmi lain untuk turut mengirimkan bantuan.

"Total bantuan yang dikirimkan mencapai 124 ton atau setara dengan USD 1,2 juta, yang jika dikonversikan ke dalam rupiah berdasarkan nilai tukar saat ini, setara dengan sekitar Rp 19,8 miliar," jelas Menlu Sugiono. 

Dari jumlah tersebut Baznas berkontribusi dengan mengirimkan 16 ribu paket bantuan kemanusiaan atau setara Rp 2,5 miliar. Bantuan tersebut terdiri dari 100 unit genset, 50 unit tenda, 10.000 sarung, 1.000 paket hygiene kit khusus untuk perempuan dan anak-anak, 5.000 selimut, 50 unit terpal, serta obat-obatan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat terdampak gempa di Myanmar.

Menlu Sugiono menyampaikan berdasarkan hasil rapat dari Kementerian Luar Negeri seluruh ASEAN bahwa saat ini bantuan yang sangat dibutuhkan adalah shelter, alat-alat kesehatan dan obat-obatan. Situasi keamanan dan politik di Myanmar masih belum kondusif. Hingga saat ini, jumlah korban dan tingkat kerusakan akibat gempa masih terus bertambah.

"Berdasar data yang kami miliki, hingga hari ini terdapat 2.886 korban jiwa dan 4.636 orang mengalami luka-luka. Sementara itu, sekitar 300 orang masih dinyatakan hilang,” ujar Sugiono.

Dia juga memastikan, berdasar pemantauan dan laporan dari KBRI di Myanmar, hingga saat ini belum ada laporan mengenai korban dari warga negara Indonesia. Pengiriman bantuan ini merupakan bentuk dari solidaritas masyarakat Indonesia kepada masyarakat Myanmar.

"Kami berharap bantuan yang dikirimkan ini, termasuk obat-obatan, alat sanitasi, dan kebutuhan pokok, dapat meringankan penderitaan masyarakat Myanmar yang terdampak gempa," ujar Sugiono.

Sementara itu Ketua Baznas Prof. Noor Achmad menegaskan, bantuan itu merupakan bagian dari komitmen mereka dalam mendukung upaya kemanusiaan global. Mereka memastikan bahwa bantuan yang dikirim sesuai dengan kebutuhan penyintas di Myanmar.

"Selain bantuan logistik, kami juga mengirimkan tim medis dari Rumah Sehat Baznas (RSB) yang terdiri dari lima orang, serta Tim Baznas Tanggap Bencana (BTB) sebanyak lima orang yang akan membantu dalam penanganan korban gempa di lapangan,” ujar Noor.

Dia menegaskan berkomitmen untuk terus aktif dalam berbagai aksi kemanusiaan, baik di dalam negeri maupun internasional. Noor juga berharap, bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat terdampak gempa di Myanmar serta memperkuat solidaritas antara Indonesia dan Myanmar dalam menghadapi situasi darurat.

"Pemerintah dan BAZNAS akan terus mengawal proses distribusi agar bantuan tepat sasaran dan bermanfaat bagi para penyintas," ujar Noor.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah

Tag:  #menlu #sugiyono #lepas #bantuan #kemanusiaan #myanmar

KOMENTAR