



10 Perilaku Orang Tua Ini Bisa Membuat Anak Kehilangan Rasa Hormatnya pada Mereka
– Hubungan antara orang tua dan anak merupakan fondasi penting dalam perkembangan emosional dan sosial anak. Salah satu aspek utama dalam hubungan ini adalah rasa hormat.
Ketika anak merasa dihargai dan dihormati oleh orang tuanya, mereka cenderung menumbuhkan sikap yang sama dalam berinteraksi, baik dengan orang tuanya maupun orang lain.
Namun, kadang-kadang, meskipun niat orang tua untuk mendidik anak adalah yang terbaik, beberapa tindakan atau perbuatan yang tidak disadari oleh mereka bisa merusak rasa hormat anak kepada mereka.
Perbuatan-perbuatan tersebut, meskipun mungkin tidak dimaksudkan untuk menyakiti, sering kali meninggalkan dampak emosional yang besar pada anak, dan mengganggu kualitas hubungan orang tua dengan anak.
Lalu, apa saja perbuatan orang tua tersebut? Melansir dari laman Personal Branding, Rabu (27/11), berikut adalah daftarnya.
1. Menetapkan ekspektasi yang terlalu tinggi
Mendorong anak-anak Anda untuk menjadi yang terbaik dalam segala hal mungkin tampak seperti pola asuh yang baik, tetapi hal itu dapat membuat mereka merasa kewalahan, stres, dan tidak mampu.
2. Enggan mengakui kesalahan
Banyak para orang tua yang sering berpegang teguh pada aturan tak tertulis bahwa sebagai orang tua, mereka selalu benar, bahkan jika mereka melakukan kesalahan, mereka tidak selalu akan langsung meminta maaf. Namun, ketahuilah, hal itu hanya akan menimbulkan jarak antara orang tua dan anak.
Entah itu orang tua atau anak, sebagai manusia, kita diajarkan untuk meminta maaf jika memang salah. Mengakui kesalahan juga dapat sekaligus mengajarkan anak tentang kerendahan hati dan rasa hormat.
3. Terlalu ‘masuk’ dalam setiap aspek kehidupan anak
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh University College London menemukan bahwa orang tua yang terlalu terlibat dalam setiap aspek kehidupan anak-anak mereka sebenarnya dapat menyebabkan anak-anak mereka lebih rentan terhadap kecemasan dan depresi.
Ini bukan berarti orang tua harus lepas tangan, tetapi penting untuk mencapai keseimbangan antara memberikan dukungan dan membiarkan anak belajar dan berusaha sendiri.
Mendorong kemandirian pada anak tidak hanya mendorong pertumbuhan pribadi mereka. Namun, hal ini juga menunjukkan bahwa Anda menghargai kemampuan mereka dalam mengambil keputusan.
4. Tidak berempati
Terkadang, sebagai orang tua, Anda mudah melupakan bagaimana rasanya menjadi seorang anak. Anda melupakan perjuangan, tekanan, dan ketakutan yang mereka rasakan, dan hanya menganggapnya sepele karena itu hanyalah ‘fase’ untuk tumbuh dewasa.
Namun, anak-anak Anda membutuhkan Anda untuk memahami perasaan mereka, memvalidasi pengalaman mereka, dan mendukung mereka dalam menghadapi tantangan.
Ketika Anda berempati dengan mereka, hal itu tidak hanya memperkuat ikatan antara orang tua dan anak, tetapi juga mendapatkan rasa hormat dari mereka.
5. Mengabaikan keinginan anak
Sebagai orang tua, wajar saja jika Anda ingin berbagi minat dan kesukaan Anda dengan anak-anak. Namun, jika memang anak Anda memiliki ketertarikan dan minat lain yang lebih ingin dia kembangkan, sebagai orang tua, Anda tentu harus menghargai dan mendukungnya.
Bila Anda mengakui dan mendorong minat mereka, sekalipun minat itu sangat berbeda dengan harapan Anda, hal itu memperlihatkan kepada mereka bahwa Anda menghargai pilihan dan individualitas mereka.
6. Terus ingkar janji
Beberapa orang tua pasti pernah melakukannya, membuat janji kepada anak-anak yang berujung tidak ditepati, seperti janji untuk menghadiri acara sekolah atau pergi liburan.
Menepati janji sangat penting dalam menjaga rasa hormat anak-anak terhadap orang tuanya. Jika orang tua secara konsisten menepati janji yang mereka buat, itu menunjukkan kepada mereka bahwa mereka dapat memercayai orang tuanya dan kebutuhan serta perasaan mereka juga penting bagi orang tua.
7. Kurangnya perhatian dalam mendengarkan ucapan anak
Mendengarkan bukan hanya tentang sekadar mendengarkan kata-kata mereka, tetapi juga tentang memahami apa yang mereka katakan dan menunjukkan minat yang tulus untuk memperhatikan. Ketika Anda mendengarkan secara aktif, Anda menunjukkan kepada anak-anak Anda bahwa pikiran dan pendapat mereka berharga.
8. Terlalu kritis
Tidak ada seorang pun yang suka dikritik sepanjang waktu, terutama oleh orang tuanya. Anak-anak yang sering dikritik dapat mengalami harga diri yang rendah dan tingkat depresi yang lebih tinggi.
Karena itu, sebagai orang tua, penting untuk memberikan masukan yang membangun daripada kritik terus-menerus. Hal ini menunjukkan kepada anak-anak bahwa Anda percaya pada potensi mereka dan menghargai usaha mereka.
9. Membandingkan anak dengan orang lain
Meskipun mungkin terdengar seperti komentar yang tidak berbahaya, membandingkan anak Anda dengan anak lain bisa jadi berbahaya. Itu bisa jadi menyiratkan bahwa mereka tidak cukup baik, yang pada akhirnya dapat merusak harga diri mereka.
10. Tidak menghormati orang lain
Orang tua tidak dapat mengharapkan anak-anak mereka menghormati orang tuanya jika mereka tidak memperlihatkan rasa hormat kepada mereka sebagai balasannya atau jika tindakan orang tua bertentangan dengan perkataannya.
Jadi, jika Anda ingin mereka menghormati Anda, Anda harus memberi contoh terlebih dahulu, yaitu memperlakukan orang lain dengan kebaikan, kejujuran, dan rasa hormat.
Tag: #perilaku #orang #bisa #membuat #anak #kehilangan #rasa #hormatnya #pada #mereka