Banyak Main Gawai Bikin Anak Kesulitan Memegang Pensil?
- Kemampuan memegang pensil dengan benar merupakan salah satu indikator perkembangan motorik halus pada balita. Keterampilan ini tidak muncul secara instan, melainkan berkembang seiring kematangan otot-otot kecil di tangan dan jari, serta koordinasi antara mata dan tangan.
Anak usia 4-6 tahun umumnya sudah mampu menggunakan tripod grasp yang matang, yakni menjepit pensil di antara ujung ibu jari dan telunjuk, lalu menyandarkannya pada jari tengah.
Namun, saat ini makin banyak ditemui anak yang belum bisa memegang pensil dengan baik. Mereka justru menggunakan seluruh jarinya atau mengepal alat tulis.
"Dalam penilaian penerimaan kami untuk kelas TK, lebih dari separuh anak-anak belum mampu melakukan cengkeraman tripod fungsional, yang biasanya digunakan untuk menulis," kata Kirsten Horton, asisten direktur Penerimaan Siswa Sekolah Dasar di sebuah sekolah independen di Raleigh, North Carolina, AS.
Baca juga: 10 Kegiatan Sederhana untuk Melatih Motorik Halus Anak Usia Dini
Mengapa anak kesulitan memegang pensil?
Dampak penggunaan gawai
Para pendidik menilai lambatnya perkembangan motorik halus anak di era modern sangat dipengaruhi oleh tingginya paparan teknologi.
"Kesulitan memegang pensil dengan benar telah menjadi masalah yang sangat umum dan mengkhawatirkan," kata guru taman kanak-kanak di California, Suzanne Steele.
Steele menerangkan, ini berkaitan erat dengan kurangnya aktivitas bermain langsung di rumah, seperti mewarnai, mengguntik, bermain dengan plastisin, dan merangkai manik-manik. Semua kegiatan yang mampu mengasah motorik halus itu digantikan menggeser, mengetuk, dan menonton layar gawai.
"Hal ini jelas berdampak pada kekuatan tangan, koordinasi motorik halus, dan kemampuan menggunakan pensil dengan benar," tegas Steele.
Baca juga: Ahli Ungkap Masalah Tumbuh Kembang Tersering akibat Gawai
Risiko jangka panjang
Genggaman yang buruk membuat anak cepat lelah saat belajar. Dalam beberapa tahun terakhir, Steele mengaku pernah melihat siswa yang memegang pensil mereka dalam posisi horizontal, seperti mereka sedang menggeser layar iPad dengan pensil.
Mantan guru pendidikan khusus dan direktur sumber daya pendidikan di ProCare Therapy, Darrion Owens, memperingatkan bahwa tanpa intervensi, anak-anak berisiko mengalami nyeri tangan kronis dan kelelahan otot ligamen.
Tidak hanya itu, tulisan mereka juga berpotensi menjadi berantakan karena pensil sulit dikendalikan.
Meski gaya kepalan tangan saat menggenggam pensil dianggap keliru, ada kalanya anak membutuhkan posisi alternatif akibat perbedaan anatomi.
Baca juga: Menulis Tangan Tingkatkan Kemampuan Akademik Siswa
Cara melatih anak memegang pensil dengan benar
Jika masalahnya murni karena perkembangan, Owens membagikan beberapa teknik yang bisa orangtua coba di rumah.
Cobalah metode cubit dan balik (pinch and flip). Letakkan pensil di atas kertas, dengan posisi pensil menghadap ke depan. Pegang ujung pensil dengan telunjuk dan ibu jari.
Lalu, gunakan tangan satunya untuk membalik atau memutar pensil yang sebelumnya berada di bawah telapak tangan, menjadi di atas dan bersandar di lekukan antara telunjuk dan ibu jari.
Selain itu, biasakan anak menggambar di permukaan vertikal seperti papan tulis dinding untuk memperkuat bahu dan pergelangan tangan mereka.
Trik lain yang tidak kalah unik adalah menggunakan kaus kaki bekas. Gunting dua lubang pada kaus kaki, pakaikan ke tangan anak layaknya sarung tangan, lalu biarkan ibu jari dan telunjuknya keluar melalui lubang tersebut untuk menggenggam pensil.
Baca juga: Penggunaan Gawai Dikaitkan dengan Memburuknya Kesehatan Mental Remaja
Tag: #banyak #main #gawai #bikin #anak #kesulitan #memegang #pensil