Kemendikti Tutup 122 Prodi, Pengamat: Bagaimana Nasib Dosen dan Mahasiswanya?
- Pengamat pendidikan, Indra Charismiadji menyorot keputusan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) yang menutup 122 program studi (prodi).
Ia pun mempertanyakan nasib dosen, mahasiswa, hingga kampus terkait penutupan 122 prodi selama 2026 itu.
"Bagaimana nasib dosen, mahasiswa, dan kampus yang prodinya ditutup?" ujar Indra kepada Kompas.com, Kamis (4/6/2026).
Baca juga: Soal Penutupan Prodi, Universitas Diharap Tak Cuma Jadi “Pelatihan Kerja”
Pemerhati pendidikan dari Center for Education Regulations and Development Analysis (Cerdas) itu juga belum memahami latar belakang Kemendikti Saintek yang menutup 122 prodi.
"Kita belum bisa lihat apa tujuan dari penutupan prodi-prodi ini, apakah ada kajian akademisnya atau hanya turun dari langit seperti wangsit," kata Indra.
Pemerintah dan pengelola institusi pendidikan tinggi, tegas Indra, seharusnya fokus terhadap esensi dasar konstitusi dalam mengembangkan dunia akademik di Indonesia.
"PR dari pendidikan tinggi kita itu menjalankan amanat pasal 31 ayat 5 UUD 1945," tegas Indra.
Baca juga: Mendikti Benarkan 122 Prodi Ditutup di Sejumlah Kampus, Ini Penjelasannya
Kemendikti Tutup 122 Prodi
Sebelumnya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti saintek) Brian Yuliarto mengungkapkan rincian delapan prodi yang paling banyak ditutup dari total 122 program studi (prodi), baik di perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) selama 2026.
Menurut Brian, penutupan tersebut berdasarkan usulan dari badan penyelenggara baik PTN maupun PTS.
"Jadi beberapa ada yang karena mahasiswanya berkurang atau mereka ingin mengganti menjadi program studi yang lebih atraktif. Seperti misalnya sebelumnya Matematika menjadi Aktuaria begitu ya. Karena ketika lulusan Aktuaria mereka fokus pelajarannya lebih banyak yang nantinya dibutuhkan oleh industri," ucap Brian Yuliarto dalam raker bersama Komisi X DPR RI, Selasa (2/6/2026), dikutip dari siaran di kanal YouTube TVR Parlemen, Rabu (3/6/2026).
Baca juga: Perubahan Prodi Teknik Jadi Rekayasa Dinilai untuk Menyamakan Terminologi Internasional
Prodi yang ditutup mayoritas dari jenjang D3, meski beberapa ada pula yang S1. Berikut delapan prodi yang paling banyak ditutup sepanjang tahun 2026:
- D3 Kebidanan: 16 lokasi
- D3 Manajemen Informatika: 8 lokasi
- D3 Akuntansi: 7 lokasi
- D3 Teknik Komputer: 3 lokasi
- D3 Keperawatan: 3 lokasi
- D3 Keuangan dan Perbankan: 3 lokasi
- S1 Manajemen Retail: 3 lokasi
- S1 Matematika: 2 lokasi.
Baca juga: Ketua Komisi X: Perubahan Prodi Teknik Jadi Rekayasa Diharapkan Tidak Sekadar Ganti Nama
Brian menegaskan bahwa wacana menutup prodi untuk menyesuaikan dengan kebutuhan masa depan bukan kebijakan Kemendikti saintek.
"Terkait dengan isu yang kemudian berkembang bahwa Kementerian Pendidikan Tinggi akan melakukan penutupan program studi untuk penyesuaian dengan industri yang akan berkembang di masa depan, kami dapat menyampaikan bahwa hal tersebut tidak menjadi kebijakan kami," ujar Brian.
Tag: #kemendikti #tutup #prodi #pengamat #bagaimana #nasib #dosen #mahasiswanya