Bukan Cuma Hobi, Merajut Bisa Bikin Otak Lebih Plong dan Bebas dari Beban Pikiran
Aktivitas merajut dan menyulam terbukti secara psikologis mampu menjadi alat relaksasi yang ampuh untuk menenangkan sistem saraf yang tegang akibat tekanan pekerjaan sehari-hari.
Melansir Parade (2/5/2026), menyisihkan waktu 20 hingga 30 menit untuk merajut dapat menurunkan tingkat stres dan kecemasan secara signifikan melalui gerakan tangan yang berulang dan ritmis.
Aktivitas yang sering dianggap "analog" ini ternyata memberikan ruang bagi otak untuk beristirahat dari kebisingan dunia digital yang serba cepat.
Baca juga: Jerawat Meradang saat Stres, Kenali Area Kemunculan dan Penanganannya
Kekuatan repetisi untuk menenangkan saraf
Bagi banyak orang yang sering merasa terjebak dalam pikiran negatif atau kelelahan mental, merajut berfungsi sebagai alat penenang yang bekerja langsung pada sistem saraf.
Psikolog berlisensi Dr. Brandy Smith, PhD, menjelaskan bahwa meskipun merajut bukan obat tunggal untuk menyembuhkan trauma, aktivitas ini menciptakan lingkungan yang aman dan damai bagi pikiran.
"Beberapa orang melaporkan bahwa merajut menciptakan ketenangan di dalam sistem saraf mereka. Karena trauma dapat terhubung dengan sistem saraf, merajut bisa memberikan koneksi pada tingkat tersebut bagi sebagian orang," tutur Dr. Smith.
Gerakan yang berpola dan terus-menerus ini membantu menurunkan tingkat kortisol, sehingga tubuh secara alami masuk ke dalam kondisi meditatif yang dalam.
Baca juga: Suka Sembunyi di Toilet Saat Stres? Ini Penjelasan Psikologisnya
Mengapa merajut efektif untuk fokus dan penderita ADHD
Ilustrasi merajut. Aktivitas merajut terbukti secara psikologis mampu menenangkan sistem saraf yang tegang sekaligus meningkatkan fokus otak melalui gerakan tangan yang repetitif dan meditatif.
Selain meredakan stres, merajut juga memiliki manfaat unik bagi individu yang sulit menjaga konsentrasi atau penderita ADHD.
Aktivitas fisik yang melibatkan koordinasi mata dan tangan ini ternyata membantu otak untuk tetap waspada tanpa merasa tertekan.
Berikut adalah beberapa manfaat psikologis merajut bagi kesehatan mental:
- Memberikan rasa pencapaian: Menghasilkan produk fisik seperti syal atau topi memberikan rasa kepuasan bagi individu yang berorientasi pada target, karena ada hasil nyata yang bisa dilihat dan disentuh.
- Meningkatkan fokus di situasi sosial: Banyak orang merasa lebih mudah mendengarkan pembicaraan dalam rapat atau pertemuan sosial saat tangan mereka sibuk merajut, karena aktivitas ini membantu otak untuk tetap terorientasi.
- Melatih kesadaran penuh (Mindfulness): Fokus pada setiap tusukan benang memaksa seseorang untuk tetap berada di momen saat ini, sehingga menjauhkan pikiran dari kekhawatiran masa depan atau penyesalan masa lalu.
- Sarana penyaluran kreativitas: Sebagai outlet kreatif, merajut memberikan kebebasan berekspresi melalui warna dan tekstur tanpa memerlukan tekanan untuk menjadi sempurna.
Baca juga: Trauma Masa Kecil Bikin Orang Takut Punya Anak, Ini Penjelasan Psikolog
Melatih sensorik dan mempererat hubungan sosial
Pengalaman sensorik saat meraba tekstur benang dan melihat perpaduan warna yang muncul memberikan kepuasan tersendiri bagi otak.
Merajut bukan hanya soal hasil akhir, tetapi soal proses yang melibatkan indra manusia secara menyeluruh.
Selain manfaat pribadi, merajut juga menjadi jembatan untuk berbagi kasih. Memberikan hasil rajutan kepada orang lain sebagai hadiah dapat memicu hormon kebahagiaan, baik bagi si pembuat maupun si penerima.
Tindakan ini memperkuat hubungan sosial dan memberikan dorongan emosional yang positif bagi kesejahteraan mental jangka panjang.
"Kita adalah makhluk sosial, dan melakukan sesuatu untuk orang lain memberikan kita dorongan semangat. Membuat barang rajutan bisa berfungsi sebagai tindakan kasih sayang yang menyentuh perasaan 'bahagia' dalam diri pembuatnya," tutur Dr. Smith menekankan pentingnya hobi ini bagi kebahagiaan emosional.
Baca juga: Tiba-tiba Jantung Berdebar Saat Hujan? Psikolog Jelaskan Cara Otak Mengingat Trauma
Tag: #bukan #cuma #hobi #merajut #bisa #bikin #otak #lebih #plong #bebas #dari #beban #pikiran