7 Perilaku yang Menghancurkan Kesan Pertama, Hindari jika Ingin Disukai Saat Bertemu Orang Baru!
Ilustrasi bersalaman saat pertama kali bertemu (Freepik)
06:34
29 Oktober 2024

7 Perilaku yang Menghancurkan Kesan Pertama, Hindari jika Ingin Disukai Saat Bertemu Orang Baru!

 

 – Menjaga sikap pada kesan pertama memiliki peran penting dalam membangun hubungan, baik secara profesional maupun personal. Beberapa perilaku tertentu bisa meninggalkan citra negatif dan merusak peluang untuk diterima atau disukai saat bertemu orang baru. 

Kesan pertama merupakan penilaian awal seseorang terhadap orang lain berdasarkan interaksi atau pertemuan pertama. Faktor seperti bahasa tubuh, intonasi, dan sikap dapat mempengaruhi bagaimana seseorang dinilai dalam hitungan detik.

Mengetahui perilaku yang dapat merusak kesan pertama penting untuk membangun hubungan yang positif sejak awal. Tindakan atau sikap yang kurang tepat bisa membuat orang merasa tidak nyaman, sehingga menghindarinya membantu menciptakan kesan baik dan meningkatkan peluang untuk disukai.


Berikut tujuh perilaku yang menghancurkan kesan pertama, jadi hindari jika ingin disukai saat bertemu orang baru dilansir dari laman Hackspirit.com oleh JawaPos.com, Selasa (29/10):

1. Promosi Diri Berlebihan

Promosi diri berlebihan menciptakan kesan egois. Menunjukkan prestasi dengan cara yang berlebihan sering kali membuat orang lain merasa tidak diperhatikan.

Terlalu fokus pada diri sendiri mengurangi kesempatan untuk menjalin hubungan yang lebih baik. Keseimbangan dalam berbagi informasi pribadi sangat penting.

Contoh menceritakan prestasi tanpa memberi ruang untuk mendengar cerita orang lain dapat membuat interaksi terasa tidak seimbang. Menjaga kesan rendah hati dan mendengarkan juga dapat menciptakan hubungan yang lebih baik.

2. Mendominasi Percakapan

Percakapan seharusnya melibatkan dua arah. Mendominasi pembicaraan membuat orang lain merasa tidak dihargai.

Komunikasi yang efektif memerlukan pertukaran informasi dan ide. Menghargai kontribusi lawan bicara menciptakan suasana nyaman.

Misal mengambil alih semua pembicaraan dan tidak memberi kesempatan untuk orang lain berbicara membuat pertemuan terasa monoton. Mengajak orang lain berbicara meningkatkan interaksi dua arah.

3. Kelebihan Negatif

Fokus pada sisi negatif sering kali mengurangi semangat interaksi. Hal ini dapat menciptakan suasana berat dan tidak nyaman bagi orang lain.

Membangun hubungan yang positif memerlukan komunikasi yang lebih ceria. Memperhatikan hal-hal baik dari situasi dapat meningkatkan suasana hati semua orang.

Seperti terus-menerus mengeluh tentang kehidupan sehari-hari menciptakan kesan pesimis. Berbicara tentang hal-hal positif memberikan energi yang menyenangkan dalam pertemuan.

4. Mengabaikan Ruang Pribadi

Menghormati ruang pribadi sangat penting saat bertemu orang baru. Melanggar batas ini dapat membuat orang lain merasa tidak nyaman.

Menjaga jarak fisik yang tepat menciptakan rasa hormat dan kenyamanan. Topik sensitif sebaiknya dihindari pada pertemuan awal.

Contoh berdiri terlalu dekat atau menanyakan pertanyaan pribadi bisa membuat orang merasa tertekan. Memperhatikan bahasa tubuh orang lain membantu menciptakan suasana yang lebih baik.

5. Kurangnya Kontak Mata

Kontak mata menciptakan koneksi dan menunjukkan ketertarikan. Menghindari kontak mata membuat seseorang merasa tidak penting.

Keterlibatan dalam percakapan dapat ditunjukkan melalui interaksi visual. Menunjukkan perhatian melalui pandangan mata sangat krusial.

Misal tidak menjaga kontak mata saat berbicara membuat percakapan terasa tidak tulus. Menyaksikan ekspresi wajah saat berbicara membantu membangun koneksi yang lebih baik.

6. Kurang Perhatian

Memberikan perhatian penuh adalah bentuk penghargaan. Tidak memperhatikan lawan bicara menciptakan kesan meremehkan. Tindakan sederhana seperti menyimpan ponsel saat berbicara sangat penting.

Keterlibatan aktif dalam percakapan membuat orang merasa dihargai. Contoh sering mengecek ponsel saat berbicara dapat membuat orang lain merasa tidak dihargai. Menunjukkan minat dan fokus saat berbicara meningkatkan kualitas komunikasi.

7. Kurangnya Empati

Empati membantu membangun hubungan yang baik. Menunjukkan kepedulian terhadap perasaan orang lain menciptakan kesan positif.

Mengabaikan perasaan orang lain dapat menghambat hubungan. Rasa empati yang ditunjukkan dalam interaksi meningkatkan kepercayaan.

Contoh meremehkan perasaan seseorang saat berbicara dapat membuat mereka merasa tidak dihargai. Mengakui dan memahami perasaan orang lain membantu membangun relasi.

Membangun kesan pertama yang positif membutuhkan kesadaran untuk menghindari perilaku tertentu yang dapat merusaknya. Dengan bersikap ramah, menghargai orang lain, dan memperhatikan tindakan saat berinteraksi, peluang untuk diterima dan disukai dalam pertemuan awal akan semakin besar.

***

Editor: Novia Tri Astuti

Tag:  #perilaku #yang #menghancurkan #kesan #pertama #hindari #jika #ingin #disukai #saat #bertemu #orang #baru

KOMENTAR