Jangan Sepelekan, Ketahui Penyebab Cedera Saat Lari dan Cara Mencegahnya
ilustrasi lari atau sport tourism.(Freepik)
16:40
17 April 2026

Jangan Sepelekan, Ketahui Penyebab Cedera Saat Lari dan Cara Mencegahnya

– Lari dikenal sebagai salah satu olahraga yang relatif aman dan mudah dilakukan. Tidak membutuhkan banyak peralatan, aktivitas ini juga bisa dilakukan oleh berbagai kalangan.

Namun, bukan berarti lari sepenuhnya bebas dari risiko cedera.

Dokter spesialis kedokteran olahraga dr. Zeth Boroh, Sp.KO, ALK menjelaskan bahwa cedera pada pelari umumnya terjadi karena berbagai faktor risiko, mulai dari penggunaan sepatu hingga pola latihan.

“Olahraga lari itu sebenarnya termasuk olahraga yang aman. Tapi pelari tetap bisa cedera karena ada faktor risiko,” jelasnya saat ditemui setelah acara peluncuran Thrombovoren Emulgel di Jakarta Pusat, Kamis (16/4/2026).

Baca juga: Salah Pilih Sepatu Lari Bisa Picu Cedera, Ini Cara Memilih yang Tepat

Gunakan Sepatu yang Sesuai

Salah satu faktor yang paling sering memicu cedera adalah penggunaan sepatu yang tidak sesuai.

Menurut dr. Zeth, sepatu yang tidak cocok dengan bentuk kaki dapat menyebabkan ketidaknyamanan hingga cedera, bahkan setelah digunakan dalam waktu singkat.

“Penggunaan sepatu yang tidak sesuai itu bisa memengaruhi terjadinya cedera lari,” ujarnya.

Maka dari itu, penting untuk memilih sepatu yang sesuai dengan kondisi kaki agar tekanan saat berlari dapat terdistribusi dengan baik.

Kenali Kondisi dan Anatomi Kaki

Selain sepatu, kondisi anatomi kaki juga berpengaruh terhadap risiko cedera.

Misalnya, bentuk kaki datar (flat foot) dapat memengaruhi gesekan antara telapak kaki dan permukaan saat berlari.

Begitu pula dengan kondisi kaki berbentuk X atau O yang dapat menyebabkan pembebanan tidak seimbang antara kaki kanan dan kiri.

Menurut dr. Zeth, pemeriksaan kondisi kaki sebaiknya dilakukan sebelum mulai rutin berlari agar dapat menyesuaikan teknik dan perlengkapan yang digunakan.

Baca juga: Lari Saja Tak Cukup, Ini Latihan Pendukung agar Hasilnya Lebih Optimal

Perbaiki Form atau Teknik Lari

Cara berlari atau form lari juga menjadi faktor penting dalam mencegah cedera.

Teknik yang kurang tepat tidak hanya membuat gerakan menjadi tidak efisien, tetapi juga meningkatkan risiko cedera.

Form lari itu berpengaruh. Kalau form-nya salah, risikonya cedera,” tutur dr. Zeth.

Dengan teknik yang benar, penggunaan energi menjadi lebih efektif sekaligus mengurangi tekanan berlebih pada otot dan sendi.

Sesuaikan Intensitas dan Hindari Overtraining

Cedera juga dapat terjadi akibat penggunaan tubuh secara berlebihan atau overuse, misalnya karena latihan terlalu sering tanpa waktu pemulihan yang cukup.

Adapun dr. Zeth menjelaskan, kondisi ini banyak terjadi pada pelari yang terlalu sering mengikuti lomba atau meningkatkan intensitas latihan secara drastis.

“Tidak ada recovery, dosis latihan ditingkatkan, akhirnya terjadi overtraining,” terangnya.

Overtraining dapat membuat otot dan sendi tidak memiliki waktu untuk pulih sehingga meningkatkan risiko cedera.

Baca juga: Rahasia Turun Berat Badan di Usia 40: Ganti Lari dengan Jalan Kaki

Perhatikan Berat Badan dan Kondisi Tubuh

Faktor lain yang juga berpengaruh adalah kondisi tubuh, termasuk berat badan.

Pada individu dengan berat badan berlebih, beban yang diterima oleh lutut dan pergelangan kaki saat berlari menjadi lebih besar.

Hal ini dapat meningkatkan risiko cedera, terutama jika tidak diimbangi dengan teknik dan intensitas latihan yang tepat.

Selain itu, pelari juga perlu mendengarkan sinyal tubuh saat berolahraga. Rasa nyeri atau tidak nyaman sebaiknya tidak diabaikan karena bisa menjadi tanda awal cedera.

Dengan memperhatikan faktor risiko serta menerapkan pola latihan yang tepat, aktivitas lari tetap bisa dilakukan secara aman tanpa meningkatkan risiko cedera dalam jangka panjang.

Tag:  #jangan #sepelekan #ketahui #penyebab #cedera #saat #lari #cara #mencegahnya

KOMENTAR