IV Drip Tak Hanya untuk Orang Sakit, Ini Panduan Aman Penggunaannya
– IV drip kian populer sebagai metode untuk menjaga kebugaran tubuh hingga membantu pemulihan kondisi tertentu.
Penggunaan IV drip pun kini tidak terbatas pada pasien dengan kondisi medis, tetapi juga mencakup masyarakat umum dengan kebutuhan yang beragam.
IV drip atau intravenous drip merupakan metode seperti infus, yaitu pemberian cairan, vitamin, atau obat langsung ke dalam pembuluh darah sehingga dapat bekerja lebih cepat dibandingkan metode oral.
Menurut dr. Kevin Tan, MM, MARS, pada dasarnya IV drip dapat diberikan kepada siapa saja, tergantung kebutuhan masing-masing.
“Untuk siapa? Kembali lagi, untuk semua orang,” tuturnya dalam acara grand opening PrettyFast Med di Pondok Indah Mall, Jakarta Selatan, Jumat (10/4/2026).
Baca juga: Infus Vitamin, Cara Instan Dongkrak Daya Tahan Tubuh
Tidak Hanya untuk Orang Sakit
Dalam penjelasannya, dr. Kevin mengatakan bahwa penggunaan IV drip tidak terbatas pada pasien dengan kondisi medis tertentu.
Pada orang yang sakit, IV drip biasanya digunakan sebagai terapi dengan memasukkan obat-obatan langsung ke dalam tubuh.
Namun, pada orang sehat, IV drip juga dapat dimanfaatkan untuk hidrasi maupun suplementasi, seperti pemberian vitamin.
Ia menjelaskan bahwa gaya hidup yang sibuk sering membuat seseorang tidak menyadari kondisi tubuhnya, terutama terkait kebutuhan cairan.
“Misalkan kita capek, mungkin takutnya besok jadi flu atau demam, kita suntik vitamin C. Kita merasakan pegal-pegal, susah fokus, kita suntik vitamin B agar lebih segar,” jelasnya.
Baca juga: Tiga Vitamin untuk Menjaga Kesehatan Mental, Menurut Psikiater
Bisa Disesuaikan dengan Kebutuhan
IV drip tidak memiliki satu jenis tetap, melainkan bergantung pada zat yang diberikan.
Untuk kondisi tertentu, dokter dapat memberikan obat-obatan seperti pereda nyeri atau penurun demam.
Sementara pada kondisi lain, cairan elektrolit dapat digunakan untuk mengatasi dehidrasi, misalnya pada pasien diare atau muntah.
Selain itu, IV drip juga sering digunakan sebagai suplementasi, seperti vitamin C dan vitamin B.
Vitamin C berperan dalam membantu meningkatkan daya tahan tubuh, sementara vitamin B membantu meningkatkan energi dan fokus.
“Kalau kita merasa capek atau takut mau sakit, bisa diberikan vitamin sesuai kebutuhan,” ujar dr. Kevin.
Seberapa Sering Boleh Dilakukan?
Terkait frekuensi, dr. Kevin menegaskan bahwa penggunaan IV drip sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan tubuh dan jenis zat yang diberikan.
Untuk vitamin C, umumnya dilakukan sesuai kebutuhan, misalnya saat kondisi tubuh menurun atau membutuhkan peningkatan daya tahan tubuh.
Sementara itu, vitamin B dapat diberikan secara lebih rutin karena memiliki risiko efek samping yang relatif lebih rendah.
“Ada yang rutin setiap dua minggu sekali dan tetap produktif hingga usia lanjut,” terangnya.
Namun, ia mengingatkan bahwa penggunaan vitamin C secara berlebihan tetap perlu diwaspadai karena dapat memicu gangguan lambung hingga risiko batu ginjal jika tidak diimbangi dengan asupan cairan yang cukup.
Baca juga: 5 Suplemen yang Tidak Boleh Dikonsumsi Bersamaan Menurut Dokter
Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum IV Drip
Sebelum menjalani IV drip, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk memastikan keamanan.
Salah satunya adalah memastikan kondisi tubuh dalam keadaan sudah makan, terutama jika akan mendapatkan vitamin C.
“Kalau vitamin C, baiknya setelah makan. Kalau belum, biasanya kita kombinasikan dengan obat lambung,” jelas dr. Kevin.
Selain itu, riwayat alergi juga perlu diperhatikan untuk menghindari reaksi yang tidak diinginkan.
Dengan demikian, IV drip dapat digunakan oleh berbagai kalangan, baik untuk kebutuhan medis maupun menjaga kebugaran.
Namun, frekuensi dan jenis zat yang diberikan perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing.
Melakukan konsultasi dengan tenaga medis menjadi langkah penting agar penggunaan IV drip tetap aman dan memberikan manfaat optimal.
Tag: #drip #hanya #untuk #orang #sakit #panduan #aman #penggunaannya