Bukan Malas, Ini Alasan Gen Z Sering Mengabaikan Email Kerja
Inbox penuh, notifikasi terus masuk, tapi balasan tak kunjung dikirim. Bagi sebagian pekerja Gen Z, situasi ini bukan hal asing.
Melansir Your Tango (27/3/2026), sebuah studi terhadap 1.000 pekerja yang dilakukan oleh Sign.com menemukan bahwa Gen Z 82 persen lebih mungkin mengabaikan email kerja dibandingkan Gen X.
Temuan ini menjadi salah satu gambaran perubahan pola komunikasi yang mulai terlihat jelas di dunia kerja.
Baca juga: Generasi Viral, tapi Gagal Profesional: Ada Apa dengan Gen Z?
Studi temukan kebiasaan “menghindari email” pada Gen Z
Dalam studi tersebut, peneliti menyoroti kecenderungan Gen Z untuk menunda atau menghindari email yang membutuhkan tindakan.
Sebanyak 40 persen responden mengaku sengaja menghindari email yang mengharuskan mereka melakukan sesuatu, seperti menandatangani dokumen atau login ke sistem kerja.
Selain itu, tiga dari lima pekerja Gen Z diketahui membuka dokumen tanpa benar-benar menyelesaikannya.
Sebanyak 46 persen bahkan mengira sudah menyelesaikan tugas melalui email, tetapi kemudian menyadari bahwa pekerjaan tersebut belum dilakukan.
Baca juga: Gen Z Disebut Rentan Kesepian, Ini yang Perlu Orangtua Ketahui
Bukan tidak peduli, tapi sering kewalahan
Ilustrasi Gen Z. Studi terbaru menunjukkan Gen Z lebih sering mengabaikan email kerja, bukan karena malas, tetapi karena tekanan komunikasi dan perubahan kebiasaan digital.
Di balik angka tersebut, ada tekanan yang tidak selalu terlihat. Banyak pekerja Gen Z sebenarnya tidak berniat mengabaikan tanggung jawab.
Namun, jumlah email yang terus menumpuk membuat sebagian dari mereka merasa kewalahan.
Alih-alih segera merespons, sebagian memilih menunda sebagai bentuk reaksi terhadap tekanan yang dirasakan.
Baca juga: Kenapa Gen Z Lebih Sensitif Soal Perbedaan Usia dalam Hubungan Asmara?
Email jadi sumber stres yang nyata
Survei lain terhadap pekerja kantoran di Amerika Serikat menunjukkan bahwa volume email menjadi salah satu sumber stres di tempat kerja.
Dampaknya lebih terasa pada Gen Z, dengan 36 persen di antaranya mengaku memiliki lebih dari 1.000 email yang belum dibaca. Ketika pesan terus berdatangan, beban komunikasi menjadi semakin berat.
Respons yang muncul bukan lagi produktivitas, melainkan kelelahan mental.
Terbiasa dengan chat, kesulitan dengan email
Ahli linguistik dan budaya dari Babbel, Esteban Touma, menjelaskan bahwa Gen Z tumbuh dengan komunikasi instan seperti chat dan media sosial.
Menurut dia, kebiasaan tersebut memengaruhi cara mereka merespons komunikasi formal seperti email.
Email dianggap lebih lambat, lebih kaku, dan kurang sesuai dengan ritme komunikasi yang biasa mereka gunakan.
Akibatnya, sebagian Gen Z mengalami kesulitan beradaptasi dengan sistem komunikasi di tempat kerja.
Baca juga: Kebiasaan Sejak Kecil yang Membentuk Kecerdasan Emosional, Ini Penjelasannya
Tekanan kerja membuat sebagian memilih diam
Tekanan untuk selalu responsif juga menjadi tantangan tersendiri.
Ekspektasi untuk membalas pesan dengan cepat sering kali membuat sebagian pekerja Gen Z merasa tertekan.
Dalam kondisi tersebut, sebagian mengalami freeze response, yaitu memilih tidak merespons sama sekali karena kewalahan.
Situasi ini menunjukkan bahwa masalahnya bukan sekadar kebiasaan, tetapi juga cara menghadapi tekanan kerja.
Baca juga: 7 Ciri Orang yang Aman Secara Emosional, Salah Satunya Tak Takut Disalahpahami
Antara menjaga diri dan tanggung jawab kerja
Meski begitu, kebiasaan mengabaikan email tetap memiliki konsekuensi. Email yang tidak ditanggapi dapat memengaruhi penilaian kinerja hingga peluang karier.
Karena itu, penting bagi Gen Z untuk menemukan keseimbangan antara menjaga kesehatan mental dan memenuhi tanggung jawab pekerjaan.
Kemampuan mengelola komunikasi menjadi salah satu kunci untuk berkembang di lingkungan kerja.
Temuan studi ini menunjukkan bahwa perubahan pola komunikasi menjadi tantangan nyata bagi Gen Z di dunia kerja.
Kebiasaan mengabaikan email tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga tekanan dan cara beradaptasi.
Memahami hal ini menjadi langkah awal untuk menciptakan komunikasi yang lebih efektif di tempat kerja.
Baca juga: Psikolog Ungkap 8 Ciri Orang Dewasa Secara Emosional, Bukan Sekadar Menahan Emosi
Tag: #bukan #malas #alasan #sering #mengabaikan #email #kerja