Frekuensi BAB Normal pada Anak Sesuai Usia Menurut Dokter
– Frekuensi buang air besar (BAB) pada anak sering kali menjadi kekhawatiran orangtua, terutama ketika terjadi perubahan pola.
Padahal, jumlah BAB pada anak sebenarnya bisa sangat bervariasi, tergantung usia dan kondisi tubuh masing-masing.
Menurut Dokter Spesialis Anak-Konsultan Gastrohepatologi, dr. Frieda Handayani Kawanto, Sp.A, Subsp. GH (K), frekuensi BAB pada bayi hingga anak usia di atas satu tahun memiliki perbedaan yang cukup signifikan.
“Pada bayi frekuensi BAB-nya sangat bervariasi. Waktu lahir BAB-nya bisa 7 sampai 10 kali sehari, warnanya seperti teh. Setelah masuk minggu ke dua, warnanya akan seperti mustard atau kehijauan tergantung dari konsumsi ibunya,” ujar dr. Frieda dalam Diskusi Media ‘Monitor Kesehatan Pencernaan Anak dengan Bebeclub AI Poop Tracker’, Kamis (2/4/2026).
Baca juga: Benarkah Minum Air Hangat di Pagi Hari Bisa Melancarkan BAB?
Dokter Spesialis Anak-Konsultan Gastrohepatologi, dr. Frieda Handayani Kawanto, Sp.A, Subsp. GH (K) dalam Diskusi Media ‘Monitor Kesehatan Pencernaan Anak dengan Bebeclub AI Poop Tracker’, Kamis (2/4/2026).
Pada masa awal kehidupan, bayi dapat mengalami frekuensi BAB yang cukup tinggi. Hal ini merupakan kondisi yang normal karena sistem pencernaan bayi masih dalam tahap penyesuaian terhadap asupan nutrisi, terutama ASI.
Frekuensi BAB yang cukup sering menunjukkan bahwa sistem pencernaan bayi bekerja dengan baik dalam mencerna asupan yang diterima.
Seiring bertambahnya usia, frekuensi BAB akan mengalami perubahan, baik dari segi jumlah maupun karakteristiknya.
Baca juga: Jangan Panik, Ini Alasan Bayi Sering Masukkan Benda ke Mulut
Perubahan pola BAB pada usia 2–4 bulan
Memasuki usia 2 hingga 4 bulan, frekuensi BAB bayi dapat mengalami penurunan yang cukup drastis. Bahkan, dalam beberapa kasus, bayi bisa tidak BAB dalam waktu yang cukup lama.
Meski demikian, kondisi ini tidak selalu menandakan adanya gangguan kesehatan. Penilaian perlu dilakukan dengan melihat kondisi keseluruhan anak.
“Kalau anaknya growth-nya bagus, enggak rewel, asupan ASI-nya juga bagus biasanya kita menganggap ini konstipasi yang fungsional dan belum tentu suatu penyakit,” jelas dr. Frieda.
Namun, ia tetap mengingatkan, kondisi tersebut sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter untuk memastikan tidak ada masalah serius.
Baca juga: Tips Pemberian Susu untuk Bayi yang Alami Gumoh Berlebih
Frekuensi ideal pada anak di atas satu tahun
Pada anak yang sudah berusia lebih dari satu tahun, frekuensi BAB mulai lebih teratur dan mendekati pola orang dewasa.
“Di atas usia setahun yang ideal itu sekali sehari BAB-nya dan bentuknya bagus. Kalau tidak BAB sehari, jangan khawatir, 2 hari sekali masih boleh asal bentuknya masih normal,” ujar dr. Frieda.
Orangtua tidak perlu langsung khawatir jika anak tidak BAB setiap hari, selama kondisi feses masih dalam kategori normal.
Namun, ada batasan tertentu yang perlu diperhatikan agar kondisi anak tetap dalam kategori sehat.
Baca juga: 4 Tanda Pencernaan Anak Sehat Dilihat dari Fesesnya, Orangtua Wajib Tahu
Waspadai tanda konstipasi pada anak
Frekuensi BAB yang terlalu jarang atau tidak sesuai dengan rentang normal dapat menjadi tanda adanya gangguan pencernaan, salah satunya konstipasi.
“Tapi kalau sudah tiga hari sekali BAB-nya atau sehari cuma dua kali, maka dianggap sudah tidak normal, konstipasi,” jelas dr. Frieda.
Kondisi ini perlu mendapat perhatian lebih karena dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada anak, bahkan berpotensi memengaruhi nafsu makan dan aktivitas sehari-hari.
Oleh karena itu, orangtua disarankan untuk tidak hanya memperhatikan frekuensi BAB, tetapi juga kondisi umum anak, seperti pertumbuhan, asupan nutrisi, dan tingkat kenyamanan.
Dengan memahami variasi frekuensi BAB sesuai usia, orangtua dapat lebih tenang dalam menyikapi perubahan yang terjadi.
Pemantauan yang tepat dan konsultasi dengan tenaga medis menjadi langkah penting untuk memastikan kesehatan pencernaan anak tetap terjaga.
Baca juga: Masalah Pencernaan Anak Bisa Picu Stres Orangtua, Ini Kata Ahli
Tag: #frekuensi #normal #pada #anak #sesuai #usia #menurut #dokter