Perbedaan Jumat Agung dan Paskah, Mulai dari Makna hingga Tradisinya
Ilustrasi Misa Paskah - Live Streaming Misa Paskah 2026 (Unsplash)
15:42
2 April 2026

Perbedaan Jumat Agung dan Paskah, Mulai dari Makna hingga Tradisinya

Bagi umat Kristiani, pekan suci merupakan momen paling krusial dalam kalender liturgi.

Di dalamnya, terdapat dua hari besar yang sering dianggap sama oleh masyarakat awam, yakni Jumat Agung dan Paskah.

Meski keduanya merupakan satu rangkaian dalam "Triduum" atau Tiga Hari Suci, Jumat Agung dan Paskah memiliki makna, suasana, dan sejarah yang bertolak belakang.

Lantas, apa saja perbedaan mendasarnya? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

1. Perbedaan Makna

Perbedaan paling mendasar dari 2 perayaan itu terletak pada inti peristiwa yang diperingati.

Orang rayakan Jumat Agung pakai baju merah di Gereja (Gemini AI)Orang rayakan Jumat Agung pakai baju merah di Gereja (Gemini AI)
  • Jumat Agung: Hari peringatan wafatnya Yesus Kristus di kayu salib. Ini adalah momen perenungan atas pengorbanan Yesus yang rela menanggung dosa umat manusia melalui penderitaan fisik dan batin.
  • Paskah: Hari kebangkitan Yesus Kristus dari kematian pada hari ketiga setelah penyaliban. Paskah dianggap sebagai puncak keselamatan dan kemenangan atas maut serta dosa.

2. Suasana Ibadah

Perbedaan makna tersebut juga sangat memengaruhi atmosfer ibadah di gereja.

  • Jumat Agung: Suasana gereja cenderung hening, redup, dan penuh refleksi. Biasanya tidak ada iringan musik yang meriah, altar dibiarkan polos, dan umat diajak untuk masuk dalam duka yang mendalam (Passio).
  • Paskah: Suasana berubah total menjadi penuh sorak-sorai dan sukacita. Gereja akan dipenuhi dekorasi bunga, lagu-lagu pujian "Alleluia" berkumandang meriah, dan sering kali dibarengi dengan tradisi mencari telur Paskah bagi anak-anak sebagai simbol kehidupan baru.

3. Latar Belakang Sejarah

Jumat Agung dan Paskah juga memiliki latar belakang sejarah yang berbeda.

  • Sejarah Jumat Agung: Peristiwa ini bermula ketika Yesus ditangkap setelah Perjamuan Terakhir karena tuduhan menghujat Allah.

Di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, Yesus dijatuhi hukuman mati. Ia harus menapaki jalan penderitaan (Via Dolorosa) sambil memanggul salib-Nya sendiri menuju Bukit Golgota hingga wafat.

Kata "Agung" atau Good Friday merujuk pada kasih Allah yang besar melalui inisiatif penebusan dosa tersebut.

  • Sejarah Paskah: Paskah menandai kembalinya Yesus dalam kemuliaan. Kebangkitan ini menjadi dasar seluruh konstruksi iman Kristiani.

Tanpa Paskah, pengorbanan di hari Jumat akan kehilangan maknanya. Yesus membuktikan bahwa kuasa kematian telah berakhir dan digantikan dengan kuasa kehidupan yang kekal.

4. Perbedaan Struktur Liturgi

Secara ritual, kedua perayaan ini memiliki susunan ibadah yang sangat spesifik.

Liturgi Jumat Agung

  • Passio: Pewartaan kisah sengsara.
  • Doa Permohonan Meriah: Doa untuk seluruh dunia.
  • Penghormatan Salib: Umat memberikan penghormatan pada kayu salib.
  • Komuni: Persatuan umat dengan Kristus.

Liturgi Paskah (Terutama Malam Paskah/Vigili)

  • Upacara Cahaya: Pemberkatan api dan lilin Paskah sebagai simbol cahaya dunia.
  • Liturgi Sabda: Pembacaan sejarah keselamatan manusia.
  • Upacara Baptis: Pembaruan janji baptis umat.
  • Ekaristi: Perayaan syukur atas kebangkitan Tuhan.

5. Waktu Peringatan

Secara urutan waktu, Jumat Agung selalu jatuh pada hari Jumat. Sementara itu, Paskah dirayakan tiga hari setelahnya, yakni pada hari Minggu.

Seperti di tahun 2026 ini, Jumat Agung jatuh pada hari Jumat 3 April 2026, maka Minggu Paskah akan jatuh pada 5 April 2026.

Editor: Nur Khotimah

Tag:  #perbedaan #jumat #agung #paskah #mulai #dari #makna #hingga #tradisinya

KOMENTAR