Profil dan Pangkat 3 Prajurit TNI yang Gugur akibat Serangan Israel
Praka Farizal Rhomadhon (Instagram/farizalrmdn17)
13:08
1 April 2026

Profil dan Pangkat 3 Prajurit TNI yang Gugur akibat Serangan Israel

Kabar duka datang dari Tentara Nasional Indonesia (TNI). Tiga prajurit terbaik bangsa dilaporkan gugur saat menjalankan misi perdamaian di Timur Tengah. Informasi ini mencuat luas di media sosial setelah Presiden Prabowo menyampaikan ucapan belasungkawa melalui unggahan Instagram Story pribadinya.

Dalam unggahan tersebut, Presiden menyampaikan kalimat duka “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada para prajurit yang gugur. Ia juga menyebut nama-nama prajurit TNI yang meninggal dunia saat menjalankan tugas negara.

Selain itu, berdasarkan informasi yang beredar, sebanyak delapan prajurit TNI menjadi korban dalam serangan tersebut. Dari jumlah itu, tiga di antaranya dinyatakan gugur dalam tugas, sementara lainnya mengalami luka-luka.

Para prajurit TNI tersebut diketahui tengah menjalankan misi perdamaian dunia di bawah naungan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Insiden pertama terjadi pada Minggu, 29 Maret, di markas UNIFIL yang berada di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon Selatan.

Selain tiga prajurit yang gugur, beberapa prajurit lainnya mengalami luka-luka. Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Aulia Dwi Narsullah menyampaikan bahwa dua prajurit mengalami luka ringan dan mendapatkan perawatan di Hospital Level I UNIFIL.

Sementara itu, seorang prajurit bernama Praka Rico harus dievakuasi menggunakan helikopter menuju Rumah Sakit St George di Beirut untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Berikut profil singkat tiga prajurit TNI yang gugur dalam insiden tersebut.

1. Praka Farizal Rhomadhon

Prajurit Kepala (Praka) Farizal Rhomadhon merupakan salah satu prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Timur Tengah. Ia menjadi salah satu korban gugur dalam serangan yang terjadi di markas UNIFIL. Ia diketahui menjabat sebagai Taban Provost 1 Ru Provost Kompi Markas (Kima) Yonif 113/JS.

Sebagai prajurit berpangkat Praka, Farizal bagian dari garda terdepan dalam berbagai operasi militer. Pangkat ini menunjukkan bahwa ia telah memiliki pengalaman dan dedikasi tinggi dalam menjalankan tugas-tugas negara, termasuk dalam misi perdamaian dunia di bawah mandat internasional. 

Dalam penugasannya, Farizal memiliki peran penting dalam menjaga ketertiban dan disiplin di lingkungan satuan. Kepergiannya menjadi pukulan berat, terutama bagi keluarga yang ditinggalkan.

Ia diketahui meninggalkan seorang istri serta seorang anak yang masih berusia 2 tahun. Jenazah Praka Farizal kemudian disemayamkan di East Sector Headquarters (HQ) sebagai bagian dari penghormatan terakhir sebelum dipulangkan ke Tanah Air.

2. Kapten Inf. Zulmi Aditya Iskandar

Kapten Infanteri (Inf.) Zulmi Aditya Iskandar merupakan perwira TNI yang juga gugur dalam  insiden terpisah yang terjadi sehari setelah Praka Farizal dinyatakan gugur yakni pada Senin, 30 Maret.

Ia merupakan bagian dari Tim Escort Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL yang tergabung dalam Sector East Mobile Reserve (SEMR). Sebagai seorang kapten, Zulmi memiliki tanggung jawab besar dalam memimpin pasukan di lapangan, termasuk dalam misi perdamaian di wilayah konflik. 

Pangkat Kapten Infanteri menunjukkan bahwa ia adalah perwira yang telah melalui berbagai pendidikan dan pelatihan militer, serta memiliki kemampuan kepemimpinan yang mumpuni.

Dalam setiap penugasan, perwira dengan pangkat ini biasanya berperan sebagai komandan unit yang bertanggung jawab langsung terhadap keselamatan dan keberhasilan misi. 

Saat kejadian, tim yang dipimpin Zulmi tengah menjalankan tugas mengawal konvoi kendaraan UNIFIL di wilayah Lebanon Selatan. Rute pengawalan dimulai dari Markas Sektor Timur UNIFIL (UNP 7-2) menuju Markas Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL di UNP 7-1.

Sebagai seorang perwira, Kapten Zulmi memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan keamanan dan kelancaran misi. Gugurnya ia dalam tugas mencerminkan dedikasi tinggi dalam menjaga perdamaian dunia.

3. Sertu Muhammad Nur Ichwan

Sersan Satu (Sertu) Muhammad Nur Ichwan juga termasuk dalam daftar prajurit yang gugur  dalam insiden yang sama dengan Kapten Zulmi. Ia merupakan bagian dari tim pengawal konvoi UNIFIL yang bertugas di wilayah rawan konflik.

Pangkat Sertu menunjukkan bahwa ia merupakan bintara senior yang memiliki peran penting dalam menjembatani komando antara perwira dan prajurit di lapangan.

Dalam berbagai operasi militer, seorang Sertu biasanya menjadi tulang punggung dalam pelaksanaan teknis dan taktis di lapangan. Pengalaman serta kemampuannya sangat dibutuhkan untuk memastikan misi berjalan sesuai rencana. 

Sebagai bintara senior, Sertu Ichwan memiliki peran strategis dalam pelaksanaan teknis di lapangan. Ia menjadi penghubung penting antara komando perwira dan pelaksanaan tugas oleh prajurit. Kepergiannya menambah daftar panjang pengorbanan prajurit Indonesia dalam misi perdamaian dunia.

Demikian itu profil singkat 3 prajurit TNI yang gugur karena serangan Israel saat sedang menjalankan misi perdamaian. Sebagai bangsa, penghormatan setinggi-tingginya patut diberikan atas jasa dan pengabdian mereka. Semoga para prajurit yang gugur mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta ketabahan.

Kontributor : Mutaya Saroh

Editor: Ruth Meliana

Tag:  #profil #pangkat #prajurit #yang #gugur #akibat #serangan #israel

KOMENTAR