Bacaan Niat Puasa Qadha Ramadan di Bulan Syawal
Bacaan Niat Puasa Qadha Ramadhan di Bulan Syawal (freepik)
09:43
27 Maret 2026

Bacaan Niat Puasa Qadha Ramadan di Bulan Syawal

Bulan Syawal sering dimanfaatkan untuk menyempurnakan ibadah yang belum tuntas di bulan Ramadan, salah satunya dengan puasa qadha.

Agar tidak keliru, mengetahui bacaan niat puasa qadha Ramadan di bulan Syawal menjadi hal yang wajib dipahami sejak awal.

Tidak sedikit yang masih bingung soal tata cara, waktu pelaksanaan, hingga niat yang benar untuk puasa qadha. Padahal, niat merupakan bagian penting yang menentukan sah atau tidaknya ibadah puasa.

Berikut ini penjelasan lengkap tentang niat puasa qadha di bulan Syawal, lengkap dengan hukum serta hal-hal penting yang perlu diperhatikan.

Pentingnya Mengqadha Puasa Ramadan

Puasa qadha Ramadan adalah kewajiban yang harus ditunaikan oleh setiap Muslim yang meninggalkan puasa di bulan Ramadan karena alasan yang dibenarkan oleh syariat. Misalnya karena sakit, dalam perjalanan (musafir), haid, atau kondisi lain yang membuat seseorang tidak mampu berpuasa.

Dalam Islam, kewajiban ini sangat jelas. Siapa pun yang meninggalkan puasa wajib, harus menggantinya di hari lain di luar bulan Ramadan.

Bahkan, sangat dianjurkan untuk segera mengqadhanya setelah Ramadan berakhir, agar tidak menumpuk dan terlupakan.

Secara makna, qadha berarti mengganti atau melaksanakan ibadah yang terlewat dari waktunya. Karena sifatnya wajib, puasa ini harus didahulukan dibandingkan puasa sunnah.

Meski waktu pelaksanaannya cukup fleksibel (hingga sebelum Ramadan berikutnya), menunda tanpa alasan yang jelas tentu tidak dianjurkan.

Salah satu hal penting dalam menjalankan puasa qadha adalah niat. Berbeda dengan puasa sunnah, niat puasa qadha wajib dilakukan pada malam hari sebelum waktu Subuh. Jika niat dilakukan setelah Subuh, maka puasa tersebut tidak sah sebagai puasa qadha.

Berikut bacaan niat puasa qadha Ramadan:

Arab:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى

Latin:

Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’i fardhi syahri Ramadhāna lillāhi ta‘ālā

Artinya:

“Aku berniat untuk mengqadha puasa bulan Ramadan esok hari karena Allah SWT.”

Niat ini bisa dibaca saat malam hari atau ketika sahur. Yang terpenting adalah niat sudah tertanam sebelum fajar tiba. Dengan niat yang benar, puasa qadha yang dijalankan menjadi sah dan bernilai ibadah di sisi Allah SWT.

Bolehkah Menggabungkan Puasa Qadha dan Syawal?

Banyak umat Muslim bertanya, apakah boleh menjalankan puasa qadha sekaligus puasa sunnah Syawal dalam satu waktu? Menurut sebagian ulama khususnya dalam mazhab Syafi’i, hal ini diperbolehkan.

Beberapa ulama menjelaskan bahwa seseorang tetap bisa mendapatkan pahala dari kedua ibadah tersebut, yaitu pahala mengganti puasa wajib dan pahala puasa sunnah Syawal. Ini menjadi solusi bagi mereka yang ingin efisien dalam beribadah, terutama jika waktu yang dimiliki terbatas.

Namun, ada juga pendapat lain yang menyarankan agar puasa qadha didahulukan secara terpisah, baru kemudian melaksanakan puasa Syawal.

Tujuannya agar mendapatkan keutamaan secara lebih sempurna, terutama karena puasa Syawal dianjurkan setelah menyempurnakan puasa Ramadan.

Namun, yang terpenting adalah tetap mendahulukan kewajiban, memahami niat dengan benar, dan menjalankan ibadah dengan penuh keikhlasan. Semoga bermanfaat.

Kontributor : Dini Sukmaningtyas

Editor: Yasinta Rahmawati

Tag:  #bacaan #niat #puasa #qadha #ramadan #bulan #syawal

KOMENTAR