Kurang Validasi dan Rasa Bosan Sering jadi Alasan Wanita Selingkuh
- Dalam sebuah hubungan asmara, kesetiaan menjadi fondasi utama yang disepakati kedua belah pihak. Jika hal itu dilanggar oleh perselingkuhan, hubungan seringkali sulit dipertahankan.
Fenomena perselingkuhan ini tidak hanya terjadi pada pria, tetapi juga wanita. Meski sering kali luput dari sorotan utama, motif di balik keputusan wanita untuk tidak setia memiliki dinamika tersendiri yang berakar pada kualitas hubungan yang sedang dijalani.
"Ketika seseorang berselingkuh, mereka melanggar kesepakatan ini dan mempertaruhkan kesehatan serta stabilitas hubungan mereka," ujar psikolog sosial Theresa E. DiDonato, PhD, dalam tulisannya di Psychology Today, Minggu (22/3/2026).
Baca juga: 5 Tanda Pasangan yang Pernah Selingkuh Tak Akan Mengulanginya
Wanita selingkuh karena apa?
Penelitian tahun 2024 berjudul "Why women cheat: testing evolutionary hypotheses for female infidelity in a multinational sample" mengungkap berbagai motivasi di balik tindakan ini.
Studi tersebut mempelajari respons dari ratusan responden, yang mencau 116 wanita dan 138 pria di berbagai negara, yang pernah melakukan perselingkuhan untuk memetakan alasan utamanya.
Faktor ketidakpuasan emosional dan perhatian
Ketidakbahagiaan dalam hubungan menjadi alasan paling dominan yang dilaporkan oleh 64,66 persen wanita.
Kondisi ini mencerminkan adanya pola hubungan yang tidak sehat, keterlepasan emosional, atau konflik yang terus-menerus terjadi di antara pasangan.
Baca juga: Mimpi Istri Selingkuh, Pertanda Keretakan Rumah Tangga?
Selain ketidakbahagiaan, sebanyak 22,41 persen wanita berselingkuh karena merasa pasangannya sudah tidak peduli atau menganggap remeh hubungan. Menariknya, jumlah wanita yang memberikan alasan ini tercatat empat kali lebih banyak daripada pria.
Alasan lainnya yang cukup signifikan adalah keinginan untuk balas dendam (15,52 persen). Ketika seorang wanita mengetahui pasangannya berkhianat, hal tersebut dapat memotivasi mereka untuk melakukan hal serupa sebagai bentuk pelampiasan rasa sakit hati.
Rasa bosan hingga kebutuhan seksual
Faktor kejenuhan juga mengambil peran dalam dinamika perselingkuhan wanita. Sekitar 12,93 persen responden mengaku tidak setia karena merasa hidupnya membosankan, atau sekadar ingin mencari sesuatu yang baru untuk mewarnai keseharian mereka.
Baca juga: Ingin Rujuk, Ini Cara Meyakinkan Diri Pasangan Tak Mengulangi Kesalahan
Di sisi lain, kebutuhan biologis pun tetap menjadi faktor yang muncul. Sebanyak 8,62 persen responden menyatakan ketidakpuasan seksual bersama pasangan utama sebagai alasan mereka mencari pasangan lain di luar pernikahan.
"Ketika wanita tidak bahagia dengan kehidupan seks mereka bersama pasangannya, mereka mungkin menggunakan ini sebagai alasan untuk mencari pasangan seksual lain," ucap DiDonato.
Faktor situasional dan validasi diri
Perselingkuhan tidak selalu berakar dari masalah menahun. Terkadang faktor situasional memicu keputusan impulsif (7,76 persen).
Pengaruh zat tertentu atau adanya godaan saat seseorang sedang tidak fokus pada dampak jangka panjang juga bisa menjadi penyebabnya.
Kebutuhan akan validasi juga muncul sebagai motif bagi 6,90 persen wanita. Merasa dihargai, dilihat, dan dipahami, merupakan kebutuhan mendasar yang jika tidak terpenuhi dalam hubungan utama, berisiko dicari di tempat lain.
Uniknya, rasa cinta terhadap orang ketiga atau selingkuhan justru menempati urutan bawah sebagai alasan tidak setia, yakni hanya 6,89 persen.
Data ini menunjukkan bahwa mayoritas perselingkuhan wanita berpusat pada masalah internal dengan pasangan resmi, bukan semata-mata karena daya tarik orang baru.
Baca juga: 78 Persen Kasus Cerai di Indonesia 2024 Berasal dari Gugatan Istri, Ini Laporannya
Ilustrasi selingkuh
Prediksi akhir hubungan dan jarak yang jauh
Beberapa wanita menggunakan perselingkuhan sebagai cara untuk menghadapi hubungan yang dirasa sudah menuju kehancuran (6,03 persen). Selain itu, jarak fisik dalam hubungan jarak jauh juga menyumbang alasan.
"Mungkin perselingkuhan adalah alasan yang mereka butuhkan untuk mengakhiri hubungan utama mereka, atau mungkin itu terkait dengan rasa sakit akibat rusaknya hubungan," ungkap DiDonato.
Pada akhirnya, kurangnya pemenuhan kebutuhan dasar dalam sebuah komitmen, memicu wanita untuk berselingkuh.
"Ketika kebutuhan akan rasa memiliki dan koneksi, kebutuhan seksual, kebutuhan harga diri, atau kebutuhan sosial, tidak terpenuhi, wanita mungkin lebih berisiko untuk melakukan perselingkuhan," sambung dia.
Ini bukan berarti bahwa kurangnya pemenuhan kebutuhan secara otomatis berarti perselingkuhan. Sebaliknya, hal ini menunjukkan pentingnya mempertimbangkan pemenuhan kebutuhan umum wanita sebagai faktor risiko perselingkuhan.
Baca juga: 6 Tanda Siap Menikah Lagi Setelah Cerai Menurut Psikolog
Tag: #kurang #validasi #rasa #bosan #sering #jadi #alasan #wanita #selingkuh