Berkaca dari Kisah Boiyen, Kenapa Pasangan yang Baru Menikah Memutuskan Bercerai?
- Tidak sedikit pasangan yang sudah menjalani hubungan pacaran bertahun-tahun tetapi justru memutuskan untuk berpisah, tidak lama setelah menikah. Misalnya saja Boiyen dan Rully.
Keduanya diketahui telah menjalin hubungan sejak tahun 2023, sebelum menikah pada November 2025. Boiyen menggugat cerai Rully pada Januari 2026, ketika usia pernikahannya masih seumur jagung, alias baru dua bulan berjalan.
Di sisi lain, hubungan yang sudah terjalin lama sering dianggap sebagai tanda kesiapan menuju jenjang yang lebih serius. Lantas, mengapa pasangan yang baru menikah bisa bercerai, meskipun sudah berpacaran cukup lama?
Baca juga: Perjalanan Cinta Boiyen dan Rully, Berujung Gugatan Cerai Usai Dua Bulan Menikah
“Seringkali kan jawaban gampangnya bilangnya enggak cocok. Tapi, dinamikanya enggak sesederhana itu,” ujar dokter spesialis kesehatan jiwa dari Primaya Hospital Kelapa Gading, dr. Leonita Ariesti Putri, Sp.K.J, MSc, saat diwawancarai secara daring pada Kamis (29/1/2026).
“Pacaran mau selama apapun itu, enggak akan pernah sama dengan kehidupan pernikahan, yang hidupnya benar-benar bersama-sama di dimensi fisik dan emosi, dan berbagi tanggung jawab,” lanjut dia.
Menghadapi “ujian” yang berbeda
Komedian Boiyen dan suaminya, Rully Anggi Akbar, saat foto prewedding.
Pasangan bisa bercerai meskipun sudah pacaran cukup lama, karena dua fase kehidupan itu menawarkan “ujian” yang berbeda.
Baca juga: Gaya Pernikahan Boiyen, Anggun dalam Balutan Adat Sunda dan Sentuhan Modern
Ujian dalam fase pernikahan memiliki konsekuensi pada setiap keputusan yang diambil oleh kedua belah pihak, sedangkan ujian dalam fase pacaran tidak memiliki konsekuensi.
Selain itu, ketidaksepakatan yang muncul saat pacaran sering kali belum berdampak langsung pada keberlangsungan hidup bersama.
Misalnya ketika seseorang tidak setuju dengan cara pasangannya menggunakan uang, situasi itu belum menyentuh stabilitas rumah tangga karena keuangan masih terpisah.
“Pas nikah, kalau kita enggak setuju pasangan kita punya hobi, misalnya, itu jad lebih rumit karena dampaknya, konsekuensinya, dan pengaruhnya, itu enggak cuma ke pasangan,” tutur dr. Leonita.
Konsekuensinya bisa mencakup suami atau istri dari orang tersebut, anak jika sudah punya anak, atau kestabilan finansial rumah tangga.
Spektrum “ujian” yang lebih luas
Boiyen dan Rully Anggi Akbar menggelar pesta pernikahan di ICE BSD, Tangerang Selatan, Sabtu (15/11/2025).
Psikolog klinis dari NALA Mindspace, Shierlen Octavia, M.Psi., Psikolog, juga melihat perbedaan mendasar tersebut.
“Pacaran biasanya menguji perasaan, sementara pernikahan menguji realitas hidup bersama, misalnya tentang membagi peran, tanggung jawab, keuangan, atau aktivitas keseharian lainnya,” tutur dia saat dihubungi pada Kamis.
Dengan kata lain, pernikahan menempatkan pasangan pada realitas hidup bersama yang lebih konkret.
Banyak hal yang tidak bisa ditunda untuk diselesaikan
Shierlen melanjutkan bahwa setelah menikah, pasangan tidak lagi leluasa menunda penyelesaian hal apapun, termasuk masalah, seperti saat masih berpacaran.
Lantaran masih belum terikat, orang-orang yang berpacaran bisa menunda mengkompromikan banyak hal untuk sementara waktu. Beda halnya dengan saat keduanya sudah berbagi ruang hidup yang sama setiap hari.
“Setelah menikah, pasangan tidak lagi bisa menghindar tanpa konsekuensi, sehingga, bisa jadi perbedaan yang selama ini tertutup karena pacaran, baru bisa terlihat saat sudah tinggal bersama,” jelas dia.
Boiyen gugat cerai Rully usai dua bulan menikah
Komedian Boiyen dan suaminya, Rully Anggi Akbar, dalam acara pernikahannya pada November 2025.
Sebelumnya, komedian yang meroket melalui acara “Pesbukers” ini memulai perjalanan cintanya dengan Rully, seorang dosen tetap di Jakarta, setelah berkenalan melalui Direct Message (DM) Instagram.
Baca juga: Asri Welas Bercerai di Usia 40-an, Psikolog Ungkap Cara Menghadapi Tantangan Kembali Single
Tidak diketahui kapan keduanya benar-benar berpacaran, tetapi sejak perkenalan pada tahun 2023, mereka menjalin komunikasi yang intens sampai janur kuning akhirnya melengkung dua tahun kemudian.
Pernikahan mereka digelar secara hangat, dihadiri oleh keluarga dan sahabat dekat.
Dalam pernikahan tersebut, Rully memberikan mahar berupa uang Rp 110 juta dan emas 15 gram. Boiyen sempat membagikan momen kebersamaan mereka di media sosial.
Namun, memasuki bulan pertama pernikahan, muncul isu dugaan penipuan investasi yang menyeret nama Rully.
Di tengah isu tersebut, Boiyen kemudian mendaftarkan gugatan cerai ke Pengadilan Agama (PA) Tigaraksa, Tangerang, pada 20 Januari 2026.
Humas PA Tigaraksa, Moh. Sholahuddin, menyampaikan bahwa perkara telah terdaftar. Sidang perdana digelar pada 27 Januari 2026, dengan sidang lanjutan dijadwalkan pada 3 Februari 2026.
Baca juga: Bangkit Setelah Perceraian, Psikolog Bagikan 3 Tips untuk Pulih dan Kembali Bahagia
Tag: #berkaca #dari #kisah #boiyen #kenapa #pasangan #yang #baru #menikah #memutuskan #bercerai