Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Kamu Mengalami Stres? Ini Kata Dokter
Ilustrasi stres.(Unsplash)
10:10
28 Januari 2026

Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Kamu Mengalami Stres? Ini Kata Dokter

- Bagi sebagian orang, stres terasa seperti jantung akan meledak keluar dari dada. Bagi yang lain, stres muncul di kulit dalam bentuk ruam, atau membuat rambut rontok lebih banyak dari biasanya.

Stres memang bagian dari kehidupan, tetapi tidak selalu buruk. Terkadang, stres memberi dorongan untuk menyelesaikan tenggat waktu atau tampil maksimal.

Namun, stres yang tidak terkelola dengan baik atau berlangsung lama, bisa mengacaukan tubuh dan memunculkan berbagai keluhan yang tidak terduga.

Baca juga: Basah Kuyup dan KRL Padat Bikin Stres? Psikiater Ungkap Cara Atasi “Burnout” di Jalan

"Stres tidak selalu menyebabkan kondisi tertentu, tetapi bisa memperburuk gejala dari kondisi tesebut," kata dokter spesialis penyakit dalam, Richard Lang, MD, MPH, dikutip dari Cleveland Clinic, Selasa (27/1/2026).

Stres harian dan stres kronis

Meski terasa hanya terjadi di pikiran, stres nyata memengaruhi seluruh tubuh.

“Ketika gejala fisik memburuk, hal itu bisa meningkatkan tingkat stres seseorang, sehingga terbentuk lingkaran setan," ucap dr. Lang.

Psikiater Susan Albers, PsyD, menambahkan, stres bisa berdampak dalam jangka pendek maupun panjang.

Stres harian

Ilustrasi memendam emosi.Dok. Unsplash/Claudia Wolff Ilustrasi memendam emosi.

Stres harian adalah stres yang sering dialami banyak orang, seperti ketinggalan bus, lupa membayar tagihan, atau menyiapkan acara makan malam.

“Yang terjadi di tubuh adalah otot mulai menegang, jantung berdetak lebih cepat, dan lebih banyak oksigen masuk ke paru-paru untuk mempersiapkan diri menghadapi stresor,” jelas Albers.

“Kabar baiknya, sering kali stresor ini bersifat kecil. Setelah berlalu, tubuh kembali ke kondisi istirahat normal," sambung dia.

Stres kronis

Stres jangka panjang bisa berasal dari stres harian yang menumpuk dan terus berlangsung, seperti masalah keuangan atau konflik keluarga.

“Stresor yang berkelanjutan ini dapat memberi dampak mendalam dan jangka panjang pada kesehatan mental dan fisik,” jelas Albers.

Stres kronis membuat tubuh terus berada dalam mode siaga, yang dapat menimbulkan beragam masalah, mulai dari berat badan meningkat sampai masalah tidur.

Apa yang terjadi pada tubuh saat stres?

Otot dan persendian

ilustrasi sendi.Shutterstock/peterschreiber.media ilustrasi sendi.

Stres dapat menimbulkan nyeri, kaku, pegal, hingga kejang otot. Kondisi seperti radang sendi dan fibromyalgia juga bisa kambuh, karena stres menurunkan ambang rasa nyeri.

Menurut American Psychological Association (APA), otot bisa menegang ketika seseorang mengalami stres. Namun, ketika stres mereda, ketegangan itu dilepaskan.

Jantung dan paru-paru

Selanjutnya, apa yang terjadi pada jantung dan paru-paru ketika seseorang sedang stres? Detak jantung bisa meningkat, misalnya ketika kamu mengejar tenggat kerja.

Kadar hormon stres kortisol yang tinggi juga bisa memperburuk penyakit jantung, gangguan irama jantung, tekanan darah tinggi, stroke, dan asma.

Sementara pada paru-paru, stres dapat menyebabkan napas pendek dan cepat. Jika mengalami nyeri dada, rasa tertekan, atau jantung berdebar, segera periksa ke dokter.

Kulit dan rambut

Ilustrasi rambut rontokFreepik.com Ilustrasi rambut rontok

Kulit dan rambut pun terdampak. Jika memiliki kondisi kulit seperti eksim, rosacea, atau psoriasis, stres dapat memperburuknya. Stres juga dapat menyebabkan biduran, gatal, keringat berlebih, dan kerontokan rambut.

Baca juga: Waspadai 5 Kebiasaan Saat Stres yang Memicu Kenaikan Berat Badan

Sistem pencernaan

Pernahkah kamu sakit perut karena stres? Perlu diketahui bahwa stres sangat memengaruhi pencernaan, mulai dari nyeri, kembung, diare, sembelit, hingga kondisi lebih kompleks seperti sindrom iritasi usus dan asam lambung (GERD).

Saat stres, seseorang bisa makan terlalu banyak atau terlalu sedikit. Dalam kondisi berat, stres bahkan bisa memicu muntah.

Bahu, kepala, dan rahang

Dampak stres pada tubuh bisa bergerak melalui “segitiga ketegangan” yang mencakup bahu, kepala, dan rahang.

“Stres dapat memicu sakit kepala tegang, kekakuan di leher dan rahang, serta otot yang menggumpal (knot) dan kejang di leher dan bahu. Stres juga dapat berkontribusi pada gangguan pada rahang,” kata dr. Lang.

Ilustrasi flu, varian influenza A(H3N2) subclade K yang disebut super flu telah terdeteksi di Indonesia, namun Kemenkes menegaskan situasinya masih terkendali dengan gejala serupa flu musiman.KOMPAS.COM/SUCI RAHAYU Ilustrasi flu, varian influenza A(H3N2) subclade K yang disebut super flu telah terdeteksi di Indonesia, namun Kemenkes menegaskan situasinya masih terkendali dengan gejala serupa flu musiman.

Sistem imun

Tubuh membutuhkan sistem imun yang kuat untuk membantu mencegah penyakit, tetapi stres dapat melemahkannya.

“Hal ini membuatmu lebih mudah terkena pilek atau flu. Stres juga dapat memperburuk kondisi autoimun seperti lupus dan penyakit radang usus,” ujar dr. Lang.

Baca juga: Mengapa Pria dan Wanita Merespons Stres dengan Cara Berbeda?

Tag:  #yang #terjadi #pada #tubuh #saat #kamu #mengalami #stres #kata #dokter

KOMENTAR