Peneliti Temukan Uban Akibat Stres Bisa Dipulihkan
Ilustrasi uban. Rambut beruban ternyata bukan sekadar tanda penuaan, melainkan bisa mencerminkan cara alami tubuh menghentikan sel rusak yang berpotensi berkembang menjadi kanker.(Shutterstock)
08:35
28 Januari 2026

Peneliti Temukan Uban Akibat Stres Bisa Dipulihkan

- Rambut beruban terjadi secara alami seiring bertambahnya usia. Namun, sebuah studi mengungkap, perubahan warna rambut yang identik dengan tanda penuaan ini, juga bisa disebabkan oleh stres.

Demikian menurut penelitian bertajuk "Quantitative Mapping of Human Hair Greying and Reversal in Relation to Life Stress" oleh Ayelet M Rosenberg, dkk, tahun 2021, disadur dari Today, Selasa (27/1/2026).

Para peneliti menemukan bahwa tekanan psikologis dapat memicu rambut berubah menjadi abu-abu. Namun, ketika stres mereda, sebagian rambut bisa kembali menumbuhkan warna alaminya dari akar.

Meski begitu, efeknya bersifat sementara, hanya mungkin terjadi pada rentang usia tertentu, dan hanya memengaruhi sebagian kecil folikel rambut.

Baca juga: Waspada, 18 Tanda Stres Kronis Mulai Menguasai Diri

Penelitian tentang stres dan munculnya uban

Dalam studi tersebut, para peneliti mencabut dan menganalisis 397 helai rambut dari 14 orang sehat berusia 9-65 tahun.

Ilustrasi rambut beruban.Dok. Unsplash/Ivan Aviles Ilustrasi rambut beruban.

Tidak ada satu pun partisipan yang menggunakan pewarna rambut atau perawatan kimia, dan semuanya mengaku sudah beruban sebagian atau rambut dua warna.

Ada sebuah fenomena bernama "pembalikan uban" atau reversal of graying. Ini mengacu pada rambut dengan warna putih di ujung helai, tetapi tumbuh kembali lebih gelap di bagian dekat akar. Fenomena ini ditemukan di 10 partisipan.

Para partisipan diminta mengingat periode stres berat dalam setahun terakhir. Peneliti kemudian memeriksa potongan kecil rambut untuk mencocokkan perubahan pigmen dengan periode stres tersebut. Hasilnya menunjukkan peningkatan stres berkaitan jelas dengan proses rambut memutih.

Sebaliknya, ketika para partisipan melaporkan penurunan stres, seperti setelah liburan atau selesainya situasi menegangkan, pigmen rambut kembali muncul.

Namun perubahan warna hanya terjadi pada rambut yang baru tumbuh dari akar, bukan pada helai yang sudah keluar dari kulit kepala.

Baca juga: Ketahui, Efek Terlalu Sering Mencabut Uban

Mengapa stres menyebabkan kepala beruban?

Ilustrasi uban di usia muda. Rambut beruban ternyata bukan sekadar tanda penuaan, melainkan bisa mencerminkan cara alami tubuh menghentikan sel rusak yang berpotensi berkembang menjadi kanker.Shutterstock/Pixel-Shot Ilustrasi uban di usia muda. Rambut beruban ternyata bukan sekadar tanda penuaan, melainkan bisa mencerminkan cara alami tubuh menghentikan sel rusak yang berpotensi berkembang menjadi kanker.

Respons stres awalnya berkembang untuk membantu manusia bertahan dari bahaya. Saat menghadapi ancaman, tubuh masuk ke mode siaga.

Namun, tekanan karena pekerjaan atau hubungan yang kurang menyenangkan, bisa memicu reaksi yang serupa.

Baca juga: Mengapa Kita Mengidam Cokelat Saat Stres?

“Respons stres itu perlu karena mendorong kelangsungan hidup dalam istilah evolusi. Tapi, ada harga dari menjadi stres dan harganya adalah mungkin beberapa sel menua lebih cepat,” kata Martin Picard ahli psikiatri dan neurologi di di Columbia University, New York, AS. 

Picard menambahkan, uban hanyalah cerminan luar dari "biaya internal" akibat stres. Inilah salah satu efek stres yang bisa dilihat dengan mata telanjang.

Pertumbuhan rambut membutuhkan energi besar. Saat rambut tumbuh, sel-selnya menerima sinyal dari tubuh, termasuk hormon stres. Paparan ini diduga memicu perubahan pada pigmen rambut.

Baca juga: 6 Kebiasaan Sehat untuk Menurunkan Kortisol dan Mengelola Stres

Tidak semua orang bisa mengembalikan warna rambutnya

Menurut Picard, rambut memiliki ambang biologis sebelum benar-benar berubah menjadi uban. Jika seseorang sudah mendekati fase beruban, hadirnya peristiwa stres dapat mendorong sel rambut melewati ambang tersebut lebih cepat.

Ketika stres mereda dan posisi biologisnya masih dekat ambang, warna bisa kembali.

“Tapi rambut yang sudah beruban selama 30 tahun kemungkinan besar tidak bisa dibalik,” ujar Picard.

Pembalikan pun kemungkinan hanya sementara. Sebab, seiring bertambahnya usia, rambut akan kembali melewati ambang tersebut sebagai bagian alami proses penuaan dan akhirnya menjadi uban permanen.

Baca juga: Mencegah Uban di Usia Muda: Tips Menjaga Rambut Tetap Hitam Lebih Lama

Tag:  #peneliti #temukan #uban #akibat #stres #bisa #dipulihkan

KOMENTAR