Doa Malam Nisfu Syaban Lengkap untuk Ubah Takdir Buruk Jadi Baik
-
Malam Nisfu Sya'ban adalah waktu mustajab untuk berdoa dan memohon ampunan.
-
Amalan umum meliputi membaca Surat Yasin tiga kali setelah salat Maghrib.
-
Doa khusus dipanjatkan untuk memohon keberkahan rezeki dan ketetapan iman.
Umat Muslim akan segera menyambut malam penuh kemuliaan, yakni malam Nisfu Syaban.
Malam Nisfu Syaban jatuh pada pertengahan bulan Syaban ini dipercaya sebagai malam di mana catatan amal manusia dilaporkan dan doa-doa dikabulkan oleh Allah SWT.
Salah satu amalan utama di malam ini adalah memperbanyak doa, khususnya memohon agar segala takdir buruk di masa depan dihapus dan diganti dengan keberkahan serta kebahagiaan.
Lantas, bagaimana bacaan doa malam Nisfu Syaban yang sesuai tuntunan para ulama? Simak ulasan lengkapnya mulai dari bacaan Arab, latin, hingga tata caranya berikut ini.
Keutamaan Malam Nisfu Syaban Menurut Imam Syafi'i
Perbesar
Ilustrasi berdoa saat malam Nisfu Syaban {unsplash/Masjid MABA]
Imam Syafi'i dalam kitab al-Umm menjelaskan bahwa ada lima malam di mana doa-doa mustajab atau dikabulkan secara langsung oleh Allah SWT. Kelima malam tersebut antara lain:
- Malam Jumat
- Malam Idul Fitri
- Malam Idul Adha
- Malam pertama bulan Rajab
- Malam Nisfu Syaban
Karena merupakan malam pengampunan dan pembebasan dari api neraka, umat Islam sangat dianjurkan untuk memperbanyak istighfar, salawat, dan sedekah di momen tersebut.
Tata Cara Amalan Malam Nisfu Syaban
Dalam tradisi masyarakat Indonesia, amalan ini biasanya dilakukan setelah salat Maghrib dengan membaca Surat Yasin sebanyak tiga kali.
Setiap selesai satu kali bacaan, ada niat khusus yang harus dipanjatkan seperti berikut ini:
- Yasin Pertama: Niat memohon panjang umur dalam ketaatan kepada Allah SWT.
- Yasin Kedua: Niat memohon rezeki yang halal, luas, dan penuh berkah.
- Yasin Ketiga: Niat memohon ketetapan iman, wafat dalam keadaan husnul khatimah, dan kebahagiaan dunia akhirat.
Setelah setiap satu kali bacaan Yasin, dilanjutkan dengan membaca doa khusus berikut ini:
Berikut adalah teks doa yang merujuk pada kitab Maslakul Akhyar karya Mufti Betawi, Syekh Sayyid Utsman bin Yahya:
Teks Arab:
اللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ. اللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِيْ عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الكِتَابِ أَشْقِيَاءَ أَوْ مَحْرُوْمِيْنَ أَوْ مُقَتَّرِيْنَ عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللّٰهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتِيْ وَحِرْمَانِيْ وَاقْتِتَارَ رِزْقِيْ، وَاكْتُبْنِيْ عِنْدَكَ سُعَدَاءَ مَرْزُوْقِيْنَ مُوَفَّقِيْنَ لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ: “يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ” وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ العَــالَمِيْنَ
Latin:
Allāhumma yā dzal manni wa lā yumannu ‘alaika yā dzal jalāli wal ikrām, yā dzat thauli wal in‘ām, lā ilāha illā anta zhahral lājīna wa jāral mustajīrīna, wa ma’manal khā’ifīn. Allāhumma in kunta katabtanī ‘indaka fī ummil kitābi asyqiyā’a au mahrūmīna au muqattarīna ‘alayya fir rizqi, famhullāhumma fī ummil kitābi syaqāwatī, wa hirmānī waqtitāra rizqī, waktubnī ‘indaka su‘adā’a marzūqīna muwaffaqīna lil khairāt. Fa innaka qulta wa qaulukal haqq fī kitābikal munzali ‘ala lisāni nabiyyikal mursali “Yamhullāhu mā yasyā’u wa yutsbitu wa ‘indahū ummul kitāb.” Wa shallallāhu ‘alā sayyidinā Muhammadin wa ‘alā ālihī wa shahbihī wa sallama, walhamdulillāḥi rabbil ‘ālamīn.
Artinya:
"Wahai Tuhanku yang maha pemberi, Engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku. Catatlah aku sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan"
Variasi Doa Malam Nisfu Syaban dari Syekh Abdul Qadir al-Jilani dan Imam Al-Haddad
Selain doa di atas, para ulama besar lainnya juga mengajarkan doa yang tak kalah menyentuh hati:
1. Doa Syekh Abdul Qadir al-Jilani
Inti dari doa beliau adalah memohon agar Allah melimpahkan kemerdekaan dari api neraka, meluaskan rezeki, dan memberikan rahmat bagi mereka yang diputuskan ajalnya pada tahun tersebut.
2. Doa Imam Al-Haddad
Doa ini memohon agar Allah menjadikan kita hamba yang paling beruntung di malam tersebut, dipenuhi hatinya dengan cahaya makrifat, serta dijauhkan dari penyakit hati seperti syirik dan kemunafikan.
Tag: #malam #nisfu #syaban #lengkap #untuk #ubah #takdir #buruk #jadi #baik