Beauty Science Tech 2026, Ketika Beauty, Sains, dan Teknologi Menghadirkan Inovasi yang Berdampak
- Deklarasi ParagonCorp sebagai Purposeful Beauty Tech Company semakin terasa kuat melalui penyelenggaraan Beauty Science Tech (BST) 2026.
Di usia 40 tahun perjalanannya, PT Paragon Technology and Innovation (ParagonCorp) menegaskan bahwa kecantikan bukan lagi sekadar tentang produk, melainkan tentang bagaimana sains, teknologi, dan nilai kemanusiaan menyatu untuk menciptakan dampak yang bermakna.
Purposeful Beauty Tech Company
Mengusung tema “Beauty Rewired: Where Science, Technology, and Soul Transform Life”, Beauty Science Tech 2026 menjadi panggung deklarasi ParagonCorp sebagai Purposeful Beauty Tech Company.
Sebuah identitas yang menempatkan kebermanfaatan sebagai inti dari pertumbuhan, sekaligus komitmen untuk membangun global beauty ecosystem yang berkelanjutan, inklusif, dan bertanggung jawab.
“Selama 40 tahun berdiri, kebermanfaatan selalu menjadi tujuan utama pertumbuhan Paragon. Kami mengejar kebermanfaatan, dan dari sanalah pertumbuhan mengikuti,” ujar Harman Subakat, Group CEO ParagonCorp.
Lebih lanjut ia mengatakan, komitmen ini menegaskan kesiapan Paragon untuk terus berkontribusi dalam membangun global beauty ecosystem melalui inovasi yang berkelanjutan, inklusif, dan bermakna.
“Dengan memanfaatkan sains dan teknologi serta didukung kolaborasi dengan para expert dan global partners, ParagonCorp hari ini bertransformasi menjadi Purposeful Beauty Tech Company, yang menghadirkan inovasi, yang berdampak bagi konsumen, masyarakat dan bumi,” imbuhnya.
Melalui pendekatan beauty rewired, ParagonCorp memaknai kecantikan secara holistik. Sains menjadi fondasi presisi dalam setiap riset dan pengembangan produk. Teknologi dan kolaborasi dimanfaatkan untuk menjawab kebutuhan hypersegmented consumers secara personal.
Sementara nilai-nilai etika dan tanggung jawab menjadi acuan, agar inovasi tetap relevan, manusiawi, dan berkelanjutan.
Deputy CEO & Chief R&D Officer ParagonCorp, dr. Sari Chairunnisa, Sp.D.V.E, FINSDV mengatakan, melalui pendekatan biometric science, genomic and microbiome research, dan data-driven skin analysis, kulit tak hanya bisa dipahami di permukaan, tapi sebagai suatu sistem biologis.
“Teknologi memungkinkan kita memahami perbedaan dan keunikan dari setiap individu, dan menciptakan solusi kecantikan yang lebih presisi, personal, dan bertanggung jawab, bukan untuk mengubah manusia, tetapi untuk menjawab kebutuhannya," papar dr. Sari.
Kolaborasi dengan Mitra Teknologi Global di Bidang AI
Sebagai salah satu pusat riset dan pengembangan kecantikan terbesar di Asia Tenggara dan rumah bagi produk kecantikan halal terkemuka dunia, ParagonCorp terus memperkuat ekosistem inovasinya melalui kolaborasi dengan lebih dari 20 mitra teknologi global di bidang Artificial Intelligence (AI).
Kolaborasi ini melahirkan lebih dari 30 AI-powered consumer experiences untuk membantu konsumen memahami kondisi kulit, wajah, dan kebutuhan tubuh secara presisi.
Beauty Science Tech 2026 menjadi ruang di mana publik bisa merasakan langsung bagaimana kecantikan berbasis sains dan teknologi diterjemahkan dalam pengalaman nyata. Tidak hanya melalui pameran, tetapi juga lewat diskusi, kolaborasi, dan edukasi lintas generasi.
“Beauty Science Tech tahun ini hadir dengan skala yang lebih luas dan inklusif. Sesi talks-nya juga kita buat lebih banyak, dengan lebih banyak experts,” ujar dr. Sari saat ditemui di tengah acara Beauty Science Tech 2026 di Pondok Indah Mall, Jakarta.
Dikatakan dr. Sari, salah satu harapan dari Beauty Science Tech 2026 adalah bisa menjadi jembatan antara mahasiswa dan siswa SMA yang tertarik dengan dunia STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) untuk berdiskusi langsung dengan para expert maupun pembuat kebijakan.
“Jadi, topik-topik ini tidak hanya eksklusif untuk di kantor atau ruang meeting kementrian, tapi kita ingin membuka di ruang publik, sehingga di usia muda, mereka bisa melihat apa yang dilakukan dan apa yang bisa aku lakukan? Jadi saling berbagai informasi dan inspirasi,” jelasnya.
Sejalan dengan semangat tersebut, Beauty Science Tech 2026 menghadirkan berbagai forum dialog strategis yang mempertemukan pembuat kebijakan, pemimpin industri, media, influencer, dan mitra global.
Sejumlah tokoh lintas sektor juga turut berbagi pandangan dalam opening ceremony, seperti Retno Marsudi, Board of Council Paragon Wardah Stewardship for Global Impact; Davide Pennino, PhD, Co-Founder and CEO of Biotix; serta Bhavna Rawlley, Managing Director Accenture SEA.
Mereka menyoroti pentingnya inovasi berbasis sains, penerapan teknologi, khususnya AI, serta peran perusahaan dalam memberikan dampak bermakna bagi masyarakat global.
Inovasi Beauty Tech Terbaru ParagonCorp
Sementara dari sisi experience, Beauty Science Tech 2026 menghadirkan Exhibition and Immersive Experience dengan lebih dari 10 pengalaman inovatif dari portofolio brand ParagonCorp.
Berbagai zona tematik seperti Hall of Purpose, Sphere of Beauty Tech, Collective Space, Beauty Beyond Stage, hingga Future Store memperlihatkan bagaimana konsep Purposeful Beauty Tech Company diterjemahkan secara nyata dan interaktif.
“Berbagai inovasi kami hadirkan di sini, seperti device yang bisa menghadirkan warna lipstick sesuai dengan warna baju yang dipakai, dari Kahf ada AI image planning untuk menentukan potongan rambut yang sesuai bentuk wajah, dari Make Over ada face ratio untuk mengetahui bagian wajah mana yang perlu di-refine agar hasilnya presisi,” tutur dr. Sari menjelaskan.
Ada juga Emina yang bekerja sama dengan psikolog, menawarkan layanan Mental Health untuk remaja melalui QR Code yang terhubung ke WhatsApp, sebagai bagian dari pendekatan wellness yang dimulai sejak usia dini.
Selain itu, masih banyak inovasi beauty tech terbaru dari ParagonCorp yang dihadirkan di Beauty Science Tech 2026.
Melalui Beauty Science Tech 2026, ParagonCorp menegaskan bahwa transformasinya sebagai Purposeful Beauty Tech Company bukan hanya tentang kemajuan teknologi, tetapi juga tentang membangun kesadaran, membuka akses dialog publik, memberdayakan generasi muda, dan menciptakan inovasi yang berdampak bagi manusia, masyarakat, dan bumi.
Beauty Science Tech 2026 berlangsung selama lima hari, pada 21–25 Januari 2026 di City Hall Pondok Indah Mall 3, Jakarta Selatan.
Tag: #beauty #science #tech #2026 #ketika #beauty #sains #teknologi #menghadirkan #inovasi #yang #berdampak