Kenali 5 Tanda Child Grooming yang Sering Terabaikan Menurut Psikolog
ilustrasi anak dan orang dewasa. Ramai soal Broken Strings Aurelie Moeremans, Tanda orang dewasa lakukan child grooming.(Freepik)
22:05
15 Januari 2026

Kenali 5 Tanda Child Grooming yang Sering Terabaikan Menurut Psikolog

Pernahkah Anda melihat orang dewasa yang tampak begitu "baik" dan perhatian kepada anak Anda, namun insting Anda merasa ada yang ganjil?

Dalam dunia psikologi, kewaspadaan ini sangatlah penting.

Perhatian yang terlihat tulus bisa jadi merupakan child grooming, sebuah proses manipulasi sistematis untuk mendapatkan kepercayaan anak demi tujuan eksploitasi.

Psikolog Klinis Anak dan Remaja, Gisella Tani Pratiwi, M.Psi., menekankan bahwa proses ini sering kali sangat halus sehingga luput dari radar orang tua.

Pelaku tidak hanya mengincar anak, tapi juga mencoba "menaklukkan" kepercayaan keluarga besarnya.

Child grooming itu proses yang mana pelaku membangun relasi khusus dengan anak dan kadang dengan keluarga besarnya, untuk mendapatkan kepercayaan dan membentuk relasi kuasa atau otoritas atas anak, dalam persiapan melakukan tindakan kekerasan (abusive),” kata Gisella dikutip dari ANTARA, Kamis (15/1/2026).

Agar kita lebih waspada, berikut adalah 5 tanda child grooming yang sering kali terabaikan.

1. Hadiah dan perhatian yang "di luar proporsi"

Tanda paling awal biasanya berupa kemurahan hati yang tidak wajar. Pelaku mungkin memberikan hadiah mahal, uang, atau perhatian yang sangat intens.

Menurutnya, kondisi ini menjadi lebih mengkhawatirkan jika anak menjalin hubungan khusus dengan pihak yang usianya lebih tua atau memiliki profesi tertentu namun bersifat rahasia,

2. Terciptanya "rahasia kecil" antara anak dan pelaku

Pelaku grooming adalah pakar dalam membangun relasi kuasa. Mereka sering mengajak anak memiliki "rahasia bersama" yang tidak boleh diketahui orang tua.

Hal ini bertujuan untuk mengisolasi anak secara emosional. Anak diajarkan bahwa hanya si pelaku yang benar-benar memahami mereka, sehingga tercipta sekat antara anak dan keluarga.

3. Perubahan perilaku dan suasana hati yang drastis

Jangan abaikan jika anak yang tadinya ceria tiba-tiba menjadi pemurung, mudah marah, atau menarik diri dari lingkaran pertemanan.

Penurunan prestasi akademik juga bisa menjadi indikator adanya beban mental akibat manipulasi yang mereka alami.

Anak sering kali merasa bingung dan terjepit dalam relasi kuasa yang tidak sehat tersebut.

4. Menggunakan kalimat atau perilaku bernuansa seksual

Salah satu tanda yang paling kuat namun sering membuat orang tua syok adalah ketika anak menunjukkan perilaku atau menggunakan istilah seksual yang melampaui usianya.

“Menunjukkan perilaku atau menggunakan kalimat yang bernuansa seksual di luar kebiasaan atau pengetahuan umum yang orangtua ketahui, memiliki rahasia yang dijaga ketat misalnya kegiatan yang dilakukan sesudah sekolah atau kegiatan online,” ungkap psikolog klinis yang berpraktik di Jakarta itu.

5. Aktivitas online yang terlalu privat

Di era digital, grooming banyak terjadi di balik layar gawai.

Psikolog Gisella mengingatkan orang tua untuk waspada jika anak sangat protektif terhadap kegiatan online-nya.

Pelaku mungkin mendekati melalui game online atau media sosial dengan identitas palsu, membangun kedekatan lewat obrolan intens di jam-jam yang tidak wajar.

Apa yang harus dilakukan orangtua?

Mengenali tanda saja tidak cukup. Kunci utamanya adalah pendekatan emosional. Gisella menyarankan orangtua untuk:

  • Membangun relasi yang hangat

Ciptakan ruang aman di mana anak merasa diterima tanpa syarat, sehingga mereka tidak mencari validasi dari orang asing.

  • Edukasi sejak dini

Ajarkan perbedaan antara relasi yang sehat (timbal balik dan terbuka) dengan relasi manipulatif. Berikan pemahaman tentang "rahasia baik" (seperti kejutan ulang tahun) dan "rahasia buruk" (hal yang membuat tidak nyaman dan harus disembunyikan).

  • Literasi digital

Dampingi anak dalam menggunakan gawai. Ajarkan mereka untuk tidak memberikan identitas pribadi kepada siapa pun di internet.

Jika Anda menemukan tanda-tanda di atas, hindari sikap menghakimi atau memarahi anak.

Dekati mereka dengan empati agar mereka merasa cukup aman untuk terbuka dan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.

Tag:  #kenali #tanda #child #grooming #yang #sering #terabaikan #menurut #psikolog

KOMENTAR