Saat Semua Serba Mahal, Pengeluaran Mana yang Harus Dipangkas?
- Belajar dari tahun 2025 yang diwarnai tekanan ekonomi, bijak mengatur keuangan di tahun ini wajib dilakukan karena kebutuhan hidup yang terus meningkat sedangkan penghasilan relatif stagnan.
Mencari pekerjaan sampingan memang sering disarankan untuk bisa bertahan hidup jika pemasukan dari gaji tergolong pas-pasan. Namun, mencari pekerjaan pun tidak mudah di saat kondisi ekonomi masih sulit.
Cara lain yang bisa dilakukan adalah mengevaluasi pengeluaran utama.
“Buat dulu daftar pengeluaran yang sangat-sangat prioritas, yaitu adalah yang tidak bisa ditunda, harus dilakukan dan tidak punya opsi lain, dan kalau tidak dipenuhi maka bisa berdampak secara fisik dan mental.”
Hal tersebut dikatakan oleh perencana keuangan senior sekaligus Ketua Asosiasi Perencana Keuangan IARFC Indonesia, Aidil Akbar Madjid, saat dihubungi beberapa waktu lalu.
Pengeluaran yang perlu dievaluasi
Makanan
Pos pengeluaran utama pertama yang perlu dievaluasi adalah pengeluaran untuk makanan, yang sering kali luput karena dianggap sebagai kebutuhan rutin.
Aidil menyarankan untuk membagi menjadi beberapa kategori, yaitu makan standar, makan sederhana, makan semi-mewah, dan makan mewah. Atur kategori mana yang harus dikurangi, atau dihilangkan.
“Itu salah satu contoh, apa saja yang enggak bisa dikurangi dan yang bisa dikurangi,” tutur Aidil.
Ia juga menyarankan untuk lebih cerdas dalam belanja bahan makanan. Misalnya adalah empat ekor ayam untuk sebulan.
“Satu ekor ayam bisa buat seminggu, misalnya potong sepuluh. Misalnya apakah ayamnya diopor, dikecap, atau jadi balado,” kata Aidil.
Tempat tinggal
Salah satu pengeluaran besar yang membuat gaji cepat habis adalah biaya tempat tinggal dan transportasi. Jika belum memiliki rumah sendiri, evaluasi apakah tempat tinggal saat ini sesuai dengan kebutuhan atau tidak.
“Kalau kontrakan atau apartemennya jauh dari tempat kerja, tapi harganya mahal, ya buat apa?” ujar Aidil.
Jika memungkinkan, cari kontrakan atau apartemen yang berada tidak jauh dari tempat kerja sehingga pengeluaran untuk transportasi bisa ditekan.
Pakaian
Redam keinginan untuk selalu membeli pakaian baru. Aidil menyarankan agar hanya membeli pakaian saat harganya sedang diskon.
Ia menilai, barang yang sama bisa dibeli dengan harga jauh lebih murah jika kamu bersedia menunggu waktu yang tepat. Menunggu diskon bukan soal pelit, melainkan soal rasional dalam membelanjakan uang.
“Kumpulin uang untuk belanja saat diskon akhir tahun atau pas tanggal cantik, atau kalau memang pas lagi ada momen diskon yang murah banget,” imbau Aidil.
Namun, jangan sampai diskon mengubah rencana belanja. Pos pengeluaran untuk belanja pakaian tetap harus mengikuti anggaran yang sudah disusun sebelumnya. Diskon hanya relevan jika memang sudah ada rencana pembelian.
Transportasi
Kesalahan terbesar dalam menghitung pengeluaran transportasi pribadi adalah tidak seluruh komponen pengeluaran. Selain membeli bensin, jangan lupa dihitung juga biaya tol, parkir, dan servis rutin.
“Kalau pakai transportasi umum atau daring, kita ke mana-mana sudah ‘disopirin’, pengeluaran per bulannya lebih murah. Kita tingga duduk manis,” sambung Aidil.
Selain itu, beragam pilihan transportasi umum saat ini juga sudah cukup memadai dan dari segi pengeluaran lebih murah.
Produktivitas
Produktivitas adalah hidden cost alias biaya tersembunyi yang sering luput dari perhatian. Salah satunya adalah biaya berlangganan internet.
Aidil mengatakan bahwa saat ini hampir setiap rumah, kantor, dan beberapa tempat seperti kafe dan restoran, sudah memiliki fasilitas wifi.
“Jadi, kita hanya butuh paket data untuk in between saja. Jadi cari saja paket data yang murah, itu sudah cukup untuk sebulan,” pungkas dia.
Tag: #saat #semua #serba #mahal #pengeluaran #mana #yang #harus #dipangkas