Tren Perhiasan Tahun 2026, Back to Basic dengan Sentuhan Timeless
Reopening store Frank & co. Plaza Senayan, Jakarta Pusat, dengan konsep yang baru.(KOMPAS.com/DEVI PATTRICIA)
21:20
12 Januari 2026

Tren Perhiasan Tahun 2026, Back to Basic dengan Sentuhan Timeless

- Perhiasan tak lagi sekadar aksesori pelengkap penampilan. Memasuki tahun 2026, tren perhiasan bergerak ke arah yang lebih personal, bermakna, sekaligus fungsional. 

Gaya yang terlalu ramai dan musiman mulai ditinggalkan, berganti dengan desain simpel, elegan, dan mampu bertahan melampaui perubahan tren. 

Konsep inilah yang disebut sebagai “back to basic”, sebuah pendekatan yang menekankan nilai keabadian dalam desain perhiasan.

General Manager Frank & co., Rolly Soesanto mengungkap, tren perhiasan tahun 2026 akan kembali pada esensi dasar perhiasan itu sendiri, yakni keindahan yang sederhana namun sarat makna.

“Tren perhiasan tahun 2026 yaitu, back to basic. Itulah kami juga coba menyesuaikan untuk membuat desain dan campaign yang timeless,” ujarnya dalam Reopening Frank & co. di Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (10/1/2025).

Menurut Rolly, konsep timeless bukan berarti monoton atau ketinggalan zaman. Justru sebaliknya, desain perhiasan yang timeless mampu melampaui tren sesaat dan tetap relevan dipakai dalam berbagai momen, baik formal maupun kasual.

Tren perhiasan 2026

Kembali ke desain yang tak terikat tren sesaat

Reopening store Frank & co. Plaza Senayan, Jakarta Pusat, dengan konsep yang baru.KOMPAS.com/DEVI PATTRICIA Reopening store Frank & co. Plaza Senayan, Jakarta Pusat, dengan konsep yang baru.

Rolly menjelaskan, karakter perhiasan di tahun 2026 akan mengedepankan kesederhanaan bentuk dan desain yang tidak terlalu heboh. 

Model perhiasan akan dibuat lebih minimalis, bersih, dan tidak bergantung pada tren yang cepat berubah.

Ia menegaskan, perhiasan dengan konsep timeless adalah perhiasan yang tidak terlalu ramai secara visual dan tidak terjebak pada gaya musiman.

Model perhiasan seperti ini memungkinkan pemakainya untuk tetap tampil elegan tanpa harus merasa ketinggalan zaman di tahun-tahun berikutnya. 

Desain yang sederhana justru memberikan fleksibilitas lebih tinggi untuk dipadukan dengan berbagai gaya busana.

Bagi industri perhiasan, pendekatan ini juga menjadi strategi jangka panjang. Produk yang tidak lekang oleh waktu akan memiliki nilai pakai lebih lama, sekaligus meningkatkan makna emosional bagi pemiliknya.

Generasi muda pilih perhiasan statement, simpel, dan penuh makna

General Manager Frank & co., Rolly Soesanto, dalam Reopening Frank & co. Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (10/1/2026).KOMPAS.com/DEVI PATTRICIA General Manager Frank & co., Rolly Soesanto, dalam Reopening Frank & co. Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (10/1/2026).

Meski mengusung konsep back to basic, Rolly menilai bahwa generasi muda tetap memiliki karakter unik dalam memilih perhiasan. 

Mereka menginginkan sesuatu yang bisa menjadi statement, tetapi tetap simpel dan tidak berlebihan.

“Anak sekarang itu lebih suka sesuatu yang statement, tapi simple. Namun, perhiasannya juga memiliki arti atau value di setiap itemnya, seperti natural diamond,” ungkap Rolly.

Generasi saat ini tidak hanya mencari keindahan visual, tetapi juga nilai simbolik di balik perhiasan yang mereka kenakan. 

Natural diamond, misalnya, dipilih bukan semata karena keindahannya, melainkan karena maknanya sebagai simbol ketulusan, keabadian, dan kekuatan.

Tren ini sekaligus menegaskan pergeseran cara pandang terhadap perhiasan, dari sekadar barang mewah menjadi representasi nilai hidup dan identitas diri.

Perhiasan sebagai fashion yang penuh makna

Reopening store Frank & co. Plaza Senayan, Jakarta Pusat, dengan konsep yang baru.KOMPAS.com/DEVI PATTRICIA Reopening store Frank & co. Plaza Senayan, Jakarta Pusat, dengan konsep yang baru.

Lebih lanjut, Rolly menjelaskan bahwa koleksi perhiasan ke depan akan mengarah pada perpaduan antara fashion dan makna filosofis. 

Desain dibuat sederhana agar mudah dipadukan dengan berbagai gaya berpakaian, namun tetap memiliki kedalaman makna.

“Itulah mengapa koleksi-koleksi kami nanti lebih ke arah fashion tapi simple, dan semuanya memiliki makna mendalam,” katanya.

Dengan pendekatan ini, perhiasan tidak hanya menjadi pelengkap busana, melainkan bagian dari ekspresi diri. 

Pemakainya tidak sekadar mengenakan perhiasan karena tren, tetapi karena merasa terhubung secara emosional dengan makna yang dibawanya.

Konsep ini juga sejalan dengan gaya hidup modern yang semakin menghargai makna, keberlanjutan, dan nilai personal dalam setiap barang yang dimiliki.

Perhiasan bukan sekadar dipakai, tapi menyampaikan pesan

Rolly menekankan, perhiasan memiliki fungsi komunikasi nonverbal. Setiap perhiasan yang dikenakan membawa pesan tertentu, baik tentang karakter, nilai hidup, maupun perasaan pemakainya.

“Perhiasan itu bukan sesuatu yang dipakai, tapi ada pesan yang disampaikan ke orang lain saat memakainya,” ujarnya.

Sebuah cincin, kalung, atau gelang tidak hanya menjadi hiasan, tetapi juga media untuk mengekspresikan makna, seperti cinta, komitmen, harapan, hingga penghargaan terhadap diri sendiri.

Di era modern, ketika ekspresi diri menjadi semakin penting, perhiasan bertransformasi menjadi bahasa personal yang dapat “dibaca” oleh orang lain.

Salah satu contoh konkret perhiasan bermakna adalah koleksi See The Light, hasil kolaborasi Frank & co. dengan Maudy Ayunda. 

Rolly menjelaskan, setiap item dalam koleksi tersebut dirancang dengan filosofi yang mendalam.

“Seperti halnya koleksi See The Light kolaborasi kami dengan Maudy Ayunda. Setiap perhiasan memiliki makna, yaitu selalu menjadi cahaya untuk diri sendiri maupun orang lain,” tuturnya.

Makna “cahaya” di sini bukan hanya simbol keindahan, tetapi juga representasi kekuatan, harapan, dan inspirasi. 

Perhiasan menjadi pengingat bagi pemakainya untuk tetap bersinar, baik untuk diri sendiri maupun lingkungan sekitar.

Koleksi ini mencerminkan bagaimana tren perhiasan 2026 tidak hanya berfokus pada estetika, tetapi juga pada pesan emosional yang ingin disampaikan.

Desain tidak lagi dibuat untuk mengejar sensasi sesaat, melainkan untuk menciptakan hubungan jangka panjang antara perhiasan dan pemiliknya.

Dengan konsep back to basic, perhiasan kembali pada fungsinya yang paling esensial, sebagai simbol keindahan, nilai, dan cerita hidup seseorang. 

Di tahun 2026, perhiasan bukan lagi sekadar tren, melainkan perwujudan identitas, filosofi hidup, dan ekspresi personal yang tak lekang oleh waktu.

Tag:  #tren #perhiasan #tahun #2026 #back #basic #dengan #sentuhan #timeless

KOMENTAR