Belajar dari Film Materialists, Apakah Finansial Penentu Perempuan Pilih Pasangan?
– Film Materialists memantik diskusi hangat tentang cara perempuan memandang hubungan dan memilih pasangan hidup.
Salah satu tokoh utamanya, Lucy, digambarkan sebagai perempuan modern yang secara terang-terangan menjadikan kekayaan sebagai kriteria utama dalam mencari pasangan.
Bagi Lucy, stabilitas finansial dianggap sebagai simbol keberhasilan, keamanan, dan masa depan yang lebih terjamin.
Namun, benarkah finansial menjadi faktor paling utama bagi perempuan dalam memilih pasangan?
Menjawab pertanyaan tersebut, Psikolog Klinis Winona Lalita R., M.Psi., Psikolog, menilai, apa yang ditampilkan dalam film tersebut tidak sepenuhnya keliru, tetapi juga tidak bisa digeneralisasi sebagai gambaran seluruh perempuan.
Apakah finansial penentu utama perempuan memilih pasangan?
Finansial bukan satu-satunya faktor
Psikolog Klinis Winona Lalita R., M.Psi., Psikolog
Winona menjelaskan, kondisi finansial memang memiliki peran dalam faktor pertimbangan perempuan saat memilih pasangan. Namun, peran tersebut tidak berdiri sendiri.
“Secara psikologis sebenarnya finansial itu bukan satu-satunya faktor, tapi salah satu faktor yang memang menjadi pertimbangan perempuan memilih pasangan,” jelas Winona saat diwawancarai Kompas.com, Senin (5/1/2026).
Menurutnya, finansial kerap diasosiasikan dengan harga diri, rasa aman, dan stabilitas hidup. Tidak mengherankan jika perempuan seperti tokoh Lucy dalam Materialists menjadikan kekayaan sebagai tolak ukur utama.
Meski demikian, dalam kehidupan nyata, proses memilih pasangan jauh lebih kompleks.
“Biasanya faktor finansial tidak bisa berdiri sendiri dalam memilih pasangan, akan disertai faktor lainnya, seperti rasa aman, koneksi secara emosional, nilai hidup, dan lainnya,” lanjutnya.
Hal ini menunjukkan, uang sering kali berfungsi sebagai simbol, bukan tujuan akhir. Di balik keinginan akan pasangan mapan, terdapat kebutuhan psikologis yang lebih dalam.
Pengalaman hidup membentuk cara memilih pasangan
Winona menegaskan, keputusan perempuan dalam memilih pasangan sangat dipengaruhi oleh latar belakang dan pengalaman hidup masing-masing.
Apa yang dianggap penting oleh satu perempuan belum tentu relevan bagi perempuan lainnya.
“Tapi kembali lagi kepada masing-masing perempuan yang mengambil keputusan ini, termasuk juga pengalaman hidup yang sudah dialami. Hal ini yang menjadi bahan pertimbangan dalam memilih pasangan,” ujarnya.
Pengalaman masa lalu, termasuk pola asuh keluarga, relasi sebelumnya, hingga kondisi ekonomi yang pernah dialami, dapat membentuk standar dan ekspektasi dalam hubungan.
Dalam konteks film, pilihan Lucy dapat dibaca sebagai refleksi dari kebutuhan personal yang lahir dari perjalanan hidupnya sendiri.
Perbedaan psikologis laki-laki dan perempuan
Lebih lanjut, Winona juga menyoroti adanya perbedaan struktur psikologis antara laki-laki dan perempuan yang turut memengaruhi cara keduanya memandang hubungan.
“Secara umum struktur otak laki-laki dan perempuan itu berbeda. Maka ada beberapa kasus yang tidak dijelaskan secara umum,” ungkap Winona.
Perbedaan tersebut berdampak pada cara perempuan memproses emosi dan tekanan hidup. Hal ini kemudian berpengaruh pada kriteria pasangan yang dianggap ideal.
“Perbedaan ini salah satunya terletak pada bagaimana perempuan itu merespon secara emosional, termasuk juga cara meregulasi emosi atau meregulasi stres,” jelasnya.
Dengan kecenderungan tersebut, perempuan sering kali mencari pasangan yang mampu memberikan rasa aman secara menyeluruh, bukan hanya dalam bentuk materi.
Keamanan emosional lebih dari sekadar materi
Winona menyebutkan, kebutuhan akan rasa aman menjadi benang merah dalam pilihan pasangan perempuan. Keamanan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari emosional, psikologis, hingga sosial.
Maka dari itu, meskipun finansial kerap terlihat menonjol di permukaan, kebutuhan yang mendasarinya jauh lebih luas.
Maka hal ini juga memengaruhi pilihannya dalam memilih pasangan, sebisa mungkin yang bisa memberi keamanan dari berbagai aspek bukan materi aja.
Materialists bukan sekadar kisah tentang perempuan dan uang, melainkan potret tentang bagaimana kebutuhan psikologis, pengalaman hidup, dan dinamika emosional saling memengaruhi dalam memilih pasangan hidup.
Tag: #belajar #dari #film #materialists #apakah #finansial #penentu #perempuan #pilih #pasangan