Waspada! 9 Tanda Penting Tubuh Kekurangan Cairan, Jangan Lupa Untuk Langsung Mengonsumsi Air Putih
ilustrasi seorang pria sedang minum air putih. /Freepik
06:44
2 Oktober 2024

Waspada! 9 Tanda Penting Tubuh Kekurangan Cairan, Jangan Lupa Untuk Langsung Mengonsumsi Air Putih

Minum air putih mungkin tidak semenarik minuman berwarna dengan berbagai rasa.

Tapi air putih sangat penting untuk kesehatan dan kesejahteraan tubuh kita. Namun masih banyak yang tidak mencukupi kebutuhan ini, bahkan cenderung abai.

Dehidrasi dapat menyerang kita secara tiba-tiba, dan menyebabkan serangkaian gejala yang sering kali tidak disadari.

Dari isyarat halus hingga peringatan yang lebih jelas, tanda-tanda tersebut berfungsi sebagai pengingat untuk memprioritaskan hidrasi dalam tubuh.

Berapa Banyak Air yang Harus Diminum Setiap Hari?

Jumlah air yang harus diminum setiap hari bervariasi tergantung pada beberapa faktor, termasuk usia, berat badan, tingkat aktivitas, dan iklim.

Menurut banyak ahli, dianjurkan untuk mengonsumsi enam hingga delapan gelas air putih yang setara dengan sekitar 2 liter atau setengah galon.

Namun, kebutuhan hidrasi setiap individu mungkin berbeda, dan penting untuk mendengarkan isyarat tubuh sendiri tentang rasa haus dan menyesuaikan asupan air.

Apakah Ada Cara Lain untuk Tetap Terhidrasi?

Jika tidak menyukai rasa air putih, ada beberapa cara alternatif untuk tetap terhidrasi dan memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

Salah satunya dengan menambahkan rasa alami ke dalam air seperti irisan lemon, mentimun, atau daun mint, untuk meningkatkan rasanya tanpa menambahkan kalori atau gula.

Selain itu, mengonsumsi makanan kaya air seperti buah-buahan dan sayuran, seperti semangka, mentimun, dan stroberi, dapat berkontribusi pada asupan cairan harian.

Untuk mengukur apakah asupan cairan untuk tubuh kita sudah terpenuhi atau belum, kita harus tahu beberapa tanda yang sering menjadi alarm alami tubuh.

Seperti dilansir dari laman The Style Diary, berikut adalah 9 tanda paling umum jika tubuh tidak mendapatkan cukup air.

1. Rasa haus yang terus-menerus

Salah satu tanda dehidrasi yang paling nyata adalah rasa haus terus-menerus. Sensasi ini diatur oleh mekanisme hormonal, termasuk pelepasan vasopresin, yang mendorong ginjal untuk menghemat air saat kadar cairan rendah.

Penelitian telah menunjukkan bahwa pusat rasa haus otak, yang terletak di hipotalamus, merespon perubahan osmolalitas darah, memicu rasa haus untuk mendorong asupan cairan.

Jadi, jika Anda terus-menerus mencari segelas air sepanjang hari, tubuh Anda mungkin memberi sinyal bahwa ia tidak mendapatkan cukup hidrasi.

2. Air seni berwarna gelap

Menurut sebuah penelitian oleh Frontiers in Nutrition, warna urin dapat menjadi indikator yang jelas mengenai status hidrasi.

Air seni yang berwarna kuning tua atau kuning keemasan menunjukkan tubuh mengalami dehidrasi.

Asupan air yang tidak memadai menyebabkan urin lebih pekat, yang menunjukkan bahwa tubuh membutuhkan lebih banyak cairan.

3. Mulut dan bibir kering

Bibir kering atau pecah-pecah dapat disebabkan oleh faktor eksternal seperti kondisi cuaca tertentu, terutama di daerah beriklim dingin dan kering atau selama musim dingin.

Paparan angin kencang, kelembaban rendah, dan suhu dingin dapat menghilangkan kelembaban dari kulit halus pada bibir, sehingga mengakibatkan kulit kering, pecah-pecah, dan tidak nyaman.

Namun, bibir kering yang terus-menerus juga dapat menandakan dehidrasi. Ketika tubuh tidak terhidrasi dengan baik, tubuh akan memprioritaskan fungsi-fungsi penting seperti menjaga tekanan darah dan mengatur suhu tubuh daripada fungsi-fungsi yang kurang penting seperti menjaga bibir tetap lembab.

Akibatnya, tubuh mungkin menyimpan kelembaban dengan mengurangi produksi air liur, yang menyebabkan mulut dan bibir kering.

4. Kelelahan dan kelemahan

Sebuah studi British Journal of Nutrition, meneliti efek status hidrasi terhadap kinerja kognitif dan suasana hati pada wanita muda yang sehat.

Temuan penelitian menunjukkan bahwa dehidrasi ringan sekalipun menyebabkan gangguan fungsi kognitif, termasuk berkurangnya perhatian, meningkatnya kelelahan, dan menurunnya kewaspadaan.

Selain itu, peserta melaporkan lebih banyak suasana hati yang negatif, seperti tegang, cemas, dan lelah, saat mereka mengalami dehidrasi dibandingkan saat mereka terhidrasi dengan baik.

Hasil ini, menyoroti pentingnya menjaga hidrasi yang tepat untuk kinerja kognitif dan pengaturan suasana hati yang optimal.

5. Sakit kepala

Sakit kepala merupakan gejala umum dehidrasi, dan dapat terasa mulai dari sakit kepala tegang yang ringan hingga migrain parah.

Dehidrasi mengurangi aliran darah dan menyebabkan kontraksi otak sementara, yang berujung pada sakit kepala.

Sebuah penelitian berjudul “Peningkatan Asupan Air untuk Mengurangi Sakit Kepala” telah menunjukkan bahwa peningkatan asupan air dapat membantu mengurangi frekuensi dan tingkat keparahan sakit kepala, terutama migrain.

Mengenali sakit kepala sebagai tanda potensial dehidrasi sangat penting untuk menjaga hidrasi dan mencegah ketidaknyamanan.

Selain itu, ketika tubuh kekurangan hidrasi, volume darah menurun, yang dapat menyebabkan penurunan tekanan darah saat berdiri dengan kondisi yang dikenal sebagai hipotensi ortostatik.

Penurunan tekanan darah yang tiba-tiba ini dapat menyebabkan pusing dan sakit kepala, terutama saat berpindah dari posisi duduk atau berbaring ke posisi berdiri.

Gejala-gejala ini khususnya dapat terasa pada individu yang rentan terhadap tekanan darah rendah, atau yang melakukan aktivitas yang menyebabkan kehilangan cairan, seperti olahraga atau paparan suhu panas.

Mengenali pusing dan pening sebagai tanda potensial dehidrasi, sangat penting untuk mengambil tindakan cepat untuk rehidrasi dan mencegah komplikasi lebih lanjut.

6. Kulit kering

Kulit kering merupakan gejala umum dehidrasi dan dapat disebabkan oleh kurangnya kadar air dalam tubuh. Hal ini dapat mengganggu fungsi penghalang kulit dan mengurangi elastisitas kulit, sehingga menyebabkan kulit kering dan kusam.

Menjaga hidrasi yang tepat, sangat penting untuk mendukung kesehatan kulit dan mencegah kulit kering.

Dengan memastikan asupan air yang cukup dan menggunakan pelembab untuk mengunci hidrasi, kita dapat membantu menjaga kulit agar tetap lembut, halus, dan terhidrasi.

7. Sembelit

Konstipasi, yang ditandai dengan jarang atau sulit buang air besar, dapat menjadi tanda dehidrasi. Ketika tubuh kekurangan air, usus besar menyerap lebih banyak air dari kotoran, sehingga kotoran menjadi keras dan sulit dikeluarkan.

Penelitian telah menunjukkan bahwa dehidrasi dapat menyebabkan berkurangnya volume kotoran dan waktu transit yang lebih lambat melalui usus besar, sehingga menyebabkan sembelit.

Meningkatkan asupan air dapat membantu melunakkan kotoran, mendorong pergerakan usus teratur, dan meringankan gejala sembelit. Penting untuk dicatat bahwa beberapa faktor gaya hidup lain juga dapat menyebabkan sembelit:

· Asupan serat, karbohidrat, dan cairan dalam makanan tidak memadai

· Aktivitas fisik berkurang

· Kehilangan cairan akibat diare

8. Keram otot

Kram otot sering kali menjadi indikasi dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit. Ketika tubuh kekurangan cairan, elektrolit seperti natrium, kalium, kalsium, dan magnesium akan berkurang, yang menyebabkan kelelahan otot dan meningkatnya kerentanan terhadap kram, terutama selama dan setelah berolahraga.

Tinjauan yang dilakukan oleh Journal of Sports Sciences mencatat, “ Karena sudah diketahui bahwa dehidrasi akan mengganggu kapasitas latihan dan dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan, asupan cairan selama latihan untuk mengimbangi hilangnya keringat adalah hal yang penting.”

Hidrasi dan pengisian kembali elektrolit yang tepat sangat penting untuk mencegah kram otot dan menjaga kinerja otot yang optimal.

9. Frekuensi buang air kecil berkurang

Frekuensi buang air kecil yang berkurang atau mengeluarkan sedikit urin dapat mengindikasikan dehidrasi. Pengurangan volume urin ini terjadi karena ginjal menyimpan air sebagai respon terhadap dehidrasi, sehingga menghasilkan urin yang berwarna pekat.

Jika kurang dari 400 mililiter per hari, istilah medisnya adalah oliguria. Penyebab paling umum dari oliguria adalah dehidrasi, tetapi penyebab lainnya adalah:

· Infeksi atau trauma

· Obstruksi saluran kemih

· Obat-obatan
Dengan tetap memperhatikan perubahan kebiasaan buang air kecil dan memastikan asupan cairan yang cukup, kita dapat mendukung kebutuhan hidrasi tubuh dan mencegah efek negatif dehidrasi.

Editor: Hanny Suwindari

Tag:  #waspada #tanda #penting #tubuh #kekurangan #cairan #jangan #lupa #untuk #langsung #mengonsumsi #putih

KOMENTAR